Sumpah Dokter Dikhianati? Dekan FK UMS Soroti Kasus Pelecehan Pasien

Fakultas Kedokteran UMS Muhammadiyah Kampus UMS Kedokteran Kampus 4
Fakultas Kedokteran UMS

ums.ac.id, SURAKARTA – Meningkatnya kasus pelecehan pasien yang melibatkan oknum tenaga kesehatan di Indonesia akhir-akhir ini memantik keprihatinan dari berbagai kalangan, termasuk institusi pendidikan kedokteran. Fenomena ini dinilai mencederai martabat korban, merusak kepercayaan publik terhadap profesi medis, serta melukai nilai-nilai luhur yang menjadi dasar pengabdian seorang dokter.

Dekan FK UMS, Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes, Sp.DVE., Dipl. STD-HIV:AIDS., FINSDV., FAADV
Dekan FK UMS, Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes, Sp.DVE., Dipl. STD-HIV:AIDS., FINSDV., FAADV

Menanggapi hal tersebut, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS), Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes., Sp.D.V.E., Dipl.STD-HIV/AIDS, FINSDV, FAADV, menyampaikan pernyataan sikap resmi. Ia menegaskan bahwa profesi dokter adalah panggilan jiwa yang dilandasi oleh sumpah suci, bukan sekadar rutinitas seremonial pada saat kelulusan.

“Sumpah dokter adalah kredo hidup yang menjadi panduan perilaku seorang dokter, baik dalam kondisi dilihat maupun tidak dilihat orang lain. Integritas dan tanggung jawab moral seorang dokter tidak boleh bersyarat, ia harus senantiasa berpijak pada nilai-nilai etika, kejujuran, dan kemanusiaan,” tegas Dekan FK UMS itu, Senin (21/4).

Sebagai pimpinan institusi pendidikan kedokteran, Flora menyatakan bahwa FK UMS memiliki komitmen kuat dalam menjaga marwah dan kesucian profesi dokter melalui berbagai pendekatan pendidikan karakter dan etika.

Komitmen tersebut diwujudkan dalam tiga pilar utama:

1. Penanaman Nilai Sejak Dini, yakni mahasiswa dibekali nilai-nilai profesionalisme, religiusitas, kemandirian, dan akhlak mulia sejak memasuki gerbang FK UMS hingga lulus;
2. Keteladanan Dosen, yang menjadikan para pengajar sebagai figur panutan tidak hanya dalam aspek keilmuan, tetapi juga dalam perilaku dan tanggung jawab moral;
3. Pembinaan Berkelanjutan terhadap alumni melalui jejaring keilmuan dan ruang diskusi etika profesi pasca-kampus.

Kepada para alumni, Flora Ramona mengajak untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai sumpah dokter yang pernah diikrarkan. Ia menekankan bahwa meskipun sudah berada di luar lingkungan akademik, nilai-nilai FK UMS harus tetap menjadi ruh dalam praktik kedokteran sehari-hari.

“Profesi ini adalah ibadah, pelayanan, dan tanggung jawab besar kepada Tuhan, masyarakat, dan nurani. Semoga kita semua dapat menjaga kemuliaan profesi ini dengan ketulusan, integritas, dan keberanian untuk memilih jalan yang benar,” pungkasnya.

Dengan pernyataan ini, Fakultas Kedokteran UMS meneguhkan peran strategisnya dalam membentuk dokter-dokter berintegritas yang senantiasa menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam setiap langkah pengabdiannya. (Fika/Humas)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta

Jika kamu tertarik untuk menjadi bagian dari Kampus Unggul Mendunia? Yuk segera daftar ke sini: pmb.ums.ac.id