ums.ac.id, SURAKARTA – Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ikut serta dalam menyukseskan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Keterlibatan para mahasiswa dalam upacara pengibaran bendera dalam memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 di SMK Negeri 9 Surakarta Kamis (23/7/2026) menjadi bentuk dukungan nyata dalam mengampanyekan pentingnya pemenuhan hak anak serta pencegahan aksi perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.
Upacara peringatan HAN 2026 ini dilaksanakan merujuk pada Surat Edaran Nomor S/400.2.5.1/272/2026 tentang Pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 Provinsi Jawa Tengah.
Bertindak sebagai pembina upacara, Raharja Sigit Mulyadi, S.Pd., menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya pemenuhan hak anak serta pembentukan karakter di era digital. Dalam amanatnya, ditegaskan bahwa HAN merupakan momentum untuk mengingat kembali hak anak dalam memperoleh pendidikan berkualitas, rasa aman, serta perlindungan dari segala bentuk kekerasan, perundungan, dan diskriminasi.

“Di era digital saat ini, kalian dituntut menjadi anak yang cerdas dalam menggunakan teknologi. Manfaatkan media sosial untuk hal-hal yang positif, hindari penyebaran berita bohong, kebencian, kebencian, maupun tindakan perundungan secara langsung maupun melalui dunia maya,” tegas Sigit sebagai pembina upacara saat pembacaan amanat.
Lebih lanjutnya, pihak sekolah juga mengimbau seluruh warga sekolah untuk mewujudkan lingkungan belajar yang ramah, aman, dan menyenangkan. Para siswa diajak untuk berjanji pada diri mereka sendiri untuk menjadi pribadi berakhlak mulia, tekun belajar, menghindari kekerasan, menghormati guru dan orang tua, serta berprestasi demi mengharumkan nama sekolah dan bangsa.
Sementara Ketua PLP II UMS di SMKN 9 Surakarta, Eka Prasetya Budi Mulyawan, turut menyampaikan pandangannya mengenai terciptanya lingkungan belajar yang kondusif bagi siswa.
“Lingkungan yang aman adalah ruang di mana anak merasa nyaman, terlindungi, dan bebas menyampaikan pendapat tanpa rasa takut akan kekerasan maupun diskriminasi. Kondisi ini dapat terwujud melalui sinergi yang aman antara lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat,” ujar Eka, Senin (10/8/2026).
Suasana peringatan kian meriah ketika memasuki agenda pengumuman apresiasi. Pihak sekolah mengumumkan daftar prestasi dan memberikan penghargaan kepada siswa-siswi SMKN 9 Surakarta yang berhasil meraih juara dalam berbagai ajang, salah satunya Lomba Mural Tingkat Nasional Kategori Pelajar. Apresiasi ini diberikan sebagai bentuk dorongan agar seluruh peserta didik terus mengembangkan potensinya secara optimal. (Rafa/Maysali Humas)




