Baitul Arqam UMS 2026, Prof. Sutrisno Bagikan Kunci Sukses Karier Akademik Dosen

Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Sutrisno, M.Ag.
Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Sutrisno, M.Ag.

ums.ac.id, KARANGANYARUniversitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan pembukaan kegiatan Baitul Arqam Dosen pada, Kamis, (18/6/2026), bertempat di SD MBF Bancak Mojogedang, Karanganyar.

Kegiatan yang terjadwal selama 3 hari dari Kamis-Sabtu, 18-20 Juni 2026 ini menjadi bagian dari proses penguatan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) sekaligus peningkatan kapasitas dosen UMS dalam menjalankan peran sebagai pendidik, peneliti, dan penggerak amal usaha Muhammadiyah.

Kegiatan tersebut menghadirkan Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM), Prof. Dr. H. Sutrisno, M.Ag., sebagai salah satu narasumber. Dalam sambutannya, Sutrisno menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Baitul Arqam yang sebelumnya telah direncanakan dan difasilitasi bersama antara UMS dengan pihak penyelenggara.

Sutrisno mengingatkan para dosen dan calon dosen UMS bahwa perjalanan menjadi seorang akademisi membutuhkan kesungguhan, kesabaran, dan perencanaan yang matang. Ia membagikan pengalaman pribadinya saat memulai karier sebagai dosen yang menurutnya tidak mudah, namun setiap tantangan harus segera diubah menjadi langkah untuk berkembang.

“Awal-awal menjadi dosen itu tidak mudah. Tapi kalau bisa, tidak mudahnya itu jangan lama-lama. Bagaimana penderitaannya itu bisa dipersingkat, tidak perlu lama-lama,” ujar Sutrisno.

Ia menceritakan perjalanan panjangnya dalam menempuh karier akademik, mulai dari proses menjadi dosen, melanjutkan studi, hingga mencapai jabatan guru besar. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja keras, kedisiplinan, serta keberanian mengambil kesempatan untuk terus meningkatkan kompetensi.

Sutrisno juga mendorong para dosen UMS untuk memiliki roadmap pengembangan karier akademik, terutama menuju jenjang doktor dan guru besar. Ia menekankan bahwa tugas utama dosen tidak hanya mengajar, tetapi juga melakukan penelitian, publikasi ilmiah, serta mengembangkan kepangkatan akademik.

“Coba sekarang membuat timeline ke depan. Tahun berapa bisa kuliah S3 dengan beasiswa penuh, tahun berapa selesai S3, tahun berapa lektor kepala, tahun berapa guru besar. Dibuat roadmap-nya,” ungkapnya.

Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum.
Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum.

Sementara itu, Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemilihan lokasi Baitul Arqam di lingkungan cabang dan ranting Muhammadiyah memiliki tujuan agar peserta dapat mengambil nilai dan inspirasi dari perjuangan masyarakat dalam membangun amal usaha Muhammadiyah.

Harun menjelaskan bahwa UMS terus berkomitmen untuk berkembang secara berkelanjutan dengan memperkuat kualitas sumber daya manusia, termasuk peningkatan jumlah dosen bergelar doktor. Ia menyebutkan bahwa pengembangan kapasitas akademik menjadi salah satu kunci menjaga keberlanjutan dan kemajuan UMS.

“Hakikat dosen itu sudah wajib S2, tetapi harus terus semangat untuk studi lanjut,” tutur Harun.

Ia juga mengajak para dosen untuk memiliki semangat pengabdian berbasis nilai keikhlasan, profesionalisme, dan komitmen terhadap Muhammadiyah. Menurutnya, bergabung di UMS bukan hanya menjalankan pekerjaan, tetapi menjadi bagian dari perjuangan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Melalui kegiatan Baitul Arqam ini, UMS berharap para dosen semakin memiliki pemahaman ideologi Muhammadiyah, memperkuat karakter akademik, serta mampu menyusun langkah strategis untuk mencapai prestasi akademik dan pengabdian yang lebih tinggi. (Yusuf/Humas)

Bagikan informasi ini kepada temanmu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta