ums.ac.id, SURAKARTA — Ipmawati Diah Dwi Wulandari resmi terpilih menjadi Ketua Umum Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Temanggung periode 2026–2028. Terpilihnya Diah bersanding dengan Ipmawati Reva Yusgiyanti sebagai Sekretaris Umum menandai berlanjutnya estafet kepemimpinan baru hasil Musyawarah Daerah (Musyda) XIV IPM Kabupaten Temanggung yang berlangsung pada 4–6 September 2026.
Forum permusyawaratan tertinggi tingkat daerah yang bertempat di SD Muhammadiyah Temanggung tersebut mengusung tema “Berkarya untuk Pelajar, Berkhidmat untuk Persyarikatan.” Selain menjadi ajang regenerasi kepemimpinan, agenda tiga tahunan ini berfungsi sebagai ruang evaluasi laporan pertanggungjawaban (LPJ) periode 2024–2026 serta penyusunan rekomendasi strategis organisasi.
Wakil Bupati Temanggung, drg. Nadia Muna, meresmikan langsung pembukaan Musyda XIV pada Sabtu (5/9). Dalam sambutannya, Nadia menyampaikan apresiasi atas konsistensi kaderisasi IPM di Kabupaten Temanggung dan mendorong lahirnya generasi pelajar yang berkarakter serta berintegritas.
“Musyda ini forum strategis untuk evaluasi, menyusun program, dan menentukan arah kepemimpinan ke depan. Kami berharap lahir generasi pelajar Muhammadiyah yang berkarakter, berintegritas, punya semangat kepemimpinan, dan peduli terhadap lingkungan sosial untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan Temanggung,” ujar Nadia.
Pada momen pembukaan tersebut, PD IPM Temanggung turut meluncurkan inovasi program IPM Kids yang melibatkan peserta didik dari MIM Danurejo dan SD Muhammadiyah Temanggung.
Rangkaian sidang yang dimulai sejak Jumat (4/9) melalui Konferensi Pimpinan Daerah (Konpida) Pra-Musya berlanjut hingga penetapan kepemimpinan pada Ahad (6/9). Proses pemilihan melewati tahapan pembacaan hasil sidang komisi, penetapan calon formatur, pemilihan formatur, hingga rapat formatur terpilih untuk menentukan struktur kepemimpinan periode 2026–2028.
Estafet kepemimpinan anyar ini dihadapkan pada tantangan dinamika era digital dan perubahan sosial yang memengaruhi moralitas pelajar. Kader IPM dituntut adaptif terhadap teknologi tanpa mengesampingkan nilai dasar gerakan, sekaligus memperkuat kaderisasi demi kontribusi nyata bagi Persyarikatan, umat, dan bangsa.




