{"id":28869,"date":"2025-08-22T13:32:45","date_gmt":"2025-08-22T06:32:45","guid":{"rendered":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/?p=28869"},"modified":"2025-08-22T13:34:09","modified_gmt":"2025-08-22T06:34:09","slug":"anak-asuh-tidak-otomatis-jadi-mahram-ums-ingatkan-batasan-syariat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/anak-asuh-tidak-otomatis-jadi-mahram-ums-ingatkan-batasan-syariat\/","title":{"rendered":"Anak Asuh Tidak Otomatis Jadi Mahram, UMS Ingatkan Batasan Syariat"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/www.ums.ac.id\/\">ums.ac.id, SURAKARTA<\/a> &#8211; Status hukum anak asuh kembali menjadi sorotan dalam perspektif Islam. Meski diasuh layaknya anak sendiri, anak angkat atau anak asuh yang tidak memiliki hubungan darah tetap tidak otomatis berstatus mahram. Hal ini ditegaskan oleh pakar tafsir UMS, Ust. Dr. Imron Rosyadi, M. Ag., yang menyebut pentingnya memahami batasan syariat agar tidak keliru memperlakukan anak asuh.<\/p>\n<p>Menurut Imron, Al-Qur\u2019an telah memberikan ketegasan bahwa nasab tidak bisa dipindahkan hanya dengan adopsi. Ia merujuk firman Allah dalam QS. Al-Ahzab [33]: 5, \u201cPanggillah mereka (anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil di sisi Allah&#8230;\u201d<\/p>\n<figure id=\"attachment_25032\" aria-describedby=\"caption-attachment-25032\" style=\"width: 1920px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-25032\" src=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/fotoweb-51.jpg\" alt=\"Dosen Fakultas Agama Islam UMS, Dr. Imron Rosyadi\" width=\"1920\" height=\"1080\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-25032\" class=\"wp-caption-text\">Dosen Fakultas Agama Islam UMS, Dr. Imron Rosyadi<\/figcaption><\/figure>\n<p>\u201cAyat ini menegaskan bahwa anak angkat tetap harus dinisbatkan pada orang tua kandungnya,\u201d terang Imron, Jumat (21\/8).<\/p>\n<p>Ia menambahkan, dalam Islam, keharaman menikah atau status mahram hanya ditetapkan melalui tiga jalur: nasab, persusuan, dan pernikahan (mushaharah). Dasar ini juga tercantum dalam QS. An-Nisa [4]: 23 yang menjelaskan secara rinci siapa saja yang masuk kategori mahram.<\/p>\n<p>\u201cDengan dalil tersebut, jelas bahwa anak angkat tidak serta merta menjadi mahram. Orang tua asuh wajib menjaga adab interaksi sebagaimana dengan orang lain yang bukan mahram,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Meski demikian, Islam membuka kemungkinan adanya hubungan mahram bila terjadi penyusuan saat bayi. Artinya, ibu asuh yang menyusui anak angkatnya sejak bayi akan otomatis berstatus mahram bagi anak tersebut. Sebaliknya, jika tidak ada hubungan nasab maupun persusuan, maka anak angkat diposisikan sebagai orang luar dalam hukum mahram.<\/p>\n<p>Imron menekankan, pengasuhan anak tetap menjadi amal mulia yang sangat dianjurkan Islam, terutama terhadap anak yatim dan terlantar. Namun, orang tua asuh wajib memahami batasan syariat, termasuk soal aurat dan pergaulan di dalam rumah tangga.<\/p>\n<p>\u201cMengasuh anak adalah ibadah besar, tetapi jangan sampai menyalahi hukum Islam,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia juga mengingatkan agar orang tua asuh memberikan pendidikan agama yang memadai. Hal ini penting agar anak memahami status dirinya di tengah keluarga asuh dan tidak keliru dalam menyikapi hubungan sosial maupun hukum syariat.<\/p>\n<p>Fenomena adopsi atau pengasuhan anak yang kian marak di masyarakat modern menurutnya harus diimbangi dengan pemahaman fikih yang tepat. Tanpa kesadaran hukum syariat, orang tua asuh bisa saja terjebak dalam kesalahan yang berdampak pada aurat maupun hubungan keluarga.<\/p>\n<p>\u201cKesucian hubungan laki-laki dan perempuan adalah prinsip utama dalam Islam. Orang tua asuh harus ekstra hati-hati agar tidak terjadi pelanggaran syar\u2019i dalam membina keluarga,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Kajian ini disampaikan dalam forum Kajian Tarjih Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang digelar secara daring oleh Direktorat Sumber Daya Manusia dan Organisasi (DSDMO) UMS. Kegiatan tersebut rutin diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, karyawan, dan sivitas akademika untuk memperluas wawasan keislaman terkait isu-isu kontemporer. (Yusuf\/Humas)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ums.ac.id, SURAKARTA &#8211; Status hukum anak asuh kembali menjadi sorotan dalam perspektif Islam. Meski diasuh layaknya anak sendiri, anak angkat atau anak asuh yang tidak memiliki hubungan darah tetap tidak otomatis berstatus mahram. Hal ini ditegaskan oleh pakar tafsir UMS, Ust. Dr. Imron Rosyadi, M. Ag., yang menyebut pentingnya memahami batasan syariat agar tidak keliru [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":28870,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[109,11],"class_list":["post-28869","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-kajian-tarjih-online","tag-terkini","entry","has-media"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Anak Asuh Tidak Otomatis Jadi Mahram, UMS Ingatkan Batasan Syariat - Berita UMS<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/anak-asuh-tidak-otomatis-jadi-mahram-ums-ingatkan-batasan-syariat\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Anak Asuh Tidak Otomatis Jadi Mahram, UMS Ingatkan Batasan Syariat - Berita UMS\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ums.ac.id, SURAKARTA &#8211; Status hukum anak asuh kembali menjadi sorotan dalam perspektif Islam. Meski diasuh layaknya anak sendiri, anak angkat atau anak asuh yang tidak memiliki hubungan darah tetap tidak otomatis berstatus mahram. Hal ini ditegaskan oleh pakar tafsir UMS, Ust. Dr. Imron Rosyadi, M. Ag., yang menyebut pentingnya memahami batasan syariat agar tidak keliru [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/anak-asuh-tidak-otomatis-jadi-mahram-ums-ingatkan-batasan-syariat\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita UMS\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/umsofficialid\/?locale=id_ID\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-22T06:32:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-22T06:34:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/08\/Anak-Asuh-Tidak-Otomatis-Jadi-Mahram-UMS-Ingatkan-Batasan-Syariat.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Humas UMS\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Humas UMS\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/anak-asuh-tidak-otomatis-jadi-mahram-ums-ingatkan-batasan-syariat\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/anak-asuh-tidak-otomatis-jadi-mahram-ums-ingatkan-batasan-syariat\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Humas UMS\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7\"},\"headline\":\"Anak Asuh Tidak Otomatis Jadi Mahram, UMS Ingatkan Batasan Syariat\",\"datePublished\":\"2025-08-22T06:32:45+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-22T06:34:09+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/anak-asuh-tidak-otomatis-jadi-mahram-ums-ingatkan-batasan-syariat\\\/\"},\"wordCount\":440,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/anak-asuh-tidak-otomatis-jadi-mahram-ums-ingatkan-batasan-syariat\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2025\\\/08\\\/Anak-Asuh-Tidak-Otomatis-Jadi-Mahram-UMS-Ingatkan-Batasan-Syariat.jpg\",\"keywords\":[\"Kajian Tarjih Online\",\"Terkini\"],\"articleSection\":[\"Berita\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/anak-asuh-tidak-otomatis-jadi-mahram-ums-ingatkan-batasan-syariat\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/anak-asuh-tidak-otomatis-jadi-mahram-ums-ingatkan-batasan-syariat\\\/\",\"name\":\"Anak Asuh Tidak Otomatis Jadi Mahram, UMS Ingatkan Batasan Syariat - Berita UMS\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/anak-asuh-tidak-otomatis-jadi-mahram-ums-ingatkan-batasan-syariat\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/anak-asuh-tidak-otomatis-jadi-mahram-ums-ingatkan-batasan-syariat\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2025\\\/08\\\/Anak-Asuh-Tidak-Otomatis-Jadi-Mahram-UMS-Ingatkan-Batasan-Syariat.jpg\",\"datePublished\":\"2025-08-22T06:32:45+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-22T06:34:09+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/anak-asuh-tidak-otomatis-jadi-mahram-ums-ingatkan-batasan-syariat\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/anak-asuh-tidak-otomatis-jadi-mahram-ums-ingatkan-batasan-syariat\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/anak-asuh-tidak-otomatis-jadi-mahram-ums-ingatkan-batasan-syariat\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2025\\\/08\\\/Anak-Asuh-Tidak-Otomatis-Jadi-Mahram-UMS-Ingatkan-Batasan-Syariat.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2025\\\/08\\\/Anak-Asuh-Tidak-Otomatis-Jadi-Mahram-UMS-Ingatkan-Batasan-Syariat.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"Ilustrasi keluarga Muslim yang terdiri dari ayah, ibu, dan seorang anak asuh, dengan suasana hangat namun tetap menjaga batas interaksi. (Foto: Canva)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/anak-asuh-tidak-otomatis-jadi-mahram-ums-ingatkan-batasan-syariat\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Anak Asuh Tidak Otomatis Jadi Mahram, UMS Ingatkan Batasan Syariat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Berita UMS\",\"description\":\"Mencerahkan Unggul Mendunia\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Berita UMS\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2021\\\/08\\\/logo-news-ums-v2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2021\\\/08\\\/logo-news-ums-v2.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"Berita UMS\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/umsofficialid\\\/?locale=id_ID\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7\",\"name\":\"Humas UMS\",\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/news.ums.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/author\\\/adn466\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Anak Asuh Tidak Otomatis Jadi Mahram, UMS Ingatkan Batasan Syariat - Berita UMS","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/anak-asuh-tidak-otomatis-jadi-mahram-ums-ingatkan-batasan-syariat\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Anak Asuh Tidak Otomatis Jadi Mahram, UMS Ingatkan Batasan Syariat - Berita UMS","og_description":"ums.ac.id, SURAKARTA &#8211; Status hukum anak asuh kembali menjadi sorotan dalam perspektif Islam. Meski diasuh layaknya anak sendiri, anak angkat atau anak asuh yang tidak memiliki hubungan darah tetap tidak otomatis berstatus mahram. Hal ini ditegaskan oleh pakar tafsir UMS, Ust. Dr. Imron Rosyadi, M. Ag., yang menyebut pentingnya memahami batasan syariat agar tidak keliru [&hellip;]","og_url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/anak-asuh-tidak-otomatis-jadi-mahram-ums-ingatkan-batasan-syariat\/","og_site_name":"Berita UMS","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/umsofficialid\/?locale=id_ID","article_published_time":"2025-08-22T06:32:45+00:00","article_modified_time":"2025-08-22T06:34:09+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/08\/Anak-Asuh-Tidak-Otomatis-Jadi-Mahram-UMS-Ingatkan-Batasan-Syariat.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Humas UMS","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Humas UMS","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/anak-asuh-tidak-otomatis-jadi-mahram-ums-ingatkan-batasan-syariat\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/anak-asuh-tidak-otomatis-jadi-mahram-ums-ingatkan-batasan-syariat\/"},"author":{"name":"Humas UMS","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7"},"headline":"Anak Asuh Tidak Otomatis Jadi Mahram, UMS Ingatkan Batasan Syariat","datePublished":"2025-08-22T06:32:45+00:00","dateModified":"2025-08-22T06:34:09+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/anak-asuh-tidak-otomatis-jadi-mahram-ums-ingatkan-batasan-syariat\/"},"wordCount":440,"publisher":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/anak-asuh-tidak-otomatis-jadi-mahram-ums-ingatkan-batasan-syariat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/08\/Anak-Asuh-Tidak-Otomatis-Jadi-Mahram-UMS-Ingatkan-Batasan-Syariat.jpg","keywords":["Kajian Tarjih Online","Terkini"],"articleSection":["Berita"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/anak-asuh-tidak-otomatis-jadi-mahram-ums-ingatkan-batasan-syariat\/","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/anak-asuh-tidak-otomatis-jadi-mahram-ums-ingatkan-batasan-syariat\/","name":"Anak Asuh Tidak Otomatis Jadi Mahram, UMS Ingatkan Batasan Syariat - Berita UMS","isPartOf":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/anak-asuh-tidak-otomatis-jadi-mahram-ums-ingatkan-batasan-syariat\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/anak-asuh-tidak-otomatis-jadi-mahram-ums-ingatkan-batasan-syariat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/08\/Anak-Asuh-Tidak-Otomatis-Jadi-Mahram-UMS-Ingatkan-Batasan-Syariat.jpg","datePublished":"2025-08-22T06:32:45+00:00","dateModified":"2025-08-22T06:34:09+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/anak-asuh-tidak-otomatis-jadi-mahram-ums-ingatkan-batasan-syariat\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/anak-asuh-tidak-otomatis-jadi-mahram-ums-ingatkan-batasan-syariat\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/anak-asuh-tidak-otomatis-jadi-mahram-ums-ingatkan-batasan-syariat\/#primaryimage","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/08\/Anak-Asuh-Tidak-Otomatis-Jadi-Mahram-UMS-Ingatkan-Batasan-Syariat.jpg","contentUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/08\/Anak-Asuh-Tidak-Otomatis-Jadi-Mahram-UMS-Ingatkan-Batasan-Syariat.jpg","width":1920,"height":1080,"caption":"Ilustrasi keluarga Muslim yang terdiri dari ayah, ibu, dan seorang anak asuh, dengan suasana hangat namun tetap menjaga batas interaksi. (Foto: Canva)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/anak-asuh-tidak-otomatis-jadi-mahram-ums-ingatkan-batasan-syariat\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Anak Asuh Tidak Otomatis Jadi Mahram, UMS Ingatkan Batasan Syariat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/","name":"Berita UMS","description":"Mencerahkan Unggul Mendunia","publisher":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#organization","name":"Berita UMS","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/08\/logo-news-ums-v2.jpg","contentUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/08\/logo-news-ums-v2.jpg","width":1920,"height":1080,"caption":"Berita UMS"},"image":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/umsofficialid\/?locale=id_ID"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7","name":"Humas UMS","sameAs":["http:\/\/news.ums.ac.id"],"url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/author\/adn466\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28869","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28869"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28869\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28871,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28869\/revisions\/28871"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28870"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28869"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28869"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28869"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}