{"id":28638,"date":"2025-08-13T13:56:19","date_gmt":"2025-08-13T06:56:19","guid":{"rendered":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/?p=28638"},"modified":"2025-08-13T13:56:19","modified_gmt":"2025-08-13T06:56:19","slug":"larangan-roblox-untuk-anak-ums-minta-pendampingan-orang-tua-dan-literasi-digital","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/larangan-roblox-untuk-anak-ums-minta-pendampingan-orang-tua-dan-literasi-digital\/","title":{"rendered":"Larangan Roblox untuk Anak, UMS Minta Pendampingan Orang Tua dan Literasi Digital"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/www.ums.ac.id\/\">ums.ac.id, SURAKARTA<\/a> &#8211; Himbauan Mendikdasmen Prof. Dr. Abdul Mu\u2019ti, M.Ed., untuk melarang anak-anak di bawah umur memainkan gim Roblox mendapat tanggapan dari akademisi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Kebijakan tersebut disampaikan Mendikdasmen sebagai langkah melindungi anak-anak dari konten kekerasan yang dinilai banyak muncul di dalam gim tersebut.<\/p>\n<p>Mu\u2019ti menilai, anak-anak terutama di jenjang SD belum sepenuhnya mampu membedakan antara adegan nyata dan rekayasa.<\/p>\n<p>Menanggapi hal ini, Kaprodi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) UMS, Sukirman, S.T., M.T., menyatakan memahami tujuan baik dari kebijakan tersebut. \u201cMelarang dalam tanda kutip itu artinya membatasi. Mana yang baik boleh diteruskan, tetapi ada hal-hal yang mungkin tidak sesuai dengan mereka,\u201d ujarnya, Rabu (13\/8).<\/p>\n<figure id=\"attachment_28640\" aria-describedby=\"caption-attachment-28640\" style=\"width: 1920px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-28640\" src=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/08\/Larangan-Roblox-untuk-Anak-UMS-Minta-Pendampingan-Orang-Tua-dan-Literasi-Digital.jpg\" alt=\"Kaprodi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) UMS, Sukirman, S.T., M.T.\" width=\"1920\" height=\"1080\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-28640\" class=\"wp-caption-text\">Kaprodi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) UMS, Sukirman, S.T., M.T.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Sukirman menegaskan, secara prinsip dirinya setuju apabila memang terdapat konten kekerasan atau materi yang tidak layak untuk anak-anak di dalam Roblox. Namun, menurutnya, isu konten berbahaya tidak hanya ada pada Roblox.<\/p>\n<p>\u201cSecara umum kami setuju, cuma perlu juga kajian yang lebih mendalam, artinya bukan hanya Kemdikdasmen saja, mungkin kementerian lain misalnya yang berwenang dalam hal ini memblokir kan kementerian Komdigi,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Pria yang akrab disapa Kirman itu menilai, perlu ada kerja sama antar kementerian untuk membentuk semacam \u201cpolisi\u201d yang dapat mengawasi dan menilai kelayakan gim bagi anak-anak. Ia menekankan, perlindungan ini penting karena anak-anak adalah penerus bangsa.<\/p>\n<p>Mengajar mata kuliah Game Edukasi, Kirman mengibaratkan gim seperti makanan. Jika berlebihan, dampaknya bisa negatif. Misalnya, kecanduan atau enggan beraktivitas fisik. Ia pun menegaskan pentingnya penyesuaian konten gim dengan usia pemain.<\/p>\n<p>\u201cUntuk anak-anak, konten yang aman adalah memiliki rating all ages atau semua usia dan tetap dalam pendampingan orang tua. Untuk orang dewasa juga perlu batasan juga, kalau terlalu lama juga sama akibatnya,\u201d kata dia.<\/p>\n<p>Kirman menilai, gim juga memiliki sisi positif, seperti melatih kreativitas dan keterampilan problem solving. Roblox, misalnya, memberi ruang virtual untuk menjelajah dan berkreasi. Namun, sisi negatif seperti kecanduan atau berkurangnya aktivitas fisik tetap harus diwaspadai.<\/p>\n<p>\u201cYang paling penting sebenarnya adalah pendampingan orang tua itu yang memiliki peran sangat penting. Untuk membatasi bermain game, durasinya. Bahkan game edukasi pun kalau terlalu lama juga kurang baik. Jadi harus ada batasan durasinya, konten-konten yang dibuat sebaiknya juga yang tidak mengandung kekerasan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, pembatasan durasi bermain gim penting karena secara desain, gim dibuat untuk membuat pemain terus terlibat dan sulit berhenti.<\/p>\n<p>Selain peran orang tua, Kirman juga menyoroti pentingnya literasi digital untuk anak-anak. Literasi ini memberi pemahaman bahwa apa yang terjadi di dalam gim tidak boleh ditiru di dunia nyata, serta pentingnya etika dalam interaksi virtual.<\/p>\n<p>\u201cMereka juga harus ada wawasan mengenai bahwa tetap ada etika, artinya tidak benar-benar bebas. Artinya mungkin harus memerhatikan psikologis pemain lain. Harus ada penjelasan kepada anak-anak bahwa yang di dalam game ini tidak benar-benar nyata dan harus bisa memilih mana yang baik dan yang benar, dan ini harus ditanamkan juga ke anak-anak,\u201d pungkasnya. (Maysali\/Humas)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ums.ac.id, SURAKARTA &#8211; Himbauan Mendikdasmen Prof. Dr. Abdul Mu\u2019ti, M.Ed., untuk melarang anak-anak di bawah umur memainkan gim Roblox mendapat tanggapan dari akademisi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Kebijakan tersebut disampaikan Mendikdasmen sebagai langkah melindungi anak-anak dari konten kekerasan yang dinilai banyak muncul di dalam gim tersebut. Mu\u2019ti menilai, anak-anak terutama di jenjang SD belum sepenuhnya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":28639,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,287],"tags":[129,9,11],"class_list":["post-28638","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-kata-pakar","tag-fkip","tag-opini","tag-terkini","entry","has-media"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Larangan Roblox untuk Anak, UMS Minta Pendampingan Orang Tua dan Literasi Digital - Berita UMS<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/larangan-roblox-untuk-anak-ums-minta-pendampingan-orang-tua-dan-literasi-digital\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Larangan Roblox untuk Anak, UMS Minta Pendampingan Orang Tua dan Literasi Digital - Berita UMS\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ums.ac.id, SURAKARTA &#8211; Himbauan Mendikdasmen Prof. Dr. Abdul Mu\u2019ti, M.Ed., untuk melarang anak-anak di bawah umur memainkan gim Roblox mendapat tanggapan dari akademisi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Kebijakan tersebut disampaikan Mendikdasmen sebagai langkah melindungi anak-anak dari konten kekerasan yang dinilai banyak muncul di dalam gim tersebut. Mu\u2019ti menilai, anak-anak terutama di jenjang SD belum sepenuhnya [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/larangan-roblox-untuk-anak-ums-minta-pendampingan-orang-tua-dan-literasi-digital\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita UMS\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/umsofficialid\/?locale=id_ID\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-13T06:56:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/08\/Larangan-Roblox-untuk-Anak-UMS-Minta-Pendampingan-Orang-Tua-dan-Literasi-Digital-2.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Humas UMS\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Humas UMS\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/larangan-roblox-untuk-anak-ums-minta-pendampingan-orang-tua-dan-literasi-digital\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/larangan-roblox-untuk-anak-ums-minta-pendampingan-orang-tua-dan-literasi-digital\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Humas UMS\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7\"},\"headline\":\"Larangan Roblox untuk Anak, UMS Minta Pendampingan Orang Tua dan Literasi Digital\",\"datePublished\":\"2025-08-13T06:56:19+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/larangan-roblox-untuk-anak-ums-minta-pendampingan-orang-tua-dan-literasi-digital\\\/\"},\"wordCount\":491,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/larangan-roblox-untuk-anak-ums-minta-pendampingan-orang-tua-dan-literasi-digital\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2025\\\/08\\\/Larangan-Roblox-untuk-Anak-UMS-Minta-Pendampingan-Orang-Tua-dan-Literasi-Digital-2.jpg\",\"keywords\":[\"Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan\",\"Opini\",\"Terkini\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Kata Pakar\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/larangan-roblox-untuk-anak-ums-minta-pendampingan-orang-tua-dan-literasi-digital\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/larangan-roblox-untuk-anak-ums-minta-pendampingan-orang-tua-dan-literasi-digital\\\/\",\"name\":\"Larangan Roblox untuk Anak, UMS Minta Pendampingan Orang Tua dan Literasi Digital - Berita UMS\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/larangan-roblox-untuk-anak-ums-minta-pendampingan-orang-tua-dan-literasi-digital\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/larangan-roblox-untuk-anak-ums-minta-pendampingan-orang-tua-dan-literasi-digital\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2025\\\/08\\\/Larangan-Roblox-untuk-Anak-UMS-Minta-Pendampingan-Orang-Tua-dan-Literasi-Digital-2.jpg\",\"datePublished\":\"2025-08-13T06:56:19+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/larangan-roblox-untuk-anak-ums-minta-pendampingan-orang-tua-dan-literasi-digital\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/larangan-roblox-untuk-anak-ums-minta-pendampingan-orang-tua-dan-literasi-digital\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/larangan-roblox-untuk-anak-ums-minta-pendampingan-orang-tua-dan-literasi-digital\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2025\\\/08\\\/Larangan-Roblox-untuk-Anak-UMS-Minta-Pendampingan-Orang-Tua-dan-Literasi-Digital-2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2025\\\/08\\\/Larangan-Roblox-untuk-Anak-UMS-Minta-Pendampingan-Orang-Tua-dan-Literasi-Digital-2.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"Ilustrasi konten gim Roblox\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/larangan-roblox-untuk-anak-ums-minta-pendampingan-orang-tua-dan-literasi-digital\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Larangan Roblox untuk Anak, UMS Minta Pendampingan Orang Tua dan Literasi Digital\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Berita UMS\",\"description\":\"Mencerahkan Unggul Mendunia\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Berita UMS\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2021\\\/08\\\/logo-news-ums-v2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2021\\\/08\\\/logo-news-ums-v2.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"Berita UMS\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/umsofficialid\\\/?locale=id_ID\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7\",\"name\":\"Humas UMS\",\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/news.ums.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/author\\\/adn466\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Larangan Roblox untuk Anak, UMS Minta Pendampingan Orang Tua dan Literasi Digital - Berita UMS","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/larangan-roblox-untuk-anak-ums-minta-pendampingan-orang-tua-dan-literasi-digital\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Larangan Roblox untuk Anak, UMS Minta Pendampingan Orang Tua dan Literasi Digital - Berita UMS","og_description":"ums.ac.id, SURAKARTA &#8211; Himbauan Mendikdasmen Prof. Dr. Abdul Mu\u2019ti, M.Ed., untuk melarang anak-anak di bawah umur memainkan gim Roblox mendapat tanggapan dari akademisi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Kebijakan tersebut disampaikan Mendikdasmen sebagai langkah melindungi anak-anak dari konten kekerasan yang dinilai banyak muncul di dalam gim tersebut. Mu\u2019ti menilai, anak-anak terutama di jenjang SD belum sepenuhnya [&hellip;]","og_url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/larangan-roblox-untuk-anak-ums-minta-pendampingan-orang-tua-dan-literasi-digital\/","og_site_name":"Berita UMS","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/umsofficialid\/?locale=id_ID","article_published_time":"2025-08-13T06:56:19+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/08\/Larangan-Roblox-untuk-Anak-UMS-Minta-Pendampingan-Orang-Tua-dan-Literasi-Digital-2.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Humas UMS","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Humas UMS","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/larangan-roblox-untuk-anak-ums-minta-pendampingan-orang-tua-dan-literasi-digital\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/larangan-roblox-untuk-anak-ums-minta-pendampingan-orang-tua-dan-literasi-digital\/"},"author":{"name":"Humas UMS","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7"},"headline":"Larangan Roblox untuk Anak, UMS Minta Pendampingan Orang Tua dan Literasi Digital","datePublished":"2025-08-13T06:56:19+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/larangan-roblox-untuk-anak-ums-minta-pendampingan-orang-tua-dan-literasi-digital\/"},"wordCount":491,"publisher":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/larangan-roblox-untuk-anak-ums-minta-pendampingan-orang-tua-dan-literasi-digital\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/08\/Larangan-Roblox-untuk-Anak-UMS-Minta-Pendampingan-Orang-Tua-dan-Literasi-Digital-2.jpg","keywords":["Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan","Opini","Terkini"],"articleSection":["Berita","Kata Pakar"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/larangan-roblox-untuk-anak-ums-minta-pendampingan-orang-tua-dan-literasi-digital\/","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/larangan-roblox-untuk-anak-ums-minta-pendampingan-orang-tua-dan-literasi-digital\/","name":"Larangan Roblox untuk Anak, UMS Minta Pendampingan Orang Tua dan Literasi Digital - Berita UMS","isPartOf":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/larangan-roblox-untuk-anak-ums-minta-pendampingan-orang-tua-dan-literasi-digital\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/larangan-roblox-untuk-anak-ums-minta-pendampingan-orang-tua-dan-literasi-digital\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/08\/Larangan-Roblox-untuk-Anak-UMS-Minta-Pendampingan-Orang-Tua-dan-Literasi-Digital-2.jpg","datePublished":"2025-08-13T06:56:19+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/larangan-roblox-untuk-anak-ums-minta-pendampingan-orang-tua-dan-literasi-digital\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/larangan-roblox-untuk-anak-ums-minta-pendampingan-orang-tua-dan-literasi-digital\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/larangan-roblox-untuk-anak-ums-minta-pendampingan-orang-tua-dan-literasi-digital\/#primaryimage","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/08\/Larangan-Roblox-untuk-Anak-UMS-Minta-Pendampingan-Orang-Tua-dan-Literasi-Digital-2.jpg","contentUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/08\/Larangan-Roblox-untuk-Anak-UMS-Minta-Pendampingan-Orang-Tua-dan-Literasi-Digital-2.jpg","width":1920,"height":1080,"caption":"Ilustrasi konten gim Roblox"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/larangan-roblox-untuk-anak-ums-minta-pendampingan-orang-tua-dan-literasi-digital\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Larangan Roblox untuk Anak, UMS Minta Pendampingan Orang Tua dan Literasi Digital"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/","name":"Berita UMS","description":"Mencerahkan Unggul Mendunia","publisher":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#organization","name":"Berita UMS","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/08\/logo-news-ums-v2.jpg","contentUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/08\/logo-news-ums-v2.jpg","width":1920,"height":1080,"caption":"Berita UMS"},"image":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/umsofficialid\/?locale=id_ID"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7","name":"Humas UMS","sameAs":["http:\/\/news.ums.ac.id"],"url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/author\/adn466\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28638","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28638"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28638\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28641,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28638\/revisions\/28641"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28639"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28638"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28638"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28638"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}