
beritajogja.com (Solo) – BKUI UMS menggelar Focus Group Discussion – FGD bertajuk Building Bridges: Crafting a Strategic Roadmap for UMS Global Recognition.
Acara ini digelar di Ruang Meeting Besar Lt. 2 Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Selasa (20/2/2024).
Acara tersebut dihadiri oleh seluruh kepala program studi, dekan, kepala bidang, kepala biro, rektor dan wakil rektor UMS, dengan total lebih dari 90 peserta.
FGD merupakan metode pengumpulan data yang digunakan untuk mendapatkan wawasan mendalam tentang pandangan dan pengalaman peserta terkait suatu topik tertentu.
FGD tidak hanya menjadi alat penting dalam pengumpulan data, tetapi juga sebagai elemen integral guna menggali pemahaman mendalam terkait berbagai aspek keilmuan.
Kepala BKUI sekaligus moderator sesi gelar wicara, Andy Dwi Bayu Bawono, S.E., M.Si., Ph.D., mengatakan FGD ini bertujuan mengoptimalkan internasionalisasi UMS.
“Kami menggali aspirasi dari pemangku kepentingan (stakeholder) yang ada di UMS terkait dengan Internasionalisasi. Hal ini bertujuan supaya bisa lebih banyak aspirasi yang didapatkan,” kata Andy.
Dalam sambutannya, Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., menyampaikan rasa syukur karena telah berhasil melaksanakan FGD ini dan berterimakasih kepada peserta dan panitia yang telah meluangkan waktu ditengah kesibukannya untuk hadir dalam forum itu.
“Karena selama ini yang menjadi obsesi pimpinan universitas yaitu internasionalisasi UMS, bahkan semakin bertambahnya tahun semakin bertambah pula frekuensi kegiatannya,” ungkap Sofyan.
Sebagaimana sudah sering saya sampaikan, tambahnya, ini merupakan hal yg sangat penting untuk mewujudkan misi UMS di tahun 2029 yang insyaallah memimpin menjadi perguruan tinggi di tingkat global dengan sebutan World Class University.
Setelah Rektor UMS memaparkan sambutannya, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan keempat Wakil Rektor (WR) UMS, yaitu: WR I, Prof. Dr. Drs. Harun Joko Prayitno, S.E., M.Hum.;
WR III, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D.; WR IV, Prof. Dr. dr. Em Sutrisna, M.Kes.; dan WR V, Prof. Supriyono, S.T., M.T., Ph.D.
Sebelum sesi tanya jawab, para wakil rektor memaparkan gagasannya untuk menjadikan UMS sebagai World Class University.
Harun mengungkapkan, untuk mewujudkan World Class University, seluruh staf dan karyawan harus kompak, kuat, dan berkomitmen dalam menjalankan visi misi tersebut.
“Untuk mewujudkan mimpi dan cita-cita UMS ke peringkat sepuluh besar, satu-satunya cara yaitu harus kolaborasi,” tutur Harun.
Senada dengan Harun, Supriyono mengatakan, untuk meraih reputasi global harus memaksimalkan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Catur Dharma di Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah – PTMA.
“Catur Dharma itu meliputi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan al-islam dan kemuhammadiyahan,” terang Supriyono.
Denny Vitasari, S.T., M.Eng.Sc., Ph.D., selaku PIC agenda ini mengungkapkan, FGD ini merupakan agenda tahunan untuk mengoptimalkan internasionalisasi UMS dengan melibatkan sivitas akademika UMS untuk berdiskusi dan bertukar pikiran.
“Peserta kita bagi menjadi delapan kelompok yang sesuai dengan aspek internasionalisasi. Setiap kelompok mempunyai tugas untuk merumuskan ide yang terkait dengan topik yang telah diberikan,” kata Kabid Pengembangan Kerjasama Akademik BKUI UMS itu.
Rencananya, hasil dari pembahasan itu akan dirancang menjadi program kerja universitas.
Internasionalisasi akan menjadi program yang diterapkan di setiap unit di UMS sehingga bukan hanya BKUI saja yang melakukan internasionalisasi.
Sasaran utamanya adalah pimpinan UMS dalam membuat kebijakan mengenai internasionalisasi sehingga diharapkan semakin memantapkan diri untuk mewujudkan UMS sebagai kampus global bertaraf dunia.
Pada akhir sesi, hasil yang telah didiskusikan masing-masing kelompok dipresentasikan oleh perwakilan salah satu peserta kepada Wakil Rektor II dan Wakil Rektor V UMS.***




