Rakornas Fosma PTMA di UMS Tekankan Komitmen Pengembangan Talenta Inovasi

ums.ac.id, SURAKARTA – Komitmen untuk menjadi perguruan tinggi unggul terus dilakukan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Hal ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi Nasional 2026 Forum Silaturahmi Pimpinan Bidang Kemahasiswaan (Fosma) PTMA yang digelar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Selasa (28/7/2026).

Ketua Panitia Rakornas Fosma PTMA 2026 Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., menjelaskan rakornas tahun ini memiliki tiga target utama. Ketiga target itu antara lain mengakselerasi prestasi mahasiswa PTMA di tingkat nasional dan internasional, meningkatkan kontribusi mahasiswa dalam pembangunan masyarakat dan negara, serta meningkatkan daya saing lulusan PTMA di tingkat nasional dan internasional.

“Melalui tema ini, kami juga berkomitmen untuk selalu meningkatkan kontribusi mahasiswa dalam pembangunan masyarakat dan negara,” ungkap Ihwan saat membacakan laporan kegiatan.

Acara tersebut dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., Ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si., dan Ketua Pusat Prestasi Mahasiswa PTMA Dr. Fatimah Sari Siregar, M.Hum. Acara juga diikuti oleh perwakilan bidang kemahasiswaan di lebih dari 160 PTMA se-Indonesia. Menurut rencana, rakornas kali ini akan berlangsung pada 28-30 Juli 2026.

Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., mendorong bidang kemahasiswaan PTMA untuk bersinergi demi kemajuan PTMA. Rakornas Fosma PTMA, katanya, harus mampu menjawab segala tantangan untuk meningkatkan kualitas mahasiswa dan lulusan PTMA.

Harun mencontohkan bidang kemahasiswaan di UMS yang menggabungkan tiga unsur, yakni akademik, kemahasiswaan, dan pengembangan talenta inovasi. Rektor mengatakan talenta inovasi adalah kunci untuk melahirkan akademisi yang berdampak dan berkontribusi kepada masyarakat.

Di bidang riset dan inovasi, Harun menyebut fokus alokasi anggaran untuk bidang dosen kemahasiswaan mencapai Rp50 miliar. “Arahnya diarahkan ke inovasi, ke talenta, supaya riset dosen dan kegiatan bidang kemahasiswaan harus berdampak dan berkontribusi,” jelas Harun dalam sambutannya.

Rektor berharap Rakornas Fosma PTMA dapat mewujudkan tiga tujuan utama demi kemajuan Indonesia. Pertemuan-pertemuan ke depan, lanjutnya, diharapkan dapat menghadirkan inovasi baru terkait pengembangan bidang kemahasiswaan, khususnya pada pengembangan talenta dan inovasi.

Ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si. menegaskan pentingnya inovasi di tengah masa keprihatinan perguruan tinggi. Ia menyebut saat banyak perguruan tinggi yang lesu, PTMA justru mampu bertahan. Ia mendorong PTMA agar terus bertahan dalam waktu lima hingga sepuluh tahun ke depan.

Salah satu kekuatan PTMA yang harus dipertahankan adalah ekosistem swasta yang terus berinovasi untuk bertahan. Kultur ini, kata dia, rupanya ditularkan kepada mahasiswa. “Kultur swasta ini memberikan mahasiswa suasana inovasi, bertahan, dan efisiensi. Itu hanya ada di swasta,” tegasnya.

Dalam Rakornas Fosma PTMA 2026 ini, turut dilaksanakan peluncuran buku bertajuk “Kampus Berdampak: Model Mengelola Prestasi Mahasiswa di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah”. Buku ini diluncurkan secara simbolis oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan.

Fauzan mengatakan buku ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan bidang kemahasiswaan di kampus PTMA se-Indonesia. “Penulis buku ini memberikan komitmen integritasnya pada institusi melalui buku panduan ini,” ucapnya optimis. (Gede/Humas)

Bagikan informasi ini kepada temanmu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta