ums.ac.id, SURAKARTA – Masjid Al-Munajat Pondok Hajjah Nuriyah Shabran (HNS) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Pengajian Ahad Pagi edisi ke-91 pada Minggu (12/7/2026). Pengajian Ahad Pagi tersebut mengusung tema “Nikmatnya Ibadah”, kajian tersebut menghadirkan dosen Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS, Suwinarno, M.P.I., yang diikuti sekitar 22 jamaah yang terdiri atas ibu-ibu warga sekitar pondok serta mahasantriwati Pondok Shabran UMS.
Pengajian yang diselenggarakan oleh Takmir Masjid Al-Munajat bersama Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan keislaman sekaligus mempererat hubungan antara mahasantri dengan masyarakat melalui majelis ilmu yang rutin dilaksanakan setiap Minggu pagi.
Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Al-Munajat, Muhammad Farhan, berharap Pengajian Ahad Pagi dapat terus menjadi ruang pembinaan keislaman yang terbuka bagi masyarakat. Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Masjid Al-Munajat bersama Pondok Shabran UMS berupaya menghadirkan majelis ilmu yang tidak hanya mempererat ukhuwah, tetapi juga menumbuhkan semangat beribadah di tengah masyarakat.

“Kehadiran majelis ilmu yang berkesinambungan diharapkan mampu menumbuhkan semangat beribadah serta memperkokoh ketaqwaan di tengah masyarakat,” ujar Farhan, Senin (13/7/2026).
Melalui Pengajian Ahad Pagi, Masjid Al-Munajat Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS terus berkomitmen menghadirkan dakwah yang mencerahkan sekaligus menjadi ruang belajar dan silaturahmi bagi mahasantri maupun masyarakat sekitar dalam memperkuat nilai-nilai keislaman.
Dalam tausiyahnya, Suwinarno mengajak jamaah untuk senantiasa mensyukuri setiap nikmat yang Allah SWT berikan, baik nikmat lahir maupun batin. Menurutnya, kemampuan untuk mengingat Allah, menunaikan salat, hingga menghadiri majelis ilmu merupakan karunia yang patut disyukuri karena tidak semua orang memperoleh hidayah tersebut.
“Inti ibadah sebagaimana yang diajarkan dalam Al-Qur’an adalah ketakwaan. Karena itu, setiap nikmat yang Allah berikan hendaknya mengantarkan kita untuk semakin bersyukur dan semakin dekat kepada Allah,” ujarnya.
Al-Qur’an melalui Surah Al-Baqarah ayat 1-5 menerangkan ciri-ciri orang bertakwa, di antaranya beriman kepada perkara gaib, mendirikan salat dengan sebaik-baiknya, serta menginfakkan sebagian rezeki yang telah Allah anugerahkan. Ia menegaskan bahwa salat bukanlah beban, tetapi kebutuhan yang menjadi penuntun dalam menjalani kehidupan seorang muslim.
“Orang yang menjaga salatnya, insyaallah Allah akan menjaga kehidupannya. Salat bukan menjadi beban, tetapi menjadi kebutuhan bagi setiap muslim,” jelasnya. (ARP/Anqiya Zaki Mushoddiq/Humas)




