Cicilan Emas Jadi Pilihan Investasi Jangka Panjang Di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Ilustrasi emas batangan. Foto: Magnific
Ilustrasi emas batangan. Foto: Magnific

ums.ac.id, SURAKARTA – Di tengah ketidakpastian ekonomi dan meningkatnya biaya hidup, masyarakat semakin mencari instrumen investasi yang relatif stabil untuk menjaga nilai kekayaan. Salah satu pilihan yang kembali banyak dilirik adalah emas. Tak hanya melalui pembelian tunai, tetapi juga dengan skema cicilan yang memungkinkan masyarakat memiliki emas secara bertahap.

Skema pembiayaan emas syariah menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang ingin mulai berinvestasi tanpa harus mengeluarkan dana besar di awal. Melalui produk iB Bima Emas, misalnya, masyarakat dapat mengajukan uang muka mulai 10 persen dengan pilihan tenor pembiayaan hingga 5 tahun.

Berdasarkan tabel angsuran Bank Jateng Syariah KCPS UMS Surakarta per 10 Juli 2026, emas batangan tersedia mulai ukuran 5 gram hingga 100 gram. Untuk emas 5 gram senilai Rp13,1 juta, misalnya, angsuran lima tahun berada di kisaran Rp244 ribu per bulan setelah uang muka 10 persen. Sementara emas 25 gram seharga Rp64,5 juta dapat dicicil sekitar Rp1,2 juta per bulan dengan tenor lima tahun.

Skema cicilan emas Bank Jateng Syariah per 10 Juli 2026
Skema cicilan emas Bank Jateng Syariah per 10 Juli 2026

Pimpinan Kantor Cabang Pembantu KCPS Bank Jateng Syariah UMS, Erni Kusumawati, mengatakan skema cicilan emas dirancang agar masyarakat dapat mulai berinvestasi secara bertahap sesuai kemampuan finansialnya.

“Keunggulan iB Bima Emas Bank Jateng Syariah salah satunya adalah uang muka yang ringan, mulai dari 10 persen. Dengan demikian masyarakat dapat memiliki emas tanpa harus menyediakan dana besar di awal,” ujar Erni, Kamis (16/7/2026).

Pimpinan Kantor Cabang Pembantu KCPS Bank Jateng Syariah UMS, Erni Kusumawati. Dok.Humas UMS
Pimpinan Kantor Cabang Pembantu KCPS Bank Jateng Syariah UMS, Erni Kusumawati. Dok.Humas UMS

Besaran angsuran pun bersifat tetap hingga akhir masa pembiayaan. Menurut Erni, hal tersebut memberikan kepastian bagi nasabah dalam menyusun rencana keuangan jangka panjang.

”Angsuran yang tetap dari awal hingga akhir tenor membuat nasabah lebih nyaman dalam mengatur pengeluaran bulanan tanpa khawatir adanya perubahan cicilan,” kata dia.

Erni menilai, investasi emas masih relevan sebagai bagian dari perencanaan keuangan, terutama bagi masyarakat yang memiliki tujuan jangka panjang, seperti mempersiapkan dana pendidikan anak atau aset ketika memasuki masa pensiun. Dengan tenor pembiayaan hingga 5 tahun, emas yang telah lunas dapat menjadi aset yang disimpan untuk kebutuhan di masa mendatang.

Ia juga menjelaskan, emas selama ini dikenal sebagai aset yang nilainya cenderung terjaga dalam jangka panjang sehingga kerap dipilih sebagai instrumen untuk mempertahankan nilai kekayaan.

“Investasi emas cukup penting karena termasuk aset yang nilainya cenderung terjaga dalam jangka panjang. Emas juga dapat membantu menjaga nilai kekayaan dari dampak inflasi, bahkan memiliki tingkat likuiditas yang tinggi sehingga relatif mudah diperjualbelikan ketika pemilik membutuhkan dana,” jelasnya.

Dengan karakteristik tersebut, cicilan emas menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin membangun aset secara bertahap. Ketika masa angsuran berakhir, emas yang dimiliki dapat menjadi tabungan jangka panjang yang nilainya berpotensi tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan finansial di masa depan, termasuk saat memasuki masa pensiun. (Genis/Humas)

Bagikan informasi ini kepada temanmu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta