{"id":24601,"date":"2025-02-27T15:10:16","date_gmt":"2025-02-27T08:10:16","guid":{"rendered":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/?p=24601"},"modified":"2025-02-27T15:12:05","modified_gmt":"2025-02-27T08:12:05","slug":"perang-narasi-di-tengah-aksi-suara-mahasiswa-perlu-disikapi-rasional-dan-dialogis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/perang-narasi-di-tengah-aksi-suara-mahasiswa-perlu-disikapi-rasional-dan-dialogis\/","title":{"rendered":"Perang Narasi di Tengah Aksi, Suara Mahasiswa Perlu Disikapi Rasional dan Dialogis"},"content":{"rendered":"<p><strong>ums.ac.id, SURAKARTA<\/strong> \u2013 Masih dalam suasana dinamika negara yang penuh persoalan, akhir-akhir ini mulai terjadi perang narasi Indonesia Gelap versus Indonesia Terang. Dilansir dari Tempo.co (27\/2) kondisi ini muncul sejak unjuk rasa mahasiswa dan masyarakat ramai di media sosial dengan tagar <em><strong>#IndonesiaGelap<\/strong><\/em>. Sedangkan kajian dari Data and Democracy Research Hub, Monash University Indonesia, menyebut bahwa narasi tandingan #IndonesiaTerang dibagikan oleh stakeholder yang memiliki posisi strategis.<\/p>\n<p>Co-Director Data and Democracy Research Hub, Ika Idris menyebut alih alih menggunakan kritik publik sebagai masukan yang berharga, pemerintah justru menangkis kritik tersebut dengan membangun narasi tandingan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_24602\" aria-describedby=\"caption-attachment-24602\" style=\"width: 1920px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-24602\" src=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/02\/Perang-Narasi-di-Tengah-Aksi-Suara-Mahasiswa-Perlu-Disikapi-Rasional-dan-Dialogis.jpg\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"1080\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-24602\" class=\"wp-caption-text\">Prof. Dr. Aidul Fitriciada Azhari, M.Hum.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Sedangkan tanggapan dari Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sekaligus mantan Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan menurut pewartaan dari media CNNIndonesia menanggapi aksi #IndonesiaGelap saat demonstrasi, justru dengan kalimat \u201cKalau ada yang bilang Indonesia gelap, yang gelap kau bukan Indonesia\u201d.<\/p>\n<p>Kritik tajam dari mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah ini diwujudkan dalam gerakan demonstrasi dengan tagar #IndonesiaGelap, baik dilakukan melalui media sosial maupun aksi turun ke jalan. Menurut Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), <strong>Prof. Dr. Aidul Fitriciada Azhari, M.Hum.<\/strong>, pemilihan kata tersebut mencerminkan kekhawatiran mahasiswa terhadap masa depan yang suram.<\/p>\n<p>Demonstrasi mahasiswa yang berlangsung berhari-hari ini mendapatkan beragam respons dari berbagai pihak, termasuk dari pemerintah. Guru Besar UMS itu menegaskan bahwa aksi demonstrasi merupakan bagian dari partisipasi publik yang bermakna dan tidak semestinya dicurigai sebagai gerakan yang ditunggangi oleh pihak tertentu.<\/p>\n<figure id=\"attachment_24605\" aria-describedby=\"caption-attachment-24605\" style=\"width: 1600px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-24605\" src=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-02-27-at-09.58.59.jpeg\" alt=\"\" width=\"1600\" height=\"900\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-24605\" class=\"wp-caption-text\">Seruan Indonesia Gelap oleh mahasiswa (17\/2) di Jakarta. Dokumentasi jackjackparrr di X<\/figcaption><\/figure>\n<p>Belum lagi tudingan bahwa Aksi Mahasiswa yang ditunggangi lembaga tertentu. Dilansir dari Suara.com (27\/2), narasi aksi mahasiswa #IndonesiaGelap disebut dimanfaatkan dan ditunggangi oleh lembaga swadaya masyarakat.<br \/>\nNamun, melansir hasil verifikasi Tempo, diketahui bahwa narasi tersebut tidak memiliki bukti-bukti akurat. Aksi #IndonesiaGelap merupakan aksi massa yang melibatkan beragam kelompok masyarakat sipil. Aksi ini tidak terkait dengan pendanaan dari USAID yang telah ditutup oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.<\/p>\n<p>\u201cDemonstrasi dilakukan di ruang publik dan itu adalah sesuatu yang baik. Tidak mesti dicurigai sebagai bentuk penunggangan atau gerakan yang dibayar. Yang terpenting adalah bagaimana demonstrasi itu digunakan untuk menyalurkan aspirasi dan pemikiran di ruang publik secara terbuka,\u201d ujar Kaprodi Program studi Magister Ilmu Hukum UMS itu.<\/p>\n<p>Ia juga menekankan bahwa dalam konsep meaningful participation atau partisipasi bermakna, publik termasuk mahasiswa memiliki hak untuk didengar (right to be heard), hak untuk dipertimbangkan pemikirannya (right to be considered), serta hak untuk mendapatkan penjelasan dari pemerintah (right to be explained).<\/p>\n<p>Oleh karena itu, menurutnya, respons pemerintah terhadap aksi mahasiswa seharusnya bersifat rasional dan dialogis, bukan dengan mobilisasi opini yang justru mendiskreditkan gerakan tersebut.<\/p>\n<p>\u201cGerakan mahasiswa, sekalipun ada yang mencoba memanfaatkannya, tetap merupakan bagian dari artikulasi aspirasi. Mahasiswa melakukannya dalam bentuk pemikiran, bukan anarki. Mereka menawarkan tuntutan dan pemikiran, maka jawablah dengan dialog yang rasional,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Terkait dengan pernyataan beberapa pihak yang menanggapi aksi mahasiswa dengan menyebut situasi Indonesia \u201cgelap\u201d, Aidul menilai bahwa hal tersebut seharusnya menjadi bahan diskusi yang lebih dalam.<\/p>\n<p>\u201cJika mahasiswa mengatakan Indonesia gelap, tanyakan kepada mereka mengapa mereka berpendapat demikian. Saya kira yang mereka maksud adalah mereka tidak melihat titik terang dalam pemerintahan saat ini yang bisa memberikan jaminan kehidupan bagi mereka,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa mahasiswa saat ini berada pada fase persiapan memasuki dunia kerja dan membutuhkan kepastian akan masa depan mereka.<\/p>\n<p>\u201cMereka menuntut pekerjaan, menuntut masa depan yang lebih baik. Namun, jika situasinya dipenuhi korupsi, oligarki yang semakin dominan, dan kelas menengah semakin tertekan, maka wajar jika mereka menyuarakan ketidakpuasan,\u201d pungkasnya. (Fika\/Humas)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ums.ac.id, SURAKARTA \u2013 Masih dalam suasana dinamika negara yang penuh persoalan, akhir-akhir ini mulai terjadi perang narasi Indonesia Gelap versus Indonesia Terang. Dilansir dari Tempo.co (27\/2) kondisi ini muncul sejak unjuk rasa mahasiswa dan masyarakat ramai di media sosial dengan tagar #IndonesiaGelap. Sedangkan kajian dari Data and Democracy Research Hub, Monash University Indonesia, menyebut bahwa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":24604,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,10],"tags":[176,9,11],"class_list":["post-24601","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-opini","tag-fhip","tag-opini","tag-terkini","entry","has-media"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Perang Narasi di Tengah Aksi, Suara Mahasiswa Perlu Disikapi Rasional dan Dialogis - Berita UMS<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/perang-narasi-di-tengah-aksi-suara-mahasiswa-perlu-disikapi-rasional-dan-dialogis\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perang Narasi di Tengah Aksi, Suara Mahasiswa Perlu Disikapi Rasional dan Dialogis - Berita UMS\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ums.ac.id, SURAKARTA \u2013 Masih dalam suasana dinamika negara yang penuh persoalan, akhir-akhir ini mulai terjadi perang narasi Indonesia Gelap versus Indonesia Terang. Dilansir dari Tempo.co (27\/2) kondisi ini muncul sejak unjuk rasa mahasiswa dan masyarakat ramai di media sosial dengan tagar #IndonesiaGelap. Sedangkan kajian dari Data and Democracy Research Hub, Monash University Indonesia, menyebut bahwa [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/perang-narasi-di-tengah-aksi-suara-mahasiswa-perlu-disikapi-rasional-dan-dialogis\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita UMS\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/umsofficialid\/?locale=id_ID\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-02-27T08:10:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-02-27T08:12:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-02-27-at-09.55.59.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"900\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Humas UMS\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Humas UMS\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/perang-narasi-di-tengah-aksi-suara-mahasiswa-perlu-disikapi-rasional-dan-dialogis\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/perang-narasi-di-tengah-aksi-suara-mahasiswa-perlu-disikapi-rasional-dan-dialogis\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Humas UMS\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7\"},\"headline\":\"Perang Narasi di Tengah Aksi, Suara Mahasiswa Perlu Disikapi Rasional dan Dialogis\",\"datePublished\":\"2025-02-27T08:10:16+00:00\",\"dateModified\":\"2025-02-27T08:12:05+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/perang-narasi-di-tengah-aksi-suara-mahasiswa-perlu-disikapi-rasional-dan-dialogis\\\/\"},\"wordCount\":593,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/perang-narasi-di-tengah-aksi-suara-mahasiswa-perlu-disikapi-rasional-dan-dialogis\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2025\\\/02\\\/WhatsApp-Image-2025-02-27-at-09.55.59.jpeg\",\"keywords\":[\"Fakultas Hukum dan Ilmu Politik\",\"Opini\",\"Terkini\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Opini\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/perang-narasi-di-tengah-aksi-suara-mahasiswa-perlu-disikapi-rasional-dan-dialogis\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/perang-narasi-di-tengah-aksi-suara-mahasiswa-perlu-disikapi-rasional-dan-dialogis\\\/\",\"name\":\"Perang Narasi di Tengah Aksi, Suara Mahasiswa Perlu Disikapi Rasional dan Dialogis - Berita UMS\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/perang-narasi-di-tengah-aksi-suara-mahasiswa-perlu-disikapi-rasional-dan-dialogis\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/perang-narasi-di-tengah-aksi-suara-mahasiswa-perlu-disikapi-rasional-dan-dialogis\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2025\\\/02\\\/WhatsApp-Image-2025-02-27-at-09.55.59.jpeg\",\"datePublished\":\"2025-02-27T08:10:16+00:00\",\"dateModified\":\"2025-02-27T08:12:05+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/perang-narasi-di-tengah-aksi-suara-mahasiswa-perlu-disikapi-rasional-dan-dialogis\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/perang-narasi-di-tengah-aksi-suara-mahasiswa-perlu-disikapi-rasional-dan-dialogis\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/perang-narasi-di-tengah-aksi-suara-mahasiswa-perlu-disikapi-rasional-dan-dialogis\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2025\\\/02\\\/WhatsApp-Image-2025-02-27-at-09.55.59.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2025\\\/02\\\/WhatsApp-Image-2025-02-27-at-09.55.59.jpeg\",\"width\":1600,\"height\":900,\"caption\":\"Seruan Indonesia Gelap oleh mahasiswa (17\\\/2) di Jakarta. Dokumentasi jackjackparrr di X\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/perang-narasi-di-tengah-aksi-suara-mahasiswa-perlu-disikapi-rasional-dan-dialogis\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Perang Narasi di Tengah Aksi, Suara Mahasiswa Perlu Disikapi Rasional dan Dialogis\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Berita UMS\",\"description\":\"Mencerahkan Unggul Mendunia\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Berita UMS\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2021\\\/08\\\/logo-news-ums-v2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2021\\\/08\\\/logo-news-ums-v2.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"Berita UMS\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/umsofficialid\\\/?locale=id_ID\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7\",\"name\":\"Humas UMS\",\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/news.ums.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/author\\\/adn466\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perang Narasi di Tengah Aksi, Suara Mahasiswa Perlu Disikapi Rasional dan Dialogis - Berita UMS","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/perang-narasi-di-tengah-aksi-suara-mahasiswa-perlu-disikapi-rasional-dan-dialogis\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Perang Narasi di Tengah Aksi, Suara Mahasiswa Perlu Disikapi Rasional dan Dialogis - Berita UMS","og_description":"ums.ac.id, SURAKARTA \u2013 Masih dalam suasana dinamika negara yang penuh persoalan, akhir-akhir ini mulai terjadi perang narasi Indonesia Gelap versus Indonesia Terang. Dilansir dari Tempo.co (27\/2) kondisi ini muncul sejak unjuk rasa mahasiswa dan masyarakat ramai di media sosial dengan tagar #IndonesiaGelap. Sedangkan kajian dari Data and Democracy Research Hub, Monash University Indonesia, menyebut bahwa [&hellip;]","og_url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/perang-narasi-di-tengah-aksi-suara-mahasiswa-perlu-disikapi-rasional-dan-dialogis\/","og_site_name":"Berita UMS","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/umsofficialid\/?locale=id_ID","article_published_time":"2025-02-27T08:10:16+00:00","article_modified_time":"2025-02-27T08:12:05+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":900,"url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-02-27-at-09.55.59.