Keluarga Mahasiswa Teknik Kimia Gelar Webinar Kewirausaan ke-VII

Seminar Kewirausahaan ke-VII sukses diselenggarakan pada Sabtu, 22 Agustus 2020 dengan tema “Strategi Membentuk Jiwa Wirausaha yang Kreatif dan Inovatif di Tengah Pandemi Covid-19”. Webinar ini digagas oleh Keluarga Mahasiswa Teknik Kimia (KMTK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Ada dua pembicara yang berkompeten dalam bidang wirausaha yakni Novi Setia Nurviant selaku owner PT Inovinso yang memberikan materi dalam webinar ini. Kemudian ada Edy Fajar Prasetyo, S.P. seorang sociopreneur berprestasi.

Kegiatan ini rutin diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Teknik Kimia, bekerjasama dengan program studi Teknik Kimia. Namun pertama kalinya sepanjang sejarah seminar kewirausahaan dengan metode online. Peserta webinar ini mencapai 1.697 peserta di youtube dan 336 partisipan melalui aplikasi zoom meeting. Peserta terdiri dari mahasiswa UMS, dan masyarakat umum.

Emi Erawati ST M.eng selaku sekretaris program studi Teknik Kimia menuturkan kelebihan dari seminar yang dilakukan secara online ini lebih banyak menjangkau peserta dari berbagai daerah dan jenjang pendidikan. “Biasanya ketika kita melaksanakan offline itu terbatas, sesuai kapasitas gedung” ujarnya.

Emi Erawati berharap, di antara peserta akan tumbuh jiwa berwirausaha. “Selain itu diharapakan tumbuh wirausahawan baik di bidang kimia maupun dalam bidang lainnya,” tambahnya.

Fauzi, sebagai ketua panitia penyelengara Webinar mengatakan kegiatannya ini penuh dengan kejutan dari yang baik hingga yang buruk tapi Insya Allah baik lebih banyak. “Seperti kami tidak menyangka akan ada 1.000 pendaftar dalam 5 hari dan saat hari H ada sekitar 1.600 penonton menyaksikan melalui channel YouTube teknik kimia UMS. Ditambah 350-an peserta dari aplikasi zoom.”.

Sebelumnya panitia merencanakan peserta masuk ke zoom meeting semua, tetapi menurutnya, perlu strategi memperkenalkan channel YouTube yang dimiliki Prodi Teknik Kimia UMS.

“Kami sudah bersyukur acara dapat berjalan dengan baik walau tidak tentunya masih banyak kekurangan pada beberapa hal,” jelas Fauzi.

Terakhir, ia berpesan untuk peserta agar bisa meluruskan niat dalam mengikuti seminar atau acara-acara online maupun offline di berbagai acara. “Karena niat itu ibarat surat apabila salah alamat maka akan salah tempat juga” pungkasnya. (Fika/Risqi)