ums.ac.id, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperluas kiprah internasional melalui program pengabdian masyarakat. Kali ini, Program Studi Fisioterapi dan Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) UMS menginisiasi pembentukan Pojok Kesehatan dan Pendidikan (PKP) di Masjid Al Falah Seoul sebagai upaya mengoptimalkan fungsi masjid menjadi pusat layanan kesehatan dan pendidikan bagi umat.
Kegiatan ini diketuai oleh Arif Pristianto, SSt.FT., Ftr., M.Fis., dengan melibatkan dosen dan mahasiswa dari kedua program studi. Program ini merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM KI) yang disubsidi oleh Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi, dan Sentra Kekayaan Intelektual (DRPPS) UMS.

Arif menjelaskan bahwa pembentukan PKP dilakukan melalui berbagai rangkaian kegiatan edukatif yang menyasar kebutuhan masyarakat diaspora Indonesia di Korea Selatan. “Kegiatan meliputi pelatihan dan edukasi keislaman, kesehatan, pendidikan anak, hingga parenting, yang dilaksanakan secara daring dan luring,” ujarnya, Rabu (29/4).
Selain edukasi, kegiatan luring juga diisi dengan layanan kesehatan seperti pemeriksaan fisik, pelatihan teknik terapi fisioterapi, serta hibah alat kesehatan berupa Fisio Kit. PKP juga dilengkapi dengan berbagai sarana penunjang, seperti buku kesehatan, buku parenting, booklet edukasi, serta alat permainan edukatif bagi anak-anak.
Menariknya, sejumlah buku yang dihibahkan merupakan karya dosen dan mahasiswa UMS sebagai bentuk hilirisasi hasil riset. Di antaranya buku Bekerja Tanpa Nyeri: Panduan Praktis Menyelesaikan Masalah Musculoskeletal pada Komunitas Pekerja karya Arif Pristianto bersama Ibaadurrohmaan, serta buku Gerai Stimulasi Berbasis Playground karya Tiara Fatmarizka, Qonitah Faizatul Fitriyah, dan tim mahasiswa.

Program ini telah berlangsung sejak Januari hingga April 2026 dengan menggandeng berbagai mitra, seperti pengurus Masjid Al Falah, Ikatan Keluarga Muslim Indonesia (IKMI), Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Korea Selatan, serta organisasi RUMAISA.
“Melalui inisiatif ini, kami berharap masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga mampu menjadi pusat solusi bagi permasalahan kesehatan dan pendidikan, khususnya pendidikan anak di lingkungan masyarakat Muslim,” tambah Arif.
Ke depan, program PKP ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi embrio pengembangan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional UMS di Korea Selatan, sekaligus memperkuat kontribusi UMS dalam pemberdayaan masyarakat global. (Fika/Humas)




