{"id":26419,"date":"2025-05-24T10:12:37","date_gmt":"2025-05-24T03:12:37","guid":{"rendered":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/?p=26419"},"modified":"2025-05-24T10:14:22","modified_gmt":"2025-05-24T03:14:22","slug":"kenali-gejala-skizofrenia-psikolog-ums-tegaskan-beda-dengan-stres-biasa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/kenali-gejala-skizofrenia-psikolog-ums-tegaskan-beda-dengan-stres-biasa\/","title":{"rendered":"Kenali Gejala Skizofrenia, Psikolog UMS Tegaskan Beda dengan Stres Biasa"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/www.ums.ac.id\/\">ums.ac.id, SURAKARTA<\/a> &#8211; Gangguan skizofrenia kerap disalahpahami sebagai bentuk stres berat atau kecemasan yang ekstrem. Namun, menurut dosen Psikologi Setiyo Purwanto, S.Psi., M.Si., Psikolog dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), mengungkapkan bahwa skizofrenia merupakan gangguan serius yang berbeda secara mendasar dari stres biasa.<\/p>\n<p>\u201cKalau stres biasa, orang masih mampu mengendalikan perilaku dan pikirannya, meskipun kadang overthinking,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Sementara pada skizofrenia, sudah terjadi kekacauan pikiran. Seseorang tidak mampu membedakan antara kenyataan dan imajinasi,\u201d ujar Setiyo Purwanto, Sabtu (24\/5).<\/p>\n<figure id=\"attachment_26421\" aria-describedby=\"caption-attachment-26421\" style=\"width: 1920px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-26421 size-full\" src=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/05\/fotoweb-51.jpg\" alt=\"Dosen Psikologi UMS, Setiyo Purwanto, S.Psi., M.Si. (Foto: Luqman Hakim)\" width=\"1920\" height=\"1080\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-26421\" class=\"wp-caption-text\">Dosen Psikologi Setiyo Purwanto, S.Psi., M.Si. (Foto: Luqman Hakim)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Menurutnya, gejala umum skizofrenia meliputi halusinasi pendengaran dan penglihatan, delusi atau waham, hingga kecurigaan yang tinggi terhadap lingkungan sekitar.<\/p>\n<p>\u201cAda yang mengaku jadi nabi, atau menganggap dirinya bukan dirinya sendiri. Itu delusi yang tidak bisa dikoreksi,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Setiyo menjelaskan, skizofrenia tidak serta-merta muncul saat dewasa, namun merupakan akumulasi dari berbagai faktor sejak kecil, seperti genetik, pola asuh, dan pengalaman hidup. Lingkungan kampus dengan tekanan tugas, pergaulan, atau konflik sosial bisa menjadi pemicu munculnya gangguan ini.<\/p>\n<p>\u201cMahasiswa bisa menunjukkan gejala seperti bicara kacau, menarik diri dari lingkungan, atau tampak sering melamun. Hal-hal seperti putus cinta atau skripsi ditolak bisa jadi pemicu utama,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Peran media sosial pun disebut turut memengaruhi persepsi dan kondisi psikis individu.<\/p>\n<p>Banyak mahasiswa cenderung melakukan self-diagnosis berdasarkan konten di TikTok atau Instagram, dan tanpa sadar melabeli diri sendiri mengalami gangguan tertentu.<\/p>\n<p>\u201cSelf-diagnosis boleh saja, tapi harus dikonsultasikan ke profesional. Kalau tidak, justru memperparah keadaan karena mereka merasa cocok-cocokan dengan apa yang dilihat di media,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Masih banyak stigma di masyarakat yang mengaitkan gangguan jiwa dengan lemahnya iman atau kurangnya ketakwaan.<\/p>\n<p>\u201cPadahal skizofrenia itu seperti penyakit fisik. Ada gangguan neurotransmitter di otak, dan harus ditangani secara medis,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, langkah awal penanganan harus dimulai dari psikolog, bukan langsung ke psikiater.<\/p>\n<p>\u201cPsikolog akan melakukan asesmen awal dan memberi intervensi. Kalau perlu obat, baru dirujuk ke psikiater,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>UMS sendiri telah menyediakan berbagai layanan kesehatan mental seperti Student Mental Health &amp; Wellbeing Support (SMHWS), Biro Konsultasi dan Pemeriksaan Psikologis (BKPP), serta Muhammadiyah Medical Center (MMC). Fasilitas ini dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk mencegah gangguan mental sejak dini.<\/p>\n<p>\u201cStres sedikit jangan dipendam. Ceritakan. Sharing itu membuat lebih lega dan menjaga proses belajar tetap optimal,\u201d pesan Setiyo.<\/p>\n<p>Dalam momentum Hari Skizofrenia Sedunia yang diperingati pada tanggal 24 Mei ini, ia juga mengajak mahasiswa untuk saling peduli dan peka terhadap teman-teman yang menunjukkan tanda-tanda gangguan mental.