
ums.ac.id, KARANGANYAR – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebakkramat menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong tertib administrasi dan digitalisasi organisasi. Bekerja sama dengan Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), PCM Kebakkramat sukses menyelenggarakan kegiatan “Sosialisasi Aplikasi Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) dan Training Administrasi Organisasi” pada Ahad, 16 November 2025.
Acara strategis ini dipusatkan di Kantor Solusi Training Center Kebakkramat dan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Seluruh peserta yang hadir adalah ujung tombak administrasi di tingkat bawah, meliputi Sekretaris Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kecamatan Kebakkramat, Sekretaris Organisasi Otonom (Ortom), dan sekretaris lembaga di lingkungan PCM Kebakkramat.
Dalam sambutan pembukaan, Ketua PCM Kebakkramat, Paryono, menyampaikan urgensi kegiatan ini. “Tujuan utama dari pertemuan hari ini adalah untuk mewujudkan tertib administrasi di lingkungan PRM dan PCM Kebakkramat. Kami ingin mempermudah kesekretariatan dalam melakukan pengarsipan, dan tentu saja, mempermudah proses pengajuan KTAM yang kini berbasis digital,” ujar Paryono penuh semangat, menekankan pentingnya efisiensi organisasi.
Sesi pertama langsung menyentuh aspek digitalisasi yang kini menjadi fokus utama. Narasumber pertama, Dedi Gunawan, Dosen Fakultas Teknik Informatika sekaligus perwakilan dari Tim Pengabdian Masyarakat UMS, memaparkan secara mendalam mengenai penggunaan aplikasi pengajuan KTAM.
Peserta tidak hanya mendengarkan teori. Mereka langsung diajak praktik. “Peserta kami pandu langkah demi langkah. Mereka langsung mencoba menggunakan aplikasi pada perangkat masing-masing agar setelah pulang, mereka sudah bisa mengoperasikannya secara mandiri,” jelas Dedi Gunawan, memastikan transfer pengetahuan berjalan efektif.
Setelah jeda, fokus dialihkan ke aspek manajerial kesekretariatan. Sesi kedua menghadirkan Teguh Anshori, Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar, yang memberikan materi tentang peran strategis sekretaris dalam sebuah organisasi besar.
Teguh Anshori mengawali paparannya dengan mengutip kalimat penting dari Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir: “Mati hidupnya organisasi tergantung sekretaris.” Ucapan ini sontak memantik perhatian dan kesadaran peserta akan tanggung jawab besar yang mereka pikul.
Materi kemudian berlanjut pada panduan teknis yang sangat detail, membahas Pedoman Organisasi Muhammadiyah. “Kami bedah mulai dari penomoran surat yang benar, hingga bagian-bagian surat yang lain secara detail. Ini adalah fondasi agar surat-menyurat kita seragam dan sesuai dengan kaidah persyarikatan,” terang Teguh Anshori.
Suasana pelatihan berlangsung sangat hidup. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi, aktif mengikuti setiap sesi pemaparan, dan terlibat dalam diskusi yang interaktif. Berbagai pertanyaan teknis dan strategis dilayangkan, menunjukkan komitmen mereka untuk segera mengimplementasikan ilmu yang didapat.
Kegiatan ini merupakan bukti nyata sinergi antara amal usaha dan pimpinan persyarikatan. Pimpinan PCM Kebakkramat berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas tata kelola organisasi di tingkat ranting dan cabang, sejalan dengan tuntutan zaman digital.
Melalui sinergi antara pelatihan administrasi konvensional yang kuat dan penguasaan teknologi KTAM, PCM Kebakkramat siap melangkah maju menuju organisasi yang lebih tertib, efisien, dan profesional.
Kontributor : Agus Supardi (085221302389)