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Humas UMS","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Humas UMS","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/perang-narasi-di-tengah-aksi-suara-mahasiswa-perlu-disikapi-rasional-dan-dialogis\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/perang-narasi-di-tengah-aksi-suara-mahasiswa-perlu-disikapi-rasional-dan-dialogis\/"},"author":{"name":"Humas UMS","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7"},"headline":"Perang Narasi di Tengah Aksi, Suara Mahasiswa Perlu Disikapi Rasional dan Dialogis","datePublished":"2025-02-27T08:10:16+00:00","dateModified":"2025-02-27T08:12:05+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/perang-narasi-di-tengah-aksi-suara-mahasiswa-perlu-disikapi-rasional-dan-dialogis\/"},"wordCount":593,"publisher":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/perang-narasi-di-tengah-aksi-suara-mahasiswa-perlu-disikapi-rasional-dan-dialogis\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-02-27-at-09.55.59.jpeg","keywords":["Fakultas Hukum dan Ilmu Politik","Opini","Terkini"],"articleSection":["Berita","Opini"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/perang-narasi-di-tengah-aksi-suara-mahasiswa-perlu-disikapi-rasional-dan-dialogis\/","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/perang-narasi-di-tengah-aksi-suara-mahasiswa-perlu-disikapi-rasional-dan-dialogis\/","name":"Perang Narasi di Tengah Aksi, Suara Mahasiswa Perlu Disikapi Rasional dan Dialogis - Berita UMS","isPartOf":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/perang-narasi-di-tengah-aksi-suara-mahasiswa-perlu-disikapi-rasional-dan-dialogis\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/perang-narasi-di-tengah-aksi-suara-mahasiswa-perlu-disikapi-rasional-dan-dialogis\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-02-27-at-09.55.59.jpeg","datePublished":"2025-02-27T08:10:16+00:00","dateModified":"2025-02-27T08:12:05+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/perang-narasi-di-tengah-aksi-suara-mahasiswa-perlu-disikapi-rasional-dan-dialogis\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/perang-narasi-di-tengah-aksi-suara-mahasiswa-perlu-disikapi-rasional-dan-dialogis\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/perang-narasi-di-tengah-aksi-suara-mahasiswa-perlu-disikapi-rasional-dan-dialogis\/#primaryimage","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-02-27-at-09.55.59.jpeg","contentUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-02-27-at-09.55.59.jpeg","width":1600,"height":900,"caption":"Seruan Indonesia Gelap oleh mahasiswa (17\/2) di Jakarta. Dokumentasi jackjackparrr di X"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/perang-narasi-di-tengah-aksi-suara-mahasiswa-perlu-disikapi-rasional-dan-dialogis\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Perang Narasi di Tengah Aksi, Suara Mahasiswa Perlu Disikapi Rasional dan Dialogis"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/","name":"Berita UMS","description":"Mencerahkan Unggul Mendunia","publisher":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#organization","name":"Berita UMS","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/08\/logo-news-ums-v2.jpg","contentUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/08\/logo-news-ums-v2.jpg","width":1920,"height":1080,"caption":"Berita UMS"},"image":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/umsofficialid\/?locale=id_ID"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7","name":"Humas UMS","sameAs":["http:\/\/news.ums.ac.id"],"url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/author\/adn466\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24601","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24601"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24601\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24608,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24601\/revisions\/24608"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24604"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24601"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24601"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24601"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}