<\/p>\n<p>\u201cDengarkan, beri empati, dan jangan justru menjauhi,\u201d tutupnya. (Fika\/Humas)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ums.ac.id, SURAKARTA &#8211; Gangguan skizofrenia kerap disalahpahami sebagai bentuk stres berat atau kecemasan yang ekstrem. Namun, menurut dosen Psikologi Setiyo Purwanto, S.Psi., M.Si., Psikolog dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), mengungkapkan bahwa skizofrenia merupakan gangguan serius yang berbeda secara mendasar dari stres biasa. \u201cKalau stres biasa, orang masih mampu mengendalikan perilaku dan pikirannya, meskipun kadang overthinking,\u201d [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":26420,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,287],"tags":[173,279,9,11],"class_list":["post-26419","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-kata-pakar","tag-psikologi","tag-kata-pakar","tag-opini","tag-terkini","entry","has-media"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kenali Gejala Skizofrenia, Psikolog UMS Tegaskan Beda dengan Stres Biasa - Berita UMS<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/kenali-gejala-skizofrenia-psikolog-ums-tegaskan-beda-dengan-stres-biasa\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kenali Gejala Skizofrenia, Psikolog UMS Tegaskan Beda dengan Stres Biasa - Berita UMS\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ums.ac.id, SURAKARTA &#8211; Gangguan skizofrenia kerap disalahpahami sebagai bentuk stres berat atau kecemasan yang ekstrem. Namun, menurut dosen Psikologi Setiyo Purwanto, S.Psi., M.Si., Psikolog dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), mengungkapkan bahwa skizofrenia merupakan gangguan serius yang berbeda secara mendasar dari stres biasa. \u201cKalau stres biasa, orang masih mampu mengendalikan perilaku dan pikirannya, meskipun kadang overthinking,\u201d [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/kenali-gejala-skizofrenia-psikolog-ums-tegaskan-beda-dengan-stres-biasa\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita UMS\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/umsofficialid\/?locale=id_ID\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-05-24T03:12:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-24T03:14:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/05\/fotoweb-2-38.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Humas UMS\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Humas UMS\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/kenali-gejala-skizofrenia-psikolog-ums-tegaskan-beda-dengan-stres-biasa\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/kenali-gejala-skizofrenia-psikolog-ums-tegaskan-beda-dengan-stres-biasa\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Humas UMS\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7\"},\"headline\":\"Kenali Gejala Skizofrenia, Psikolog UMS Tegaskan Beda dengan Stres Biasa\",\"datePublished\":\"2025-05-24T03:12:37+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-24T03:14:22+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/kenali-gejala-skizofrenia-psikolog-ums-tegaskan-beda-dengan-stres-biasa\\\/\"},\"wordCount\":419,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/kenali-gejala-skizofrenia-psikolog-ums-tegaskan-beda-dengan-stres-biasa\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2025\\\/05\\\/fotoweb-2-38.jpg\",\"keywords\":[\"Fakultas Psikologi\",\"Kata Pakar\",\"Opini\",\"Terkini\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Kata Pakar\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/kenali-gejala-skizofrenia-psikolog-ums-tegaskan-beda-dengan-stres-biasa\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/kenali-gejala-skizofrenia-psikolog-ums-tegaskan-beda-dengan-stres-biasa\\\/\",\"name\":\"Kenali Gejala Skizofrenia, Psikolog UMS Tegaskan Beda dengan Stres Biasa - Berita UMS\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/kenali-gejala-skizofrenia-psikolog-ums-tegaskan-beda-dengan-stres-biasa\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/kenali-gejala-skizofrenia-psikolog-ums-tegaskan-beda-dengan-stres-biasa\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2025\\\/05\\\/fotoweb-2-38.jpg\",\"datePublished\":\"2025-05-24T03:12:37+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-24T03:14:22+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/kenali-gejala-skizofrenia-psikolog-ums-tegaskan-beda-dengan-stres-biasa\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/kenali-gejala-skizofrenia-psikolog-ums-tegaskan-beda-dengan-stres-biasa\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/kenali-gejala-skizofrenia-psikolog-ums-tegaskan-beda-dengan-stres-biasa\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2025\\\/05\\\/fotoweb-2-38.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2025\\\/05\\\/fotoweb-2-38.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"Ilustrasi sesorang yang banyak fikiran. Foto: Unsplash\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/kenali-gejala-skizofrenia-psikolog-ums-tegaskan-beda-dengan-stres-biasa\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kenali Gejala Skizofrenia, Psikolog UMS Tegaskan Beda dengan Stres Biasa\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Berita UMS\",\"description\":\"Mencerahkan Unggul Mendunia\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Berita UMS\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2021\\\/08\\\/logo-news-ums-v2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2021\\\/08\\\/logo-news-ums-v2.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"Berita UMS\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/umsofficialid\\\/?locale=id_ID\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7\",\"name\":\"Humas UMS\",\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/news.ums.