{"id":30434,"date":"2025-10-18T10:56:58","date_gmt":"2025-10-18T03:56:58","guid":{"rendered":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/?p=30434"},"modified":"2025-10-18T10:56:58","modified_gmt":"2025-10-18T03:56:58","slug":"akademisi-ums-infrastruktur-jangan-hanya-di-jawa-kebijakan-publik-harus-bijak-dan-bertanggung-jawab","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/akademisi-ums-infrastruktur-jangan-hanya-di-jawa-kebijakan-publik-harus-bijak-dan-bertanggung-jawab\/","title":{"rendered":"Akademisi UMS: Infrastruktur Jangan Hanya di Jawa, Kebijakan Publik Harus Bijak dan Bertanggung Jawab"},"content":{"rendered":"<p>ums.ac.id, SURAKARTA &#8211; Pembangunan yang berkeadilan, bukan pembangunan yang mengulang ketimpangan. Begitu pesan tegas Assoc. Prof. Zilhardi Idris, Ir., MT., DR., akademisi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), ketika menyoroti arah kebijakan transportasi nasional yang menurutnya masih berpusat di Pulau Jawa.<\/p>\n<p>\u201cIndonesia ini bukan hanya Jawa. Kalau infrastruktur terus dibangun di satu pulau, maka yang terjadi bukan kemajuan, tapi ketimpangan,\u201d ujarnya, membuka percakapan dengan nada serius.<\/p>\n<p>Menurut Dosen Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) itu, pemerataan pembangunan transportasi adalah fondasi mobilitas ekonomi bangsa. Namun data berbicara lain. Indeks aksesibilitas Indonesia masih rendah, bahkan rasio panjang jalan terhadap luas wilayah masih berkisar 250 m per-kilometer persegi.<\/p>\n<figure id=\"attachment_30437\" aria-describedby=\"caption-attachment-30437\" style=\"width: 1920px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-30437\" src=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/10\/FotoNewsUMS.zip-Akademisi-UMS_-Infrastruktur-Jangan-Hanya-di-Jawa-Kebijakan-Publik-Harus-Bijak-dan-Bertanggung-Jawab-2.jpeg\" alt=\"Assoc. Prof. Zilhardi Idris, Ir., MT., DR., akademisi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)\" width=\"1920\" height=\"1080\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-30437\" class=\"wp-caption-text\">Assoc. Prof. Zilhardi Idris, Ir., MT., DR., akademisi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)<\/figcaption><\/figure>\n<p>\u201cBayangkan, 1 km\u00b2 wilayah kita bahkan belum punya seperempat kilometer jalan. Itu artinya ada daerah-daerah yang nyaris tidak tersentuh roda pembangunan,\u201d tegasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (17\/10).<\/p>\n<p>Zilhardi menyebut, angka indeks mobilitas nasional sangat rendah hal ini pertanda bahwa warga masih sulit bergerak, sementara konektivitas antar wilayah timpang. \u201cKalau aksesnya tertutup, ekonomi tidak jalan. Mobilitas rendah adalah sinyal stagnasi, bukan pembangunan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia mengkritik keras pola kebijakan pembangunan yang lebih berorientasi pada keinginan politik &#8220;transaksional&#8221; ketimbang kebutuhan publik.<\/p>\n<p>\u201cKebijakan publik seharusnya menjawab kebutuhan rakyat, bukan ambisi kekuasaan. Kita sering membangun tanpa arah, dengan analisis kelayakan yang dangkal, tanpa memperhitungkan aspek sosial dan budaya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Kritik Zilhardi bukan tanpa dasar. Ia menilai proyek-proyek raksasa seperti Kereta Cepat Indonesia &#8211; China (KCIC) justru memperlihatkan bagaimana kebijakan bisa kehilangan arah.<\/p>\n<p>\u201cBadan usaha milik negara itu milik rakyat. Tapi sekarang justru jadi beban rakyat. Kalau BUMN terus disuntik APBN, artinya ada yang gagal dalam perencanaan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Lebih jauh, ia menyoroti lemahnya koordinasi antar lembaga negara. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Perhubungan disebutnya berjalan sendiri-sendiri tanpa arah sinergis.<\/p>\n<p>\u201cKalau Bappenas diam, DPR pasif, dan data BPS tidak akurat, maka perencanaan nasional kehilangan nalar. Semua instrumen pemerintahan seharusnya bekerja kritis dan analis, bukan sekadar menyetujui,\u201d ujarnya dengan nada tajam.<\/p>\n<p>Dosen Teknik Sipil UMS itu juga menyinggung soal rendahnya daya kritis akademisi di ruang publik. Ia menilai banyak suara akademik yang memilih diam. \u201cKita ini sering takut bersuara. Padahal tugas intelektual bukan menyenangkan penguasa, tapi menjaga nalar publik,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Zilhardi menegaskan, arah pembangunan nasional semestinya berpijak pada tiga prioritas utama: pendidikan, kesehatan, dan transportasi yang adil dan terjangkau. Ketiganya, kata dia, adalah tanggung jawab negara yang tak boleh diserahkan pada pasar.<\/p>\n<p>\u201cBiaya transportasi kita mahal, mobilitas kita rendah, dan banyak wilayah terisolir. Maka pembangunan harus menjawab kebutuhan rakyat, bukan keinginan pemerintah yang sedang berkuasa,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Ia menutup dengan kalimat yang menggema seperti peringatan moral bagi pengambil kebijakan \u201cYang memaksakan kebijakan yang tidak bijak harus bertanggung jawab. Kebijakan publik bukan eksperimen politik, tapi amanah rakyat,\u201d tegasnya. (Al\/Humas)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ums.ac.id, SURAKARTA &#8211; Pembangunan yang berkeadilan, bukan pembangunan yang mengulang ketimpangan. Begitu pesan tegas Assoc. Prof. Zilhardi Idris, Ir., MT., DR., akademisi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), ketika menyoroti arah kebijakan transportasi nasional yang menurutnya masih berpusat di Pulau Jawa. \u201cIndonesia ini bukan hanya Jawa. Kalau infrastruktur terus dibangun di satu pulau, maka yang terjadi bukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":30436,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,287],"tags":[279,9,11],"class_list":["post-30434","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-kata-pakar","tag-kata-pakar","tag-opini","tag-terkini","entry","has-media"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Akademisi UMS: Infrastruktur Jangan Hanya di Jawa, Kebijakan Publik Harus Bijak dan Bertanggung Jawab - Berita UMS<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/akademisi-ums-infrastruktur-jangan-hanya-di-jawa-kebijakan-publik-harus-bijak-dan-bertanggung-jawab\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Akademisi UMS: Infrastruktur Jangan Hanya di Jawa, Kebijakan Publik Harus Bijak dan Bertanggung Jawab - Berita UMS\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ums.ac.id, SURAKARTA &#8211; Pembangunan yang berkeadilan, bukan pembangunan yang mengulang ketimpangan. Begitu pesan tegas Assoc. Prof. Zilhardi Idris, Ir., MT., DR., akademisi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), ketika menyoroti arah kebijakan transportasi nasional yang menurutnya masih berpusat di Pulau Jawa. \u201cIndonesia ini bukan hanya Jawa. Kalau infrastruktur terus dibangun di satu pulau, maka yang terjadi bukan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/akademisi-ums-infrastruktur-jangan-hanya-di-jawa-kebijakan-publik-harus-bijak-dan-bertanggung-jawab\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita UMS\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/umsofficialid\/?locale=id_ID\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-18T03:56:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/10\/FotoNewsUMS.zip-Akademisi-UMS_-Infrastruktur-Jangan-Hanya-di-Jawa-Kebijakan-Publik-Harus-Bijak-dan-Bertanggung-Jawab.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Humas UMS\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Humas UMS\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/akademisi-ums-infrastruktur-jangan-hanya-di-jawa-kebijakan-publik-harus-bijak-dan-bertanggung-jawab\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/akademisi-ums-infrastruktur-jangan-hanya-di-jawa-kebijakan-publik-harus-bijak-dan-bertanggung-jawab\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Humas UMS\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7\"},\"headline\":\"Akademisi UMS: Infrastruktur Jangan Hanya di Jawa, Kebijakan Publik Harus Bijak dan Bertanggung Jawab\",\"datePublished\":\"2025-10-18T03:56:58+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/akademisi-ums-infrastruktur-jangan-hanya-di-jawa-kebijakan-publik-harus-bijak-dan-bertanggung-jawab\\\/\"},\"wordCount\":485,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/akademisi-ums-infrastruktur-jangan-hanya-di-jawa-kebijakan-publik-harus-bijak-dan-bertanggung-jawab\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2025\\\/10\\\/FotoNewsUMS.zip-Akademisi-UMS_-Infrastruktur-Jangan-Hanya-di-Jawa-Kebijakan-Publik-Harus-Bijak-dan-Bertanggung-Jawab.jpeg\",\"keywords\":[\"Kata Pakar\",\"Opini\",\"Terkini\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Kata Pakar\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/akademisi-ums-infrastruktur-jangan-hanya-di-jawa-kebijakan-publik-harus-bijak-dan-bertanggung-jawab\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/akademisi-ums-infrastruktur-jangan-hanya-di-jawa-kebijakan-publik-harus-bijak-dan-bertanggung-jawab\\\/\",\"name\":\"Akademisi UMS: Infrastruktur Jangan Hanya di Jawa, Kebijakan Publik Harus Bijak dan Bertanggung Jawab - Berita UMS\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/akademisi-ums-infrastruktur-jangan-hanya-di-jawa-kebijakan-publik-harus-bijak-dan-bertanggung-jawab\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/akademisi-ums-infrastruktur-jangan-hanya-di-jawa-kebijakan-publik-harus-bijak-dan-bertanggung-jawab\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2025\\\/10\\\/FotoNewsUMS.zip-Akademisi-UMS_-Infrastruktur-Jangan-Hanya-di-Jawa-Kebijakan-Publik-Harus-Bijak-dan-Bertanggung-Jawab.jpeg\",\"datePublished\":\"2025-10-18T03:56:58+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/akademisi-ums-infrastruktur-jangan-hanya-di-jawa-kebijakan-publik-harus-bijak-dan-bertanggung-jawab\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/akademisi-ums-infrastruktur-jangan-hanya-di-jawa-kebijakan-publik-harus-bijak-dan-bertanggung-jawab\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/akademisi-ums-infrastruktur-jangan-hanya-di-jawa-kebijakan-publik-harus-bijak-dan-bertanggung-jawab\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2025\\\/10\\\/FotoNewsUMS.zip-Akademisi-UMS_-Infrastruktur-Jangan-Hanya-di-Jawa-Kebijakan-Publik-Harus-Bijak-dan-Bertanggung-Jawab.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2025\\\/10\\\/FotoNewsUMS.zip-Akademisi-UMS_-Infrastruktur-Jangan-Hanya-di-Jawa-Kebijakan-Publik-Harus-Bijak-dan-Bertanggung-Jawab.jpeg\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"Illustrasi Kereta Cepat Whossh (Sumber: Sekretariat Negara)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/akademisi-ums-infrastruktur-jangan-hanya-di-jawa-kebijakan-publik-harus-bijak-dan-bertanggung-jawab\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Akademisi UMS: Infrastruktur Jangan Hanya di Jawa, Kebijakan Publik Harus Bijak dan Bertanggung Jawab\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Berita UMS\",\"description\":\"Mencerahkan Unggul Mendunia\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Berita UMS\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2021\\\/08\\\/logo-news-ums-v2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2021\\\/08\\\/logo-news-ums-v2.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"Berita UMS\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/umsofficialid\\\/?locale=id_ID\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7\",\"name\":\"Humas UMS\",\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/news.ums.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/author\\\/adn466\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Akademisi UMS: Infrastruktur Jangan Hanya di Jawa, Kebijakan Publik Harus Bijak dan Bertanggung Jawab - Berita UMS","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/akademisi-ums-infrastruktur-jangan-hanya-di-jawa-kebijakan-publik-harus-bijak-dan-bertanggung-jawab\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Akademisi UMS: Infrastruktur Jangan Hanya di Jawa, Kebijakan Publik Harus Bijak dan Bertanggung Jawab - Berita UMS","og_description":"ums.ac.id, SURAKARTA &#8211; Pembangunan yang berkeadilan, bukan pembangunan yang mengulang ketimpangan. Begitu pesan tegas Assoc. Prof. Zilhardi Idris, Ir., MT., DR., akademisi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), ketika menyoroti arah kebijakan transportasi nasional yang menurutnya masih berpusat di Pulau Jawa. \u201cIndonesia ini bukan hanya Jawa. Kalau infrastruktur terus dibangun di satu pulau, maka yang terjadi bukan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/akademisi-ums-infrastruktur-jangan-hanya-di-jawa-kebijakan-publik-harus-bijak-dan-bertanggung-jawab\/","og_site_name":"Berita UMS","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/umsofficialid\/?locale=id_ID","article_published_time":"2025-10-18T03:56:58+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/10\/FotoNewsUMS.zip-Akademisi-UMS_-Infrastruktur-Jangan-Hanya-di-Jawa-Kebijakan-Publik-Harus-Bijak-dan-Bertanggung-Jawab.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Humas UMS","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Humas UMS","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/akademisi-ums-infrastruktur-jangan-hanya-di-jawa-kebijakan-publik-harus-bijak-dan-bertanggung-jawab\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/akademisi-ums-infrastruktur-jangan-hanya-di-jawa-kebijakan-publik-harus-bijak-dan-bertanggung-jawab\/"},"author":{"name":"Humas UMS","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7"},"headline":"Akademisi UMS: Infrastruktur Jangan Hanya di Jawa, Kebijakan Publik Harus Bijak dan Bertanggung Jawab","datePublished":"2025-10-18T03:56:58+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/akademisi-ums-infrastruktur-jangan-hanya-di-jawa-kebijakan-publik-harus-bijak-dan-bertanggung-jawab\/"},"wordCount":485,"publisher":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/akademisi-ums-infrastruktur-jangan-hanya-di-jawa-kebijakan-publik-harus-bijak-dan-bertanggung-jawab\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/10\/FotoNewsUMS.zip-Akademisi-UMS_-Infrastruktur-Jangan-Hanya-di-Jawa-Kebijakan-Publik-Harus-Bijak-dan-Bertanggung-Jawab.jpeg","keywords":["Kata Pakar","Opini","Terkini"],"articleSection":["Berita","Kata Pakar"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/akademisi-ums-infrastruktur-jangan-hanya-di-jawa-kebijakan-publik-harus-bijak-dan-bertanggung-jawab\/","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/akademisi-ums-infrastruktur-jangan-hanya-di-jawa-kebijakan-publik-harus-bijak-dan-bertanggung-jawab\/","name":"Akademisi UMS: Infrastruktur Jangan Hanya di Jawa, Kebijakan Publik Harus Bijak dan Bertanggung Jawab - Berita UMS","isPartOf":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/akademisi-ums-infrastruktur-jangan-hanya-di-jawa-kebijakan-publik-harus-bijak-dan-bertanggung-jawab\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/akademisi-ums-infrastruktur-jangan-hanya-di-jawa-kebijakan-publik-harus-bijak-dan-bertanggung-jawab\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/10\/FotoNewsUMS.zip-Akademisi-UMS_-Infrastruktur-Jangan-Hanya-di-Jawa-Kebijakan-Publik-Harus-Bijak-dan-Bertanggung-Jawab.jpeg","datePublished":"2025-10-18T03:56:58+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/akademisi-ums-infrastruktur-jangan-hanya-di-jawa-kebijakan-publik-harus-bijak-dan-bertanggung-jawab\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/akademisi-ums-infrastruktur-jangan-hanya-di-jawa-kebijakan-publik-harus-bijak-dan-bertanggung-jawab\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/akademisi-ums-infrastruktur-jangan-hanya-di-jawa-kebijakan-publik-harus-bijak-dan-bertanggung-jawab\/#primaryimage","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/10\/FotoNewsUMS.zip-Akademisi-UMS_-Infrastruktur-Jangan-Hanya-di-Jawa-Kebijakan-Publik-Harus-Bijak-dan-Bertanggung-Jawab.jpeg","contentUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/10\/FotoNewsUMS.zip-Akademisi-UMS_-Infrastruktur-Jangan-Hanya-di-Jawa-Kebijakan-Publik-Harus-Bijak-dan-Bertanggung-Jawab.jpeg","width":1920,"height":1080,"caption":"Illustrasi Kereta Cepat Whossh (Sumber: Sekretariat Negara)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/akademisi-ums-infrastruktur-jangan-hanya-di-jawa-kebijakan-publik-harus-bijak-dan-bertanggung-jawab\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Akademisi UMS: Infrastruktur Jangan Hanya di Jawa, Kebijakan Publik Harus Bijak dan Bertanggung Jawab"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/","name":"Berita UMS","description":"Mencerahkan Unggul Mendunia","publisher":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#organization","name":"Berita UMS","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/08\/logo-news-ums-v2.jpg","contentUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/08\/logo-news-ums-v2.jpg","width":1920,"height":1080,"caption":"Berita UMS"},"image":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/umsofficialid\/?locale=id_ID"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7","name":"Humas UMS","sameAs":["http:\/\/news.ums.ac.id"],"url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/author\/adn466\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30434","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30434"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30434\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30438,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30434\/revisions\/30438"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30436"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30434"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30434"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30434"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}