Kembangkan Bidang Robotika, Pasca KRI 2024 UMS Akan Bentuk Pusat Robot

  • Post category:Berita
  • Reading time:2 mins read
You are currently viewing Kembangkan Bidang Robotika, Pasca KRI 2024 UMS Akan Bentuk Pusat Robot

ums.ac.id, SURAKARTA – Pasca gelaran Kontes Robot Indonesia (KRI) 2024 di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., menyebutkan akan membentuk Pusat Robot UMS.

Sofyan Anif menyampaikan dengan adanya acara ini, walaupun dari tim UMS sendiri belum ada yang memperoleh podium dan juga sebagai tuan rumah pada KRI 2024 ini dapat menjadi evaluasi dan batu loncatan untuk bisa melesat lebih jauh.

“Kami bangga, dan turut berbahagia sebagai tuan rumah KRI Tahun 2024, kami tahu tim UMS masih belum berhasil mendapatkan podium namun saya yakin ini dapat menjadi satu ghirah yang berarti untuk kami dalam mengembangkan robot di UMS,” ungkap Rektor UMS itu Jumat, (5/7) saat penutupan di Edutorium KH. Ahmad Dahlan UMS.

Hal tersebut juga diperkuat oleh Dekan fakultas teknik UMS, Ir. Rois Fatoni, ST., M.Sc., Ph.D., setelah sama-sama melihat ternyata kekuatan di UMS ini secara Sumber Daya Manusia tidak begitu ketinggalan, hanya saja dari segi fasilitas pengembanagan robotik belum terlalu fokus, sehingga belum optimal dalam mewadahi mahasiswa.

“Dengan demikian, tadi juga sudah disampaikan oleh Pak Rektor Prof. Sofyan Anif semacam komitmen dari dosen untuk mulai konsentrasi membimbing para mahasiswa dalam mengembangkan robot yang ada,” tambahnya.

Mudah-mudahan, lanjutnya, nanti juga ada tambahan fasilitas dari kampus sehingga dapat memaksimalkan potensi dari mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan robotika.

Saat berdiskusi santai, Ketua Dewan Juri Prof. Dr. Eng. Drs. Benyamin Kusumoputro, M.Eng., memberikan semangat kepada tim UMS dan juga memberikan saran agar dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) dapat mengembangkan dalam bidang robotika dengan baik untuk membentuk suatu perkumpulan atau kompetisi dalam rangka memperkuat kekuatan robot kampus-kampus Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. (Fika/Humas)