{"id":31253,"date":"2025-11-01T15:37:46","date_gmt":"2025-11-01T08:37:46","guid":{"rendered":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/?p=31253"},"modified":"2025-11-01T15:37:46","modified_gmt":"2025-11-01T08:37:46","slug":"psikolog-ums-soroti-meningkatnya-kasus-perundungan-lingkungan-pendidikan-dan-keluarga-belum-jadi-tempat-aman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/psikolog-ums-soroti-meningkatnya-kasus-perundungan-lingkungan-pendidikan-dan-keluarga-belum-jadi-tempat-aman\/","title":{"rendered":"Psikolog UMS Soroti Meningkatnya Kasus Perundungan: Lingkungan Pendidikan dan Keluarga Belum Jadi Tempat Aman"},"content":{"rendered":"<p>ums.ac.id, SURAKARTA &#8211; Meningkatnya kasus perundungan (bullying) di Indonesia menjadi perhatian serius para akademisi dan praktisi psikologi, termasuk dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Dosen Fakultas Psikologi UMS, Prilya Shanty Andrianie, S.Psi., M.Psi., Psikolog., menilai fenomena ini harus disikapi secara menyeluruh, terutama karena telah menimbulkan dampak psikologis yang berat hingga berujung pada kasus bunuh diri di kalangan pelajar dan mahasiswa.<\/p>\n<p>Prilya menyoroti beberapa kasus yang baru-baru ini mencuat di media, seperti tragedi yang menimpa almarhum Timothy dan mahasiswa di Solo. Menurutnya, perundungan bukan satu-satunya faktor penyebab tindakan ekstrim seperti bunuh diri, namun bisa menjadi pemicu gangguan mental yang sudah ada sebelumnya.<\/p>\n<p>\u201cKasus di Solo itu setelah saya telusuri, ternyata memang mahasiswa tersebut ada indikasi bipolar, yakni gangguan emosi dan mood. Jadi bisa jadi bukan murni perundungan, tetapi ada gangguan psikologis yang menjadi pemicu,\u201d jelasnya, Sabtu (1\/11).<\/p>\n<figure id=\"attachment_31255\" aria-describedby=\"caption-attachment-31255\" style=\"width: 1920px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-31255\" src=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/Psikolog-UMS-Soroti-Meningkatnya-Kasus-Perundungan_-Lingkungan-Pendidikan-dan-Keluarga-Belum-Jadi-Tempat-Aman.jpg\" alt=\"Dosen Fakultas Psikologi UMS, Prilya Shanty Andrianie, S.Psi., M.Psi., Psikolog\" width=\"1920\" height=\"1080\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-31255\" class=\"wp-caption-text\">Dosen Fakultas Psikologi UMS, Prilya Shanty Andrianie, S.Psi., M.Psi., Psikolog<\/figcaption><\/figure>\n<p>Data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Federasi Serikat Guru Indonesia menunjukkan bahwa tahun 2023 terdapat 3.800 kasus bullying, dan pada 2024 jumlahnya meningkat hampir 100 kasus. Jenis bullying yang paling dominan adalah fisik (sekitar 55\u201356%), disusul verbal (29,3%), dan psikologis (15,2%).<\/p>\n<p>\u201cBullying psikologis sering kali tidak disadari. Misalnya, ketika seseorang diabaikan, dikucilkan, atau tidak dilibatkan dalam pertemanan. Itu termasuk bentuk perundungan,\u201d ujar Prilya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, ia menyebut bahwa ranah pendidikan dan keluarga kini menjadi dua lingkungan utama tempat perundungan terjadi. \u201cPadahal seharusnya dua tempat itu menjadi ruang paling aman bagi anak dan remaja,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Menurut Prilya, fenomena perundungan di perguruan tinggi sering kali merupakan akumulasi dari pengalaman negatif di jenjang pendidikan sebelumnya.<\/p>\n<p>\u201cBisa jadi pelaku atau korban pernah mengalami bullying sejak SD, SMP, atau SMA, dan tidak terselesaikan dengan baik. Akibatnya, saat kuliah, dampaknya muncul kembali dalam bentuk gangguan mental atau perilaku yang berulang,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Ia juga menyoroti adanya budaya senioritas dan balas dendam, yang memicu praktik perpeloncoan saat masa orientasi mahasiswa baru. \u201cBudaya senior-junior ini harus diubah. Sistem orientasi seharusnya menumbuhkan rasa kekeluargaan, misalnya dengan konsep kakak asuh\u2013adik asuh. Jadi mahasiswa baru merasa diterima dan aman,\u201d sarannya.<\/p>\n<p>Prilya menjelaskan, terdapat tiga pihak yang berperan dalam siklus bullying: pelaku, korban, dan bystander (penonton). Upaya pencegahan dapat dilakukan jika semua pihak memiliki sikap empati dan asertivitas.<\/p>\n<p>\u201cEmpati membuat seseorang enggan membully karena bisa merasakan posisi korban. Sementara asertivitas berarti berani menyampaikan sesuatu secara positif, seperti menegur atau melapor saat melihat tindakan bullying,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Selain itu, lingkungan sekitar perlu peka terhadap tanda-tanda korban bullying, seperti menarik diri, menjadi pendiam, mudah emosional, atau enggan masuk sekolah\/kuliah.<\/p>\n<p>Dalam menangani korban, Prilya menekankan pentingnya PFA (Psychological First Aid) atau pertolongan pertama psikologis. Langkah ini meliputi kepekaan terhadap perubahan perilaku, kesediaan mendengarkan tanpa menghakimi, serta membantu korban mendapatkan rujukan profesional bila diperlukan.<\/p>\n<p>\u201cKadang seseorang tidak butuh solusi langsung, tapi hanya ingin didengarkan. Kalau kita tidak mampu menanganinya, bantu dia untuk bertemu dengan psikolog atau psikiater,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Sebagai langkah preventif di perguruan tinggi, Prilya mendorong adanya satuan tugas (Satgas) anti-bullying yang aktif melakukan sosialisasi dan kampanye tentang lingkungan kampus yang aman dan positif.<\/p>\n<p>\u201cKampus perlu memiliki sistem yang jelas untuk pelaporan, peer counseling, dan sosialisasi keberanian bersikap. Dengan begitu, UMS maupun perguruan tinggi lain bisa menjadi rumah yang benar-benar aman bagi mahasiswa,\u201d pungkasnya. (Fika\/Humas)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ums.ac.id, SURAKARTA &#8211; Meningkatnya kasus perundungan (bullying) di Indonesia menjadi perhatian serius para akademisi dan praktisi psikologi, termasuk dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Dosen Fakultas Psikologi UMS, Prilya Shanty Andrianie, S.Psi., M.Psi., Psikolog., menilai fenomena ini harus disikapi secara menyeluruh, terutama karena telah menimbulkan dampak psikologis yang berat hingga berujung pada kasus bunuh diri di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":31254,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,287],"tags":[279,9,11],"class_list":["post-31253","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-kata-pakar","tag-kata-pakar","tag-opini","tag-terkini","entry","has-media"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Psikolog UMS Soroti Meningkatnya Kasus Perundungan: Lingkungan Pendidikan dan Keluarga Belum Jadi Tempat Aman - Berita UMS<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/psikolog-ums-soroti-meningkatnya-kasus-perundungan-lingkungan-pendidikan-dan-keluarga-belum-jadi-tempat-aman\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Psikolog UMS Soroti Meningkatnya Kasus Perundungan: Lingkungan Pendidikan dan Keluarga Belum Jadi Tempat Aman - Berita UMS\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ums.ac.id, SURAKARTA &#8211; Meningkatnya kasus perundungan (bullying) di Indonesia menjadi perhatian serius para akademisi dan praktisi psikologi, termasuk dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Dosen Fakultas Psikologi UMS, Prilya Shanty Andrianie, S.Psi., M.Psi., Psikolog., menilai fenomena ini harus disikapi secara menyeluruh, terutama karena telah menimbulkan dampak psikologis yang berat hingga berujung pada kasus bunuh diri di [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/psikolog-ums-soroti-meningkatnya-kasus-perundungan-lingkungan-pendidikan-dan-keluarga-belum-jadi-tempat-aman\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita UMS\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/umsofficialid\/?locale=id_ID\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-01T08:37:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/Psikolog-UMS-Soroti-Meningkatnya-Kasus-Perundungan_-Lingkungan-Pendidikan-dan-Keluarga-Belum-Jadi-Tempat-Aman-2.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Humas UMS\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Humas UMS\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/psikolog-ums-soroti-meningkatnya-kasus-perundungan-lingkungan-pendidikan-dan-keluarga-belum-jadi-tempat-aman\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/psikolog-ums-soroti-meningkatnya-kasus-perundungan-lingkungan-pendidikan-dan-keluarga-belum-jadi-tempat-aman\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Humas UMS\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7\"},\"headline\":\"Psikolog UMS Soroti Meningkatnya Kasus Perundungan: Lingkungan Pendidikan dan Keluarga Belum Jadi Tempat Aman\",\"datePublished\":\"2025-11-01T08:37:46+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/psikolog-ums-soroti-meningkatnya-kasus-perundungan-lingkungan-pendidikan-dan-keluarga-belum-jadi-tempat-aman\\\/\"},\"wordCount\":546,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/psikolog-ums-soroti-meningkatnya-kasus-perundungan-lingkungan-pendidikan-dan-keluarga-belum-jadi-tempat-aman\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2025\\\/11\\\/Psikolog-UMS-Soroti-Meningkatnya-Kasus-Perundungan_-Lingkungan-Pendidikan-dan-Keluarga-Belum-Jadi-Tempat-Aman-2.jpg\",\"keywords\":[\"Kata Pakar\",\"Opini\",\"Terkini\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Kata Pakar\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/psikolog-ums-soroti-meningkatnya-kasus-perundungan-lingkungan-pendidikan-dan-keluarga-belum-jadi-tempat-aman\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/psikolog-ums-soroti-meningkatnya-kasus-perundungan-lingkungan-pendidikan-dan-keluarga-belum-jadi-tempat-aman\\\/\",\"name\":\"Psikolog UMS Soroti Meningkatnya Kasus Perundungan: Lingkungan Pendidikan dan Keluarga Belum Jadi Tempat Aman - Berita UMS\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/psikolog-ums-soroti-meningkatnya-kasus-perundungan-lingkungan-pendidikan-dan-keluarga-belum-jadi-tempat-aman\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/psikolog-ums-soroti-meningkatnya-kasus-perundungan-lingkungan-pendidikan-dan-keluarga-belum-jadi-tempat-aman\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2025\\\/11\\\/Psikolog-UMS-Soroti-Meningkatnya-Kasus-Perundungan_-Lingkungan-Pendidikan-dan-Keluarga-Belum-Jadi-Tempat-Aman-2.jpg\",\"datePublished\":\"2025-11-01T08:37:46+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/psikolog-ums-soroti-meningkatnya-kasus-perundungan-lingkungan-pendidikan-dan-keluarga-belum-jadi-tempat-aman\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/psikolog-ums-soroti-meningkatnya-kasus-perundungan-lingkungan-pendidikan-dan-keluarga-belum-jadi-tempat-aman\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/psikolog-ums-soroti-meningkatnya-kasus-perundungan-lingkungan-pendidikan-dan-keluarga-belum-jadi-tempat-aman\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2025\\\/11\\\/Psikolog-UMS-Soroti-Meningkatnya-Kasus-Perundungan_-Lingkungan-Pendidikan-dan-Keluarga-Belum-Jadi-Tempat-Aman-2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2025\\\/11\\\/Psikolog-UMS-Soroti-Meningkatnya-Kasus-Perundungan_-Lingkungan-Pendidikan-dan-Keluarga-Belum-Jadi-Tempat-Aman-2.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"Ilustrasi Perundungan. Foto: Canva\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/psikolog-ums-soroti-meningkatnya-kasus-perundungan-lingkungan-pendidikan-dan-keluarga-belum-jadi-tempat-aman\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Psikolog UMS Soroti Meningkatnya Kasus Perundungan: Lingkungan Pendidikan dan Keluarga Belum Jadi Tempat Aman\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Berita UMS\",\"description\":\"Mencerahkan Unggul Mendunia\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Berita UMS\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2021\\\/08\\\/logo-news-ums-v2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2021\\\/08\\\/logo-news-ums-v2.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"Berita UMS\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/umsofficialid\\\/?locale=id_ID\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7\",\"name\":\"Humas UMS\",\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/news.ums.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/author\\\/adn466\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Psikolog UMS Soroti Meningkatnya Kasus Perundungan: Lingkungan Pendidikan dan Keluarga Belum Jadi Tempat Aman - Berita UMS","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/psikolog-ums-soroti-meningkatnya-kasus-perundungan-lingkungan-pendidikan-dan-keluarga-belum-jadi-tempat-aman\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Psikolog UMS Soroti Meningkatnya Kasus Perundungan: Lingkungan Pendidikan dan Keluarga Belum Jadi Tempat Aman - Berita UMS","og_description":"ums.ac.id, SURAKARTA &#8211; Meningkatnya kasus perundungan (bullying) di Indonesia menjadi perhatian serius para akademisi dan praktisi psikologi, termasuk dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Dosen Fakultas Psikologi UMS, Prilya Shanty Andrianie, S.Psi., M.Psi., Psikolog., menilai fenomena ini harus disikapi secara menyeluruh, terutama karena telah menimbulkan dampak psikologis yang berat hingga berujung pada kasus bunuh diri di [&hellip;]","og_url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/psikolog-ums-soroti-meningkatnya-kasus-perundungan-lingkungan-pendidikan-dan-keluarga-belum-jadi-tempat-aman\/","og_site_name":"Berita UMS","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/umsofficialid\/?locale=id_ID","article_published_time":"2025-11-01T08:37:46+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/Psikolog-UMS-Soroti-Meningkatnya-Kasus-Perundungan_-Lingkungan-Pendidikan-dan-Keluarga-Belum-Jadi-Tempat-Aman-2.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Humas UMS","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Humas UMS","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/psikolog-ums-soroti-meningkatnya-kasus-perundungan-lingkungan-pendidikan-dan-keluarga-belum-jadi-tempat-aman\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/psikolog-ums-soroti-meningkatnya-kasus-perundungan-lingkungan-pendidikan-dan-keluarga-belum-jadi-tempat-aman\/"},"author":{"name":"Humas UMS","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7"},"headline":"Psikolog UMS Soroti Meningkatnya Kasus Perundungan: Lingkungan Pendidikan dan Keluarga Belum Jadi Tempat Aman","datePublished":"2025-11-01T08:37:46+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/psikolog-ums-soroti-meningkatnya-kasus-perundungan-lingkungan-pendidikan-dan-keluarga-belum-jadi-tempat-aman\/"},"wordCount":546,"publisher":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/psikolog-ums-soroti-meningkatnya-kasus-perundungan-lingkungan-pendidikan-dan-keluarga-belum-jadi-tempat-aman\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/Psikolog-UMS-Soroti-Meningkatnya-Kasus-Perundungan_-Lingkungan-Pendidikan-dan-Keluarga-Belum-Jadi-Tempat-Aman-2.jpg","keywords":["Kata Pakar","Opini","Terkini"],"articleSection":["Berita","Kata Pakar"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/psikolog-ums-soroti-meningkatnya-kasus-perundungan-lingkungan-pendidikan-dan-keluarga-belum-jadi-tempat-aman\/","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/psikolog-ums-soroti-meningkatnya-kasus-perundungan-lingkungan-pendidikan-dan-keluarga-belum-jadi-tempat-aman\/","name":"Psikolog UMS Soroti Meningkatnya Kasus Perundungan: Lingkungan Pendidikan dan Keluarga Belum Jadi Tempat Aman - Berita UMS","isPartOf":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/psikolog-ums-soroti-meningkatnya-kasus-perundungan-lingkungan-pendidikan-dan-keluarga-belum-jadi-tempat-aman\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/psikolog-ums-soroti-meningkatnya-kasus-perundungan-lingkungan-pendidikan-dan-keluarga-belum-jadi-tempat-aman\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/Psikolog-UMS-Soroti-Meningkatnya-Kasus-Perundungan_-Lingkungan-Pendidikan-dan-Keluarga-Belum-Jadi-Tempat-Aman-2.jpg","datePublished":"2025-11-01T08:37:46+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/psikolog-ums-soroti-meningkatnya-kasus-perundungan-lingkungan-pendidikan-dan-keluarga-belum-jadi-tempat-aman\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/psikolog-ums-soroti-meningkatnya-kasus-perundungan-lingkungan-pendidikan-dan-keluarga-belum-jadi-tempat-aman\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/psikolog-ums-soroti-meningkatnya-kasus-perundungan-lingkungan-pendidikan-dan-keluarga-belum-jadi-tempat-aman\/#primaryimage","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/Psikolog-UMS-Soroti-Meningkatnya-Kasus-Perundungan_-Lingkungan-Pendidikan-dan-Keluarga-Belum-Jadi-Tempat-Aman-2.jpg","contentUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/Psikolog-UMS-Soroti-Meningkatnya-Kasus-Perundungan_-Lingkungan-Pendidikan-dan-Keluarga-Belum-Jadi-Tempat-Aman-2.jpg","width":1920,"height":1080,"caption":"Ilustrasi Perundungan. Foto: Canva"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/psikolog-ums-soroti-meningkatnya-kasus-perundungan-lingkungan-pendidikan-dan-keluarga-belum-jadi-tempat-aman\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Psikolog UMS Soroti Meningkatnya Kasus Perundungan: Lingkungan Pendidikan dan Keluarga Belum Jadi Tempat Aman"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/","name":"Berita UMS","description":"Mencerahkan Unggul Mendunia","publisher":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#organization","name":"Berita UMS","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/08\/logo-news-ums-v2.jpg","contentUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/08\/logo-news-ums-v2.jpg","width":1920,"height":1080,"caption":"Berita UMS"},"image":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/umsofficialid\/?locale=id_ID"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7","name":"Humas UMS","sameAs":["http:\/\/news.ums.ac.id"],"url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/author\/adn466\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31253","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31253"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31253\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31256,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31253\/revisions\/31256"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31254"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31253"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31253"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31253"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}