Ketua ASLAMA PTMA Apresiasi Capaian 97 Persen Target Hafalan Santri Program I’dad Pondok Shabran UMS

Mahasantri I'dad Pondok Shabran UMS, angkatan ke-4 (2025)
Mahasantri I'dad Pondok Shabran UMS, angkatan ke-4 (2025)

ums.ac.id, SURAKARTA – Suasana haru menyelimuti Ruang Seminar Gedung Induk Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) saat Pondok Shabran UMS menyelenggarakan Haflah Akhirussanah Program I’dad Angkatan 2025. Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya masa pembinaan intensif selama satu tahun bagi para mahasantri yang fokus pada tahfiz Al-Qur’an dan Bahasa Arab.

Program I’dad Angkatan 2025 diikuti oleh 32 mahasantri yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, meliputi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Keberagaman tersebut menunjukkan luasnya jangkauan kaderisasi Pondok Shabran UMS.

Salah satu capaian yang membanggakan adalah keberhasilan 31 mahasantri (97%) telah mencapai target hafalan minimal 10 juz, bahkan dua di antaranya berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz. Hanya terdapat satu mahasantri yang belum memenuhi target hafalan. Selain itu, para mahasantri juga menunjukkan kompetensi bahasa Arab yang baik dengan mayoritas memperoleh kategori baik sekali (Jayyid Jiddan) dan baik (Jayyid). Beberapa di antaranya bahkan berhasil memperoleh capaian tertinggi dalam berbahasa arab yaitu mumtaz.

Kegiatan semakin menarik saat berlangsung sesi uji publik hafalan al-Qur’an. Para tamu undangan, mulai dari pimpinan Pondok Shabran, pimpinan Fakultas Agama Islam (FAI) UMS, perwakilan alumni, hingga tamu undangan lainnya, diberikan kesempatan menguji hafalan mahasantri secara langsung. Suasana tegang sekaligus membanggakan terasa ketika para mahasantri mampu menjawab berbagai pertanyaan dengan lancar dan tepat. Dr. Kharis Nugraha, Lc., M.Ud., Kepala Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Agama Islam UMS, mengaku terkesan dengan kualitas hafalan para mahasantri.

Ketua ASLAMA PTMA, Dra. Muamaroh, M.Hum., Ph.D.
Ketua ASLAMA PTMA, Dra. Muamaroh, M.Hum., Ph.D.

Ketua Asosiasi Pengelola Asrama Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (ASLAMA PTMA), Dra. Muamaroh, M.Hum., Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasantri yang telah menyelesaikan program. Ia mengingatkan bahwa haflah ini bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari perjuangan yang lebih besar.

“Hari ini bukanlah akhir dari perjuangan kalian. Justru ini menjadi langkah awal untuk memulai perjuangan yang sebenarnya dalam menempuh pendidikan di tingkat Perguruan Tinggi. Kelak kalian akan menghadapi berbagai tantangan yang tidak kalian temukan sebelumnya. Jadi, istiqamah adalah kata kuncinya,” tuturnya, Jum’at, (17/7/2026)

Ia juga menegaskan bahwa Program I’dad merupakan terobosan kaderisasi yang membanggakan.

“Program I’dad ini merupakan terobosan yang membanggakan. Ke depan, saya optimis Pondok Shabran UMS akan melahirkan kader-kader Muhammadiyah yang lebih siap dalam menghadapi berbagai persoalan keumatan. Dengan bekal bahasa Arab yang mumpuni dan hafalan yang diraih adik-adik mahasantri,” ujar aktivis ’Aisyiyah yang juga menahkodai Pesantren Mahasiswa Internasional KH. Mas Mansyur UMS ini.

Kepala Pondok Shabran UMS, KH. Yayuli, S.Ag., M.PI.
Kepala Pondok Shabran UMS, KH. Yayuli, S.Ag., M.PI.

Sementara itu, Kepala Pondok Shabran UMS, KH. Yayuli, S.Ag., M.PI, mengungkapkan rasa syukur atas capaian para mahasantri Program I’dad Angkatan IV yang telah menyelesaikan proses pembinaan dengan hasil yang membanggakan.

“Kami sangat bersyukur atas capaian para mahasantri hari ini. Harapan kedepannya, mahasantri bisa menjaga dan syukur-syukur meningkatkan hafalan baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Terus belajar serta mengamalkan apa yang sudah dipelajari. Dan kami akan terus mengevaluasi program-program pondok agar semakin baik dari hari ke hari,” ungkapnya.

Dzulkifi Adil Imamiyyah, salah seorang mahasantri yang mengikuti akhirussanah terharu dalam menyampaikan pesan dan kesannya. Ia bersyukur telah diberikan kesempatan menjadi bagian dari keluarga besar Pondok Shabran. Ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya disampaikan kepada para pembina program i’dad, terkhusus kepada ustadz tercinta Faizin Mubarok Ahmad, S.Pd dan Ustazah Asma’, S.Pd yang dengan kesabaran dan keistiqomahannya dalam mendampingi mahasantri, alhasil bisa sampai di titik ini.

Haflah Akhirussanah yang terselenggara pada Rabu (8/7/2026) itu tidak sekadar menjadi seremoni penutupan program, tetapi juga momentum syukur atas proses yang telah dilalui. Setelah menyelesaikan Program I’dad, para mahasantri akan melanjutkan pendidikan jenjang sarjana pada Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Hukum Ekonomi Syariah (HES), dan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Fakultas Agama Islam UMS. (Adi/Humas)

Bagikan informasi ini kepada temanmu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta