ums.ac.id, SURAKARTA – Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital. Melalui lokakarya deep learning bertema “Integrasi Deep Learning dalam Inovasi Pembelajaran Geografi: Menyiapkan Dosen untuk Era Edukasi Digital”, dosen Geografi UMS mendapatkan pembekalan pengetahuan dan keterampilan mengintegrasikan teknologi pembelajaran mendalam ke dalam perkuliahan.
Ketua Program Studi Pendidikan Geografi FKIP UMS, Dr. Puspita Indra Wardhani, menegaskan bahwa lokakarya ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kompetensi digital para dosen.
“Pembelajaran mendalam memberi kesempatan bagi pendidik untuk menghadirkan proses belajar yang humanis sekaligus relevan dengan tuntutan era digital. Kami ingin para dosen siap menjadi agen perubahan dalam pendidikan geografi,” ungkap Puspita Indra, Selasa (12/8).

Melalui dukungan hibah PKKB (Program Kompetisi Kampus Berdampak), Prodi Pendidikan Geografi FKIP UMS berkomitmen melanjutkan inisiatif ini dengan membangun ekosistem pembelajaran berbasis teknologi yang inovatif, berkelanjutan, dan berdampak luas.
“Dengan langkah ini, program studi berharap dapat mencetak lulusan pendidik geografi yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global di abad ke-21,” tegasnya.
Lokakarya yang digelar pada Senin (11/8) ini menghadirkan Dr. Fathur Rohim, pengembang pembelajaran mendalam dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Dr. Fathur menjelaskan bahwa deep learning bukan sekadar pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan, tetapi juga pendekatan yang mendorong pemahaman konsep secara mendalam, kolaborasi, dan pengembangan keterampilan berpikir kritis mahasiswa.
Lokakarya ini tidak hanya berisi materi teori, tetapi juga dilengkapi sesi diskusi interaktif yang membahas berbagai skenario penerapan pembelajaran mendalam dalam mata kuliah geografi.
Peserta lokakarya diajak untuk merancang strategi perkuliahan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus memuliakan semua peserta didik, menghargai keberagaman, dan memberi ruang bagi setiap mahasiswa untuk berkembang sesuai potensinya. (Fika/Humas)









