Terpusat di UMS, PP Tapak Suci Gelar Perlombaan Seni Pencak Silat Tingkat Internasional Secara Virtual

Pandemi Covid-19 telah merubah tatanan kehidupan masyarakat, tak terkecuali bidang olahraga. Seperti yang dialami olahraga bela diri pencak silat Tapak Suci Muhammadiyah.

Melihat kondisi seperti ini, Pimpinan Pusat Tapak Suci (PPTS) tergerak membuat sebuah terobosan yaitu dengan menggelar perlombaan pencak silat Tapak Suci tingkat Internasional secara virtual. Jika tahun sebelumnya biasanya digelar secara langsung, kali ini menyesuaikan dengan kondisi pandemi maka akan digelar secara virtual.

Menurut Steering Committe, Rony Syaifullah dampak dari Covid-19 ini juga membuat masyarakat khawatir akan tertular dan terpapar virus tersebut. Maka PPTS memilih perlombaaan secara virtual, agar perlombaan pencak silat Tapak Suci tetap berjalan.

“Perlombaan ini digelar supaya para anggota Tapak Suci bisa tetap berlatih. Karena dengan berlatih badan akan tetap sehat serta imun meningkat. Sehingga bisa membatu menangkal virus tersebut,” sambungnya.

Untuk peserta sendiri, kata Rony, berjumlah kurang lebih 500 peserta yang berasal dari perwakilan Pimpinan Daerah Tapak Suci se-Indonesia dan perwakilan wilayah Tapak Suci di luar negeri seperti, Sudan, Mesir, Pakistan dan juga Ceko.

Terkait sistemnya, Rony menjelaskan, pada perlombaan Seni Tapak Suci tingkat internasional tersebut peserta hanya mengirimkan videonya saja ke panitia melalui email. “Untuk sistemnya itu tidak semuanya live, hanya penjuriannya saja yang live tetapi pesertanya tidak. Mereka hanya mengirimkan videonya saja kemudian akan dilakukan penjurian mulai Sabtu – Senin, (28-30/11/20). Untuk penjuriannya akan dilakukan secara live di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang pada kesempatan ini menjadi tuan rumah,” terangnya.

Rony berharap dengan adanya kejuaraan ini, Tapak Suci bisa tetap eksis. “Semoga bisa terpilih juara-juara yang nantinya bisa mengharumkan nama Tapak Suci baik di tingkat nasional maupun Internasional” harapnya. (Bangkit N/Humas)