{"id":29820,"date":"2025-09-26T19:56:57","date_gmt":"2025-09-26T12:56:57","guid":{"rendered":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/?p=29820"},"modified":"2025-09-26T20:25:22","modified_gmt":"2025-09-26T13:25:22","slug":"perempuan-dan-pencak-silat-antara-stigma-dan-prestasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/perempuan-dan-pencak-silat-antara-stigma-dan-prestasi\/","title":{"rendered":"Perempuan dan Pencak Silat: Antara Stigma dan Prestasi"},"content":{"rendered":"<p>ums.ac.id, SURAKARTA &#8211; Pukulan, tendangan, dan bantingan dari perempuan tomboy dan pecicilan ternyata membawanya menapaki arena besar Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX 2025 di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS. Dialah Febrila Widya Noer Azizah, pesilat putri kontingen Jawa Tengah, yang akrab dipanggil Bela oleh rekan-rekannya.<\/p>\n<p>Di kontingen Jawa Tengah, Bela dikenal sebagai atlet paling mungil. Rekan-rekannya bahkan menjulukinya \u201cgantungan kunci\u201d atau \u201cminiatur\u201d.<\/p>\n<p>Bela masuk pada kategori tanding kelas under A putri dengan berat badan kurang dari 45 kg. Alih-alih tersinggung, Bela justru merasa akrab dengan panggilan itu karena mempererat kebersamaan tim.<\/p>\n<p>Perkenalan Bela dengan pencak silat bermula dari sebuah perkelahian kecil dengan teman laki-lakinya saat berada di bangku kelas 3 SD. Sang guru olahraga lalu memintanya mencoba pencak silat. Tidak disangka, di pertandingan perdana ia langsung meraih juara pertama. Sejak saat itu, Bela jatuh cinta pada olahraga bela diri khas Indonesia tersebut.<\/p>\n<p>\u201cApalagi pencak silat itu budaya Indonesia. Terus kalau perempuan misal dilihatnya biar keren, tapi sebenernya juga dari perempuan itu nunjukin kalau perempuan juga bisa, ngga cuma laki-laki doang yang kuat,\u201d ujarnya, Kamis (25\/9) usai berlaga di partai semifinal POMNAS 2025 cabang olahraga pencak silat.<\/p>\n<figure id=\"attachment_29824\" aria-describedby=\"caption-attachment-29824\" style=\"width: 1920px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-29824\" src=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/09\/FotoNewsUMS.zip-Perempuan-dan-Pencak-Silat_-Antara-Stigma-dan-Prestasi-2.jpeg\" alt=\"Keluarga Febrila Widya Noer Azizah hadir memberikan dukungan langsund di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS\" width=\"1920\" height=\"1080\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-29824\" class=\"wp-caption-text\">Keluarga Febrila Widya Noer Azizah hadir memberikan dukungan langsund di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS<\/figcaption><\/figure>\n<p>Bagi Bela, pencak silat bukan hanya perkara teknik. Ia meyakini kunci utama ada pada kesiapan mental. \u201cMisal di silat itu bukan cuma diajari untuk menjadi juara, tapi diajarin bagaimana memiliki mental yang kuat, percaya diri, dan diajarkan untuk berani,\u201d kata Bela.<\/p>\n<p>Orang tua dan lingkungan sekitar pun memberikan dukungan penuh. Ayah dan ibunya sering menyempatkan diri hadir di pertandingan. Namun, ibunya kerap memilih tidak menonton langsung saat Bela bertanding karena rasa cemas.<\/p>\n<p>\u201cNamanya pencak silat pasti banyak risikonya, jadi gimana caranya kita emang harus kuat mental, nggak boleh takut,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Tetangga pun mendukung, mendoakan, bahkan ikut bangga dengan pencapaian Bela. Padahal, di mata sebagian masyarakat, pencak silat kerap distigma sebagai olahraga yang keras dan arogan. Bela ingin menghapus stigma pencak silat itu.<\/p>\n<p>\u201cPencak silat itu juga bisa berprestasi,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Rasa gugup saat pertandingan baginya adalah hal wajar. Namun, Bela punya cara tersendiri untuk mengatasinya. \u201cCaranya ngga usah dipikirin, enjoy, rileks. Mau ketemu siapa aja harus lawan, karena sama-sama kita latihan, terus inget perjuangan kita latihan gimana,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Bela juga pernah merasakan pahitnya cedera. Saat bertanding melawan kontingen Lampung untuk tiket menuju final, ia menerima serangan hingga mulutnya berdarah.<\/p>\n<p>\u201cIni first time saya sampai berdarah-darah, ini. Dari awal sampai akhir yang sampai berdarah-darah mbonjrot gitu baru kali ini,\u201d kenangnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, lawan terberat datang dari pesilat Jawa Barat karena duel harus berlangsung kejar-kejaran poin.<\/p>\n<p>Meski ini debutnya di POMNAS, Bela tidak ingin tampil setengah hati. Ia berpesan kepada dirinya sendiri bahwa ia hebat, tidak perlu minder, karena sudah mampu berada di tahap mewakili Jawa Tengah.<\/p>\n<figure id=\"attachment_29822\" aria-describedby=\"caption-attachment-29822\" style=\"width: 1920px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-29822\" src=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/09\/FotoNewsUMS.zip-Perempuan-dan-Pencak-Silat_-Antara-Stigma-dan-Prestasi.jpeg\" alt=\"Putu Meisya Tiarani Putri menangkis tendangan dari lawan pada babak semifinal\" width=\"1920\" height=\"1080\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-29822\" class=\"wp-caption-text\">Putu Meisya Tiarani Putri menangkis tendangan dari lawan pada babak semifinal<\/figcaption><\/figure>\n<p>Bagi Putu Meisya Tiarani Putri, pesilat kontingen Jawa Timur kategori tanding kelas under A putri, kecintaan pada pencak silat tumbuh sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Dorongan orang tua membuatnya mantap menekuni olahraga ini hingga akhirnya bisa berlaga di ajang sebesar POMNAS.<\/p>\n<p>\u201cMungkin ada beberapa yang berpandangan negatif, dikira buang-buang waktu atau bagaimana. Padahal kita di sini turun di bidang olahraga buat meraih prestasi,\u201d kata Putu.<\/p>\n<p>Pandangan masyarakat terhadap pencak silat memang beragam. Ada yang menilai positif karena dianggap mampu melestarikan budaya bangsa sekaligus menjadi jalan untuk meraih prestasi. Namun, tidak sedikit pula yang memandang sebaliknya, seolah menekuni silat berarti mengabaikan akademik. Anggapan-anggapan seperti itu tidak membuatnya lantas berhenti menekuni pencak silat.<\/p>\n<p>Selama mengikuti pertandingan POMNAS, ia mendapatkan dispensasi. Dianggapnya tidak berkontribusi pada akademik padahal dengan mengikuti POMNAS dapat membawa nama baik almamater kampus.<\/p>\n<p>\u201cDi pencak silat itu selain kita melestarikan budaya Indonesia dan bela diri Indonesia, kita juga bisa meraih prestasi. Kalau negatifnya, mungkin kita meninggalkan kegiatan-kegiatan akademik,\u201d<\/p>\n<p>Dalam perjalanannya di POMNAS, Putu harus berhadapan dengan lawan-lawan tangguh. Ia menyebut pesilat DKI Jakarta sebagai salah satu lawan terberat. Namun ujian terbesar justru datang di partai final, ketika ia berhadapan dengan Bela, pesilat asal Jawa Tengah. (Maysali\/Humas)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ums.ac.id, SURAKARTA &#8211; Pukulan, tendangan, dan bantingan dari perempuan tomboy dan pecicilan ternyata membawanya menapaki arena besar Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX 2025 di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS. Dialah Febrila Widya Noer Azizah, pesilat putri kontingen Jawa Tengah, yang akrab dipanggil Bela oleh rekan-rekannya. Di kontingen Jawa Tengah, Bela dikenal sebagai atlet [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":29823,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[361,11],"class_list":["post-29820","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-pomnas","tag-terkini","entry","has-media"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Perempuan dan Pencak Silat: Antara Stigma dan Prestasi - Berita UMS<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/perempuan-dan-pencak-silat-antara-stigma-dan-prestasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perempuan dan Pencak Silat: Antara Stigma dan Prestasi - Berita UMS\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ums.ac.id, SURAKARTA &#8211; Pukulan, tendangan, dan bantingan dari perempuan tomboy dan pecicilan ternyata membawanya menapaki arena besar Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX 2025 di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS. Dialah Febrila Widya Noer Azizah, pesilat putri kontingen Jawa Tengah, yang akrab dipanggil Bela oleh rekan-rekannya. Di kontingen Jawa Tengah, Bela dikenal sebagai atlet [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/perempuan-dan-pencak-silat-antara-stigma-dan-prestasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita UMS\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/umsofficialid\/?locale=id_ID\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-09-26T12:56:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-26T13:25:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/09\/FotoNewsUMS.zip-Perempuan-dan-Pencak-Silat_-Antara-Stigma-dan-Prestasi-3.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Humas UMS\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Humas UMS\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/perempuan-dan-pencak-silat-antara-stigma-dan-prestasi\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/perempuan-dan-pencak-silat-antara-stigma-dan-prestasi\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Humas UMS\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7\"},\"headline\":\"Perempuan dan Pencak Silat: Antara Stigma dan Prestasi\",\"datePublished\":\"2025-09-26T12:56:57+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-26T13:25:22+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/perempuan-dan-pencak-silat-antara-stigma-dan-prestasi\\\/\"},\"wordCount\":685,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/perempuan-dan-pencak-silat-antara-stigma-dan-prestasi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2025\\\/09\\\/FotoNewsUMS.zip-Perempuan-dan-Pencak-Silat_-Antara-Stigma-dan-Prestasi-3.jpeg\",\"keywords\":[\"POMNAS\",\"Terkini\"],\"articleSection\":[\"Berita\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/perempuan-dan-pencak-silat-antara-stigma-dan-prestasi\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/perempuan-dan-pencak-silat-antara-stigma-dan-prestasi\\\/\",\"name\":\"Perempuan dan Pencak Silat: Antara Stigma dan Prestasi - Berita UMS\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/perempuan-dan-pencak-silat-antara-stigma-dan-prestasi\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/perempuan-dan-pencak-silat-antara-stigma-dan-prestasi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2025\\\/09\\\/FotoNewsUMS.zip-Perempuan-dan-Pencak-Silat_-Antara-Stigma-dan-Prestasi-3.jpeg\",\"datePublished\":\"2025-09-26T12:56:57+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-26T13:25:22+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/perempuan-dan-pencak-silat-antara-stigma-dan-prestasi\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/perempuan-dan-pencak-silat-antara-stigma-dan-prestasi\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/perempuan-dan-pencak-silat-antara-stigma-dan-prestasi\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2025\\\/09\\\/FotoNewsUMS.zip-Perempuan-dan-Pencak-Silat_-Antara-Stigma-dan-Prestasi-3.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2025\\\/09\\\/FotoNewsUMS.zip-Perempuan-dan-Pencak-Silat_-Antara-Stigma-dan-Prestasi-3.jpeg\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"Febrila Widya Noer Azizah bersiap untuk menyerang lawan pada babak final\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/perempuan-dan-pencak-silat-antara-stigma-dan-prestasi\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Perempuan dan Pencak Silat: Antara Stigma dan Prestasi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Berita UMS\",\"description\":\"Mencerahkan Unggul Mendunia\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Berita UMS\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2021\\\/08\\\/logo-news-ums-v2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2021\\\/08\\\/logo-news-ums-v2.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"Berita UMS\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/umsofficialid\\\/?locale=id_ID\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7\",\"name\":\"Humas UMS\",\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/news.ums.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/author\\\/adn466\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perempuan dan Pencak Silat: Antara Stigma dan Prestasi - Berita UMS","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/perempuan-dan-pencak-silat-antara-stigma-dan-prestasi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Perempuan dan Pencak Silat: Antara Stigma dan Prestasi - Berita UMS","og_description":"ums.ac.id, SURAKARTA &#8211; Pukulan, tendangan, dan bantingan dari perempuan tomboy dan pecicilan ternyata membawanya menapaki arena besar Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX 2025 di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS. Dialah Febrila Widya Noer Azizah, pesilat putri kontingen Jawa Tengah, yang akrab dipanggil Bela oleh rekan-rekannya. Di kontingen Jawa Tengah, Bela dikenal sebagai atlet [&hellip;]","og_url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/perempuan-dan-pencak-silat-antara-stigma-dan-prestasi\/","og_site_name":"Berita UMS","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/umsofficialid\/?locale=id_ID","article_published_time":"2025-09-26T12:56:57+00:00","article_modified_time":"2025-09-26T13:25:22+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/09\/FotoNewsUMS.zip-Perempuan-dan-Pencak-Silat_-Antara-Stigma-dan-Prestasi-3.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Humas UMS","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Humas UMS","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/perempuan-dan-pencak-silat-antara-stigma-dan-prestasi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/perempuan-dan-pencak-silat-antara-stigma-dan-prestasi\/"},"author":{"name":"Humas UMS","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7"},"headline":"Perempuan dan Pencak Silat: Antara Stigma dan Prestasi","datePublished":"2025-09-26T12:56:57+00:00","dateModified":"2025-09-26T13:25:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/perempuan-dan-pencak-silat-antara-stigma-dan-prestasi\/"},"wordCount":685,"publisher":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/perempuan-dan-pencak-silat-antara-stigma-dan-prestasi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/09\/FotoNewsUMS.zip-Perempuan-dan-Pencak-Silat_-Antara-Stigma-dan-Prestasi-3.jpeg","keywords":["POMNAS","Terkini"],"articleSection":["Berita"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/perempuan-dan-pencak-silat-antara-stigma-dan-prestasi\/","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/perempuan-dan-pencak-silat-antara-stigma-dan-prestasi\/","name":"Perempuan dan Pencak Silat: Antara Stigma dan Prestasi - Berita UMS","isPartOf":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/perempuan-dan-pencak-silat-antara-stigma-dan-prestasi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/perempuan-dan-pencak-silat-antara-stigma-dan-prestasi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/09\/FotoNewsUMS.zip-Perempuan-dan-Pencak-Silat_-Antara-Stigma-dan-Prestasi-3.jpeg","datePublished":"2025-09-26T12:56:57+00:00","dateModified":"2025-09-26T13:25:22+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/perempuan-dan-pencak-silat-antara-stigma-dan-prestasi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/perempuan-dan-pencak-silat-antara-stigma-dan-prestasi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/perempuan-dan-pencak-silat-antara-stigma-dan-prestasi\/#primaryimage","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/09\/FotoNewsUMS.zip-Perempuan-dan-Pencak-Silat_-Antara-Stigma-dan-Prestasi-3.jpeg","contentUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/09\/FotoNewsUMS.zip-Perempuan-dan-Pencak-Silat_-Antara-Stigma-dan-Prestasi-3.jpeg","width":1920,"height":1080,"caption":"Febrila Widya Noer Azizah bersiap untuk menyerang lawan pada babak final"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/perempuan-dan-pencak-silat-antara-stigma-dan-prestasi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Perempuan dan Pencak Silat: Antara Stigma dan Prestasi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/","name":"Berita UMS","description":"Mencerahkan Unggul Mendunia","publisher":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#organization","name":"Berita UMS","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/08\/logo-news-ums-v2.jpg","contentUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/08\/logo-news-ums-v2.jpg","width":1920,"height":1080,"caption":"Berita UMS"},"image":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/umsofficialid\/?locale=id_ID"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7","name":"Humas UMS","sameAs":["http:\/\/news.ums.ac.id"],"url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/author\/adn466\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29820","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29820"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29820\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29826,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29820\/revisions\/29826"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/29823"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29820"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29820"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29820"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}