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/author\\\/adn466\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kenali Gejala Skizofrenia, Psikolog UMS Tegaskan Beda dengan Stres Biasa - Berita UMS","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/kenali-gejala-skizofrenia-psikolog-ums-tegaskan-beda-dengan-stres-biasa\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kenali Gejala Skizofrenia, Psikolog UMS Tegaskan Beda dengan Stres Biasa - Berita UMS","og_description":"ums.ac.id, SURAKARTA &#8211; Gangguan skizofrenia kerap disalahpahami sebagai bentuk stres berat atau kecemasan yang ekstrem. Namun, menurut dosen Psikologi Setiyo Purwanto, S.Psi., M.Si., Psikolog dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), mengungkapkan bahwa skizofrenia merupakan gangguan serius yang berbeda secara mendasar dari stres biasa. \u201cKalau stres biasa, orang masih mampu mengendalikan perilaku dan pikirannya, meskipun kadang overthinking,\u201d [&hellip;]","og_url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/kenali-gejala-skizofrenia-psikolog-ums-tegaskan-beda-dengan-stres-biasa\/","og_site_name":"Berita UMS","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/umsofficialid\/?locale=id_ID","article_published_time":"2025-05-24T03:12:37+00:00","article_modified_time":"2025-05-24T03:14:22+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/05\/fotoweb-2-38.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Humas UMS","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Humas UMS","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/kenali-gejala-skizofrenia-psikolog-ums-tegaskan-beda-dengan-stres-biasa\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/kenali-gejala-skizofrenia-psikolog-ums-tegaskan-beda-dengan-stres-biasa\/"},"author":{"name":"Humas UMS","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7"},"headline":"Kenali Gejala Skizofrenia, Psikolog UMS Tegaskan Beda dengan Stres Biasa","datePublished":"2025-05-24T03:12:37+00:00","dateModified":"2025-05-24T03:14:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/kenali-gejala-skizofrenia-psikolog-ums-tegaskan-beda-dengan-stres-biasa\/"},"wordCount":419,"publisher":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/kenali-gejala-skizofrenia-psikolog-ums-tegaskan-beda-dengan-stres-biasa\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/05\/fotoweb-2-38.jpg","keywords":["Fakultas Psikologi","Kata Pakar","Opini","Terkini"],"articleSection":["Berita","Kata Pakar"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/kenali-gejala-skizofrenia-psikolog-ums-tegaskan-beda-dengan-stres-biasa\/","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/kenali-gejala-skizofrenia-psikolog-ums-tegaskan-beda-dengan-stres-biasa\/","name":"Kenali Gejala Skizofrenia, Psikolog UMS Tegaskan Beda dengan Stres Biasa - Berita UMS","isPartOf":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/kenali-gejala-skizofrenia-psikolog-ums-tegaskan-beda-dengan-stres-biasa\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/kenali-gejala-skizofrenia-psikolog-ums-tegaskan-beda-dengan-stres-biasa\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/05\/fotoweb-2-38.jpg","datePublished":"2025-05-24T03:12:37+00:00","dateModified":"2025-05-24T03:14:22+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/kenali-gejala-skizofrenia-psikolog-ums-tegaskan-beda-dengan-stres-biasa\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/kenali-gejala-skizofrenia-psikolog-ums-tegaskan-beda-dengan-stres-biasa\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/kenali-gejala-skizofrenia-psikolog-ums-tegaskan-beda-dengan-stres-biasa\/#primaryimage","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/05\/fotoweb-2-38.jpg","contentUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/05\/fotoweb-2-38.jpg","width":1920,"height":1080,"caption":"Ilustrasi sesorang yang banyak fikiran. Foto: Unsplash"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/kenali-gejala-skizofrenia-psikolog-ums-tegaskan-beda-dengan-stres-biasa\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kenali Gejala Skizofrenia, Psikolog UMS Tegaskan Beda dengan Stres Biasa"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/","name":"Berita UMS","description":"Mencerahkan Unggul Mendunia","publisher":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#organization","name":"Berita UMS","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/08\/logo-news-ums-v2.jpg","contentUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/08\/logo-news-ums-v2.jpg","width":1920,"height":1080,"caption":"Berita UMS"},"image":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/umsofficialid\/?locale=id_ID"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7","name":"Humas UMS","sameAs":["http:\/\/news.ums.ac.id"],"url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/author\/adn466\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26419","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26419"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26419\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26424,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26419\/revisions\/26424"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26420"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26419"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26419"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26419"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}