{"id":27970,"date":"2025-02-25T21:57:22","date_gmt":"2025-02-25T14:57:22","guid":{"rendered":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/?p=27970"},"modified":"2025-07-13T13:00:00","modified_gmt":"2025-07-13T06:00:00","slug":"guru-besar-ums-risiko-bencana-di-indonesia-masih-saja-tinggi-lebih-dari-100-tahun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/media-online\/guru-besar-ums-risiko-bencana-di-indonesia-masih-saja-tinggi-lebih-dari-100-tahun\/","title":{"rendered":"Guru Besar UMS: Risiko Bencana di Indonesia Masih Saja Tinggi Lebih dari 100 Tahun"},"content":{"rendered":"<div id=\"content-wrapper\" class=\"max-lg:container xl\">\n<figure style=\"width: 720px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full\" src=\"https:\/\/statik.tempo.co\/data\/2025\/01\/31\/id_1373758\/1373758_720.jpg\" alt=\"Warga berjalan di sekitar rumahnya yang tergenang banjir di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, 31 Januari 2025. Berdasarkan data BPBD Kota Pekalongan pada 31 Januari, banjir yang terjadi karena limpasan Sungai Bremi dan curah hujan tinggi sejak dua hari lalu itu berdampak genangan air setinggi sekitar 10-80 cm dengan warga mengungsi sebanyak 353 orang. Antara\/Harviyan Perdana Putra\" width=\"720\" height=\"405\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Warga berjalan di sekitar rumahnya yang tergenang banjir di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, 31 Januari 2025. Berdasarkan data BPBD Kota Pekalongan pada 31 Januari, banjir yang terjadi karena limpasan Sungai Bremi dan curah hujan tinggi sejak dua hari lalu itu berdampak genangan air setinggi sekitar 10-80 cm dengan warga mengungsi sebanyak 353 orang. Antara\/Harviyan Perdana Putra<\/figcaption><\/figure>\n<p><b>TEMPO.CO<\/b>,\u00a0<b>Solo<\/b>\u00a0&#8211; Meskipun Indonesia telah berpengalaman menghadapi\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/tag\/bencana\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bencana<\/a><\/strong>\u00a0selama lebih dari 100 tahun, risiko bencana di Indonesia masih saja tinggi. Logikanya, semakin banyak pengalaman, seharusnya risiko semakin menurun.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\" class=\"max-lg:container xl\">\n<p>&#8220;Namun, kenyataannya tidak demikian,\u201d kata Muzakar Isa dalam pengukuhannya sebagai\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/tag\/guru-besar\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Guru Besar<\/a><\/strong>\u00a0Ilmu Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (<strong><a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/tag\/ums\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UMS<\/a><\/strong>) pada Selasa, 25 Februari 2025.<\/p>\n<p>Muzakar Isa mengatakan bahwa penelitiannya dilatarbelakangi kondisi Indonesia yang merupakan salah satu negara dengan tingkat risiko bencana yang tinggi. Sejak 1815 hingga Januari 2025, kata dia, telah tercatat sebanyak 49.300 kejadian bencana alam.<\/p>\n<div id=\"content-wrapper\" class=\"max-lg:container xl\">\n<p>Menurutnya, pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan telah melakukan berbagai strategi dan program, tetapi masih ada aspek yang belum lengkap. Hal inilah yang diaku menjadi dasar disertasinya, yang kemudian berhasil dipublikasikan di berbagai jurnal internasional bereputasi, dengan total sekitar 12 artikel terindeks Scopus.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\" class=\"max-lg:container xl\">\n<p>Dalam penelitiannya, Muzakar Isa mengungkap mengkaji bagaimana ketahanan bencana harus disesuaikan dengan kondisi geografis. Berdasarkan hasil risetnya, wilayah pesisir, khususnya di Jawa Tengah, lebih rentan terhadap bencana banjir dibandingkan dengan wilayah non-pesisir. &#8220;Kajian di pesisir utara menunjukkan bahwa aspek eksposur, kondisi fisik, dan populasi sangat berpengaruh terhadap tingkat kerentanan,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<div id=\"content-wrapper\" class=\"max-lg:container xl paywall-content\">\n<p>Sementara itu, penelitian di wilayah non-pesisir, seperti Kabupaten Klaten yang dialiri Sungai Bengawan Solo, menunjukkan bahwa pertemuan sungai besar sering menyebabkan banjir parah. Dengan demikian, strategi mitigasi yang diterapkan di pesisir dan non-pesisir, kata dia, harus berbeda.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\" class=\"max-lg:container xl paywall-content\">\n<p>Dia juga menyatakan bahwa dalam upaya pengurangan risiko bencana, aspek kelembagaan masih menjadi titik lemah di Indonesia. Ia menyoroti bagaimana kurangnya aturan yang jelas dalam menghadapi bencana sering kali menyebabkan respons yang tidak efektif.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\" class=\"max-lg:container xl paywall-content\">\n<p>\u201cKita lihat saja, saat terjadi erupsi Gunung Merapi di Boyolali, banyak orang datang hanya untuk sekadar menonton atau bahkan swafoto. Fenomena ini menunjukkan lemahnya regulasi dan koordinasi kelembagaan dalam situasi darurat,\u201d ucap dia.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\" class=\"max-lg:container xl paywall-content\">\n<p>Sebagai solusi, ia menekankan pentingnya memperkuat kelembagaan dalam manajemen bencana, baik dalam perencanaan mitigasi maupun dalam respons terhadap bencana. Dengan sistem kelembagaan yang kuat diharapkan risiko bencana dapat diminimalisir dan masyarakat dapat lebih siap dalam menghadapi berbagai ancaman.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\" class=\"max-lg:container xl paywall-content\">\n<p>Sidang Terbuka Senat UMS hari ini juga mengukuhkan dosen lainnya, Jati Waskito, sebagai Guru Besar Ilmu Kepemimpinan Organisasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS. Dalam orasi ilmiahnya, Jati Waskito memaparkan pentingnya perilaku organisasi dan manajemen sumber daya manusia dalam meningkatkan efektivitas kerja karyawan.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\" class=\"max-lg:container xl paywall-content\">\n<p>Rektor UMS Sofyan Anif mengatakan, pengukuhan dua hari ini membuat jumlah Guru Besar UMS total sebanyak 59 orang. Ia mengatakan UMS terus berupaya mencapai tujuan untuk menjadi World Class University (WCU).\u00a0\u201cMudah-mudahan pada 2029 UMS akan menjadi Leading World Class University dengan target 25 persen profesor, dan saat ini kami sudah berada di jalur yang tepat,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Sumber: <a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/sains\/guru-besar-ums-risiko-bencana-di-indonesia-masih-saja-tinggi-lebih-dari-100-tahun-1212053\">https:\/\/www.tempo.co\/sains\/guru-besar-ums-risiko-bencana-di-indonesia-masih-saja-tinggi-lebih-dari-100-tahun-1212053<\/a><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TEMPO.CO,\u00a0Solo\u00a0&#8211; Meskipun Indonesia telah berpengalaman menghadapi\u00a0bencana\u00a0selama lebih dari 100 tahun, risiko bencana di Indonesia masih saja tinggi. Logikanya, semakin banyak pengalaman, seharusnya risiko semakin menurun. &#8220;Namun, kenyataannya tidak demikian,\u201d kata Muzakar Isa dalam pengukuhannya sebagai\u00a0Guru Besar\u00a0Ilmu Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Selasa, 25 Februari 2025. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":10616,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[280],"tags":[298],"class_list":["post-27970","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-media-online","tag-tempo","entry","has-media"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Guru Besar UMS: Risiko Bencana di Indonesia Masih Saja Tinggi Lebih dari 100 Tahun - Berita UMS<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/media-online\/guru-besar-ums-risiko-bencana-di-indonesia-masih-saja-tinggi-lebih-dari-100-tahun\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Guru Besar UMS: Risiko Bencana di Indonesia Masih Saja Tinggi Lebih dari 100 Tahun - Berita UMS\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"TEMPO.CO,\u00a0Solo\u00a0&#8211; Meskipun Indonesia telah berpengalaman menghadapi\u00a0bencana\u00a0selama lebih dari 100 tahun, risiko bencana di Indonesia masih saja tinggi. Logikanya, semakin banyak pengalaman, seharusnya risiko semakin menurun. &#8220;Namun, kenyataannya tidak demikian,\u201d kata Muzakar Isa dalam pengukuhannya sebagai\u00a0Guru Besar\u00a0Ilmu Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Selasa, 25 Februari 2025. [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/media-online\/guru-besar-ums-risiko-bencana-di-indonesia-masih-saja-tinggi-lebih-dari-100-tahun\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita UMS\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/umsofficialid\/?locale=id_ID\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-02-25T14:57:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-13T06:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/02\/tempo-logo.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Humas UMS\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Humas UMS\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/media-online\\\/guru-besar-ums-risiko-bencana-di-indonesia-masih-saja-tinggi-lebih-dari-100-tahun\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/media-online\\\/guru-besar-ums-risiko-bencana-di-indonesia-masih-saja-tinggi-lebih-dari-100-tahun\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Humas UMS\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7\"},\"headline\":\"Guru Besar UMS: Risiko Bencana di Indonesia Masih Saja Tinggi Lebih dari 100 Tahun\",\"datePublished\":\"2025-02-25T14:57:22+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-13T06:00:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/media-online\\\/guru-besar-ums-risiko-bencana-di-indonesia-masih-saja-tinggi-lebih-dari-100-tahun\\\/\"},\"wordCount\":499,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/media-online\\\/guru-besar-ums-risiko-bencana-di-indonesia-masih-saja-tinggi-lebih-dari-100-tahun\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2024\\\/02\\\/tempo-logo.jpg\",\"keywords\":[\"Tempo\"],\"articleSection\":[\"Media Online\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/media-online\\\/guru-besar-ums-risiko-bencana-di-indonesia-masih-saja-tinggi-lebih-dari-100-tahun\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/media-online\\\/guru-besar-ums-risiko-bencana-di-indonesia-masih-saja-tinggi-lebih-dari-100-tahun\\\/\",\"name\":\"Guru Besar UMS: Risiko Bencana di Indonesia Masih Saja Tinggi Lebih dari 100 Tahun - Berita UMS\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/media-online\\\/guru-besar-ums-risiko-bencana-di-indonesia-masih-saja-tinggi-lebih-dari-100-tahun\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/media-online\\\/guru-besar-ums-risiko-bencana-di-indonesia-masih-saja-tinggi-lebih-dari-100-tahun\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2024\\\/02\\\/tempo-logo.jpg\",\"datePublished\":\"2025-02-25T14:57:22+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-13T06:00:00+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/media-online\\\/guru-besar-ums-risiko-bencana-di-indonesia-masih-saja-tinggi-lebih-dari-100-tahun\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/media-online\\\/guru-besar-ums-risiko-bencana-di-indonesia-masih-saja-tinggi-lebih-dari-100-tahun\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/media-online\\\/guru-besar-ums-risiko-bencana-di-indonesia-masih-saja-tinggi-lebih-dari-100-tahun\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2024\\\/02\\\/tempo-logo.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2024\\\/02\\\/tempo-logo.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1080},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/media-online\\\/guru-besar-ums-risiko-bencana-di-indonesia-masih-saja-tinggi-lebih-dari-100-tahun\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Guru Besar UMS: Risiko Bencana di Indonesia Masih Saja Tinggi Lebih dari 100 Tahun\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Berita UMS\",\"description\":\"Mencerahkan Unggul Mendunia\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Berita UMS\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2021\\\/08\\\/logo-news-ums-v2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2021\\\/08\\\/logo-news-ums-v2.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"Berita UMS\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/umsofficialid\\\/?locale=id_ID\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7\",\"name\":\"Humas UMS\",\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/news.ums.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/author\\\/adn466\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Guru Besar UMS: Risiko Bencana di Indonesia Masih Saja Tinggi Lebih dari 100 Tahun - Berita UMS","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/media-online\/guru-besar-ums-risiko-bencana-di-indonesia-masih-saja-tinggi-lebih-dari-100-tahun\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Guru Besar UMS: Risiko Bencana di Indonesia Masih Saja Tinggi Lebih dari 100 Tahun - Berita UMS","og_description":"TEMPO.CO,\u00a0Solo\u00a0&#8211; Meskipun Indonesia telah berpengalaman menghadapi\u00a0bencana\u00a0selama lebih dari 100 tahun, risiko bencana di Indonesia masih saja tinggi. Logikanya, semakin banyak pengalaman, seharusnya risiko semakin menurun. &#8220;Namun, kenyataannya tidak demikian,\u201d kata Muzakar Isa dalam pengukuhannya sebagai\u00a0Guru Besar\u00a0Ilmu Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Selasa, 25 Februari 2025. [&hellip;]","og_url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/media-online\/guru-besar-ums-risiko-bencana-di-indonesia-masih-saja-tinggi-lebih-dari-100-tahun\/","og_site_name":"Berita UMS","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/umsofficialid\/?locale=id_ID","article_published_time":"2025-02-25T14:57:22+00:00","article_modified_time":"2025-07-13T06:00:00+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/02\/tempo-logo.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Humas UMS","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Humas UMS","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/media-online\/guru-besar-ums-risiko-bencana-di-indonesia-masih-saja-tinggi-lebih-dari-100-tahun\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/media-online\/guru-besar-ums-risiko-bencana-di-indonesia-masih-saja-tinggi-lebih-dari-100-tahun\/"},"author":{"name":"Humas UMS","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7"},"headline":"Guru Besar UMS: Risiko Bencana di Indonesia Masih Saja Tinggi Lebih dari 100 Tahun","datePublished":"2025-02-25T14:57:22+00:00","dateModified":"2025-07-13T06:00:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/media-online\/guru-besar-ums-risiko-bencana-di-indonesia-masih-saja-tinggi-lebih-dari-100-tahun\/"},"wordCount":499,"publisher":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/media-online\/guru-besar-ums-risiko-bencana-di-indonesia-masih-saja-tinggi-lebih-dari-100-tahun\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/02\/tempo-logo.jpg","keywords":["Tempo"],"articleSection":["Media Online"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/media-online\/guru-besar-ums-risiko-bencana-di-indonesia-masih-saja-tinggi-lebih-dari-100-tahun\/","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/media-online\/guru-besar-ums-risiko-bencana-di-indonesia-masih-saja-tinggi-lebih-dari-100-tahun\/","name":"Guru Besar UMS: Risiko Bencana di Indonesia Masih Saja Tinggi Lebih dari 100 Tahun - Berita UMS","isPartOf":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/media-online\/guru-besar-ums-risiko-bencana-di-indonesia-masih-saja-tinggi-lebih-dari-100-tahun\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/media-online\/guru-besar-ums-risiko-bencana-di-indonesia-masih-saja-tinggi-lebih-dari-100-tahun\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/02\/tempo-logo.jpg","datePublished":"2025-02-25T14:57:22+00:00","dateModified":"2025-07-13T06:00:00+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/media-online\/guru-besar-ums-risiko-bencana-di-indonesia-masih-saja-tinggi-lebih-dari-100-tahun\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/media-online\/guru-besar-ums-risiko-bencana-di-indonesia-masih-saja-tinggi-lebih-dari-100-tahun\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/media-online\/guru-besar-ums-risiko-bencana-di-indonesia-masih-saja-tinggi-lebih-dari-100-tahun\/#primaryimage","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/02\/tempo-logo.jpg","contentUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2024\/02\/tempo-logo.jpg","width":1920,"height":1080},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/media-online\/guru-besar-ums-risiko-bencana-di-indonesia-masih-saja-tinggi-lebih-dari-100-tahun\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Guru Besar UMS: Risiko Bencana di Indonesia Masih Saja Tinggi Lebih dari 100 Tahun"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/","name":"Berita UMS","description":"Mencerahkan Unggul Mendunia","publisher":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#organization","name":"Berita UMS","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/08\/logo-news-ums-v2.jpg","contentUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/08\/logo-news-ums-v2.jpg","width":1920,"height":1080,"caption":"Berita UMS"},"image":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/umsofficialid\/?locale=id_ID"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7","name":"Humas UMS","sameAs":["http:\/\/news.ums.ac.id"],"url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/author\/adn466\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27970","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27970"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27970\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27971,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27970\/revisions\/27971"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10616"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27970"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27970"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27970"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}