{"id":31507,"date":"2025-11-10T14:12:39","date_gmt":"2025-11-10T07:12:39","guid":{"rendered":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/?p=31507"},"modified":"2025-11-10T14:12:39","modified_gmt":"2025-11-10T07:12:39","slug":"fenomena-fotoyu-antara-kebutuhan-konten-dan-hak-privasi-masyarakat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/fenomena-fotoyu-antara-kebutuhan-konten-dan-hak-privasi-masyarakat\/","title":{"rendered":"Fenomena Fotoyu: Antara Kebutuhan Konten dan Hak Privasi Masyarakat"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/www.ums.ac.id\/\">ums.ac.id<\/a>, SURAKARTA &#8211; Fenomena jasa fotografi marketplace seperti Fotoyu kembali ramai diperbincangkan di kalangan masyarakat. Fenomena ini menuai kontroversi lantaran dianggap telah melanggar privasi seseorang.<\/p>\n<p>Kepala <a href=\"https:\/\/komunikasi.ums.ac.id\/\">Program Studi Ilmu Komunikasi<\/a> <a href=\"https:\/\/www.ums.ac.id\/fakultas\/komunikasi-dan-informatika\">Fakultas Komunikasi dan Informatika<\/a> (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sidiq Setyawan, S.I.Kom., M.I.Kom., sekaligus penggiat seni fotografi, mengungkap bahwa fenomena ini bukanlah hal baru dalam dunia fotografi. Ia menilai bahwa tren tersebut tidak sepenuhnya baru, melainkan kelanjutan dari perkembangan teknologi dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat serta kebutuhan untuk mengekspresikan diri di dunia digital.<\/p>\n<p>\u201cFenomena fotoyu itu bukan hal baru. Munculnya fotoyu adalah hasil dari hukum pasar ketika ada permintaan, pasti akan muncul penawaran. Teknologi menjawab permintaan pasar itu,\u201d jelas Sidiq pada Senin, (10\/11).<\/p>\n<figure id=\"attachment_31509\" aria-describedby=\"caption-attachment-31509\" style=\"width: 1920px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-31509\" src=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/Fenomena-Fotoyu_-Antara-Kebutuhan-Konten-dan-Hak-Privasi-Masyarakat.jpg\" alt=\"Fenomena Jasa Fotografi. Foto: Canva\" width=\"1920\" height=\"1080\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-31509\" class=\"wp-caption-text\">Fenomena Jasa Fotografi. Foto: Canva<\/figcaption><\/figure>\n<p>Ia menekankan fotografi bukan sekedar aktivitas memotret objek, melainkan mencakup sebuah seni, teknik, dan etika sosial. Dalam dunia jurnalistik, fotografer terikat oleh etika public interest yang berarti kepentingan publik yang secara sah dapat terpublikasi tanpa harus mempunyai izin.<\/p>\n<p>\u201cIbaratnya seperti KPK menangkap koruptor, kan tidak mungkin kita fotografer izin ke koruptor untuk difoto dahulu. Public interest nya kurang dapat,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Meskipun demikian, Ia juga mengingatkan, walau seseorang beraktivitas di ruang publik, bukan berarti bebas untuk dijadikan objek foto tanpa persetujuan. Selain itu, ia menuturkan pentingnya dokumen persetujuan yang menjelaskan di mana foto akan ditampilkan dan bagaimana penggunaannya.<\/p>\n<p>\u201cKita sering lupa bahwa privasi itu hak dasar. Kalau orang tidak mau difoto, ya jangan difoto,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Selain etika, Sidiq juga menyoroti pentingnya regulasi yang tegas bagi platform penyedia jasa fotografi digital. Ia menilai, platform memiliki tanggung jawab besar untuk mengatur hubungan antara fotografer dan klien, termasuk perlindungan terhadap data visual pengguna.<\/p>\n<p>\u201cPlatform seperti Fotoyu itu ibaratnya marketplace. Kalau fotografer disebut mitra, maka perjanjian dan batasan harus jelas. Jangan sampai foto yang tidak terpakai dijual atau digunakan untuk kepentingan lain, apalagi bisa digunakan AI tanpa izin,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Sidiq mengakui masyarakat kini semakin peduli dengan hak privasi mereka. Ia melihat ini sebagai titik jenuh masyarakat terhadap eksposur berlebihan di ruang publik. Beberapa orang bahkan sudah memberikan tanda atau mengenakan kaos bertuliskan \u201cDo Not Take My Photo\u201d sebagai bentuk perlawanan.<\/p>\n<p>\u201cOrang sudah sangat peduli dengan hak-hak privacy. Bahkan beberapa orang bilang secara sederhana, orang mau lari aja kok, orang mau olahraga di luar aja, sekarang riweuh,\u201d tutur Sidiq.<\/p>\n<p>Sidiq mengusulkan solusi untuk mengatasi persoalan ini. Pertama, regulasi yang jelas dari pemerintah yang mengatur term and condition platform dan batasan bagi fotografer.<\/p>\n<p>Kedua, fotografer harus melihat kembali tujuan dan etika mereka. Ketiga, pelaku usaha dan fotografer tidak bisa bergerak sendiri dan harus didukung dengan platform pemangku kebijakan agar tidak memiliki gesekan horizontal.<\/p>\n<p>\u201cFoto itu tidak hanya medium. Single foto pun dia bercerita tentang orang itu, tentang hal yang mungkin dia ingin sembunyikan dari dirinya,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Ia juga mendorong para fotografer muda untuk memahami kembali makna fotografi sebagai medium yang merekam kisah manusia, bukan sekadar alat ekonomi.<\/p>\n<p>\u201cSatu foto bukan cuma data visual, tapi cerita personal seseorang. Jadi hargailah mereka yang ingin atau tidak ingin difoto. Jangan hanya berorientasi pada uang, tapi juga pada nilai kemanusiaan,\u201d pesannya.<\/p>\n<p>Sidiq juga berharap tidak ada perselisihan serius antara fotografer dengan masyarakat, sehingga semua pihak, baik pelari, fotografer, dan platform bisa sama-sama menikmati aktivitas mereka dengan nyaman. (Zaatuddin\/Humas)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ums.ac.id, SURAKARTA &#8211; Fenomena jasa fotografi marketplace seperti Fotoyu kembali ramai diperbincangkan di kalangan masyarakat. Fenomena ini menuai kontroversi lantaran dianggap telah melanggar privasi seseorang. Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sidiq Setyawan, S.I.Kom., M.I.Kom., sekaligus penggiat seni fotografi, mengungkap bahwa fenomena ini bukanlah hal baru dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":31508,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,287],"tags":[119,279,9,11],"class_list":["post-31507","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-kata-pakar","tag-fki","tag-kata-pakar","tag-opini","tag-terkini","entry","has-media"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Fenomena Fotoyu: Antara Kebutuhan Konten dan Hak Privasi Masyarakat - Berita UMS<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/fenomena-fotoyu-antara-kebutuhan-konten-dan-hak-privasi-masyarakat\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Fenomena Fotoyu: Antara Kebutuhan Konten dan Hak Privasi Masyarakat - Berita UMS\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ums.ac.id, SURAKARTA &#8211; Fenomena jasa fotografi marketplace seperti Fotoyu kembali ramai diperbincangkan di kalangan masyarakat. Fenomena ini menuai kontroversi lantaran dianggap telah melanggar privasi seseorang. Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sidiq Setyawan, S.I.Kom., M.I.Kom., sekaligus penggiat seni fotografi, mengungkap bahwa fenomena ini bukanlah hal baru dalam [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/fenomena-fotoyu-antara-kebutuhan-konten-dan-hak-privasi-masyarakat\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita UMS\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/umsofficialid\/?locale=id_ID\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-10T07:12:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/Fenomena-Fotoyu_-Antara-Kebutuhan-Konten-dan-Hak-Privasi-Masyarakat-2.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Humas UMS\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Humas UMS\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/fenomena-fotoyu-antara-kebutuhan-konten-dan-hak-privasi-masyarakat\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/fenomena-fotoyu-antara-kebutuhan-konten-dan-hak-privasi-masyarakat\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Humas UMS\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7\"},\"headline\":\"Fenomena Fotoyu: Antara Kebutuhan Konten dan Hak Privasi Masyarakat\",\"datePublished\":\"2025-11-10T07:12:39+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/fenomena-fotoyu-antara-kebutuhan-konten-dan-hak-privasi-masyarakat\\\/\"},\"wordCount\":552,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/fenomena-fotoyu-antara-kebutuhan-konten-dan-hak-privasi-masyarakat\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2025\\\/11\\\/Fenomena-Fotoyu_-Antara-Kebutuhan-Konten-dan-Hak-Privasi-Masyarakat-2.jpg\",\"keywords\":[\"Fakultas Komunikasi dan Informatika\",\"Kata Pakar\",\"Opini\",\"Terkini\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Kata Pakar\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/fenomena-fotoyu-antara-kebutuhan-konten-dan-hak-privasi-masyarakat\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/fenomena-fotoyu-antara-kebutuhan-konten-dan-hak-privasi-masyarakat\\\/\",\"name\":\"Fenomena Fotoyu: Antara Kebutuhan Konten dan Hak Privasi Masyarakat - Berita UMS\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/fenomena-fotoyu-antara-kebutuhan-konten-dan-hak-privasi-masyarakat\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/fenomena-fotoyu-antara-kebutuhan-konten-dan-hak-privasi-masyarakat\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2025\\\/11\\\/Fenomena-Fotoyu_-Antara-Kebutuhan-Konten-dan-Hak-Privasi-Masyarakat-2.jpg\",\"datePublished\":\"2025-11-10T07:12:39+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/fenomena-fotoyu-antara-kebutuhan-konten-dan-hak-privasi-masyarakat\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/fenomena-fotoyu-antara-kebutuhan-konten-dan-hak-privasi-masyarakat\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/fenomena-fotoyu-antara-kebutuhan-konten-dan-hak-privasi-masyarakat\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2025\\\/11\\\/Fenomena-Fotoyu_-Antara-Kebutuhan-Konten-dan-Hak-Privasi-Masyarakat-2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2025\\\/11\\\/Fenomena-Fotoyu_-Antara-Kebutuhan-Konten-dan-Hak-Privasi-Masyarakat-2.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"Kaprodi Ilmu Komunikasi UMS Sekaligus Penggiat Fotografi, Sidiq Setyawan, S.I.Kom., M.I.Kom\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/fenomena-fotoyu-antara-kebutuhan-konten-dan-hak-privasi-masyarakat\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Fenomena Fotoyu: Antara Kebutuhan Konten dan Hak Privasi Masyarakat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Berita UMS\",\"description\":\"Mencerahkan Unggul Mendunia\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Berita UMS\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2021\\\/08\\\/logo-news-ums-v2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2021\\\/08\\\/logo-news-ums-v2.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"Berita UMS\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/umsofficialid\\\/?locale=id_ID\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7\",\"name\":\"Humas UMS\",\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/news.ums.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/author\\\/adn466\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Fenomena Fotoyu: Antara Kebutuhan Konten dan Hak Privasi Masyarakat - Berita UMS","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/fenomena-fotoyu-antara-kebutuhan-konten-dan-hak-privasi-masyarakat\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Fenomena Fotoyu: Antara Kebutuhan Konten dan Hak Privasi Masyarakat - Berita UMS","og_description":"ums.ac.id, SURAKARTA &#8211; Fenomena jasa fotografi marketplace seperti Fotoyu kembali ramai diperbincangkan di kalangan masyarakat. Fenomena ini menuai kontroversi lantaran dianggap telah melanggar privasi seseorang. Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sidiq Setyawan, S.I.Kom., M.I.Kom., sekaligus penggiat seni fotografi, mengungkap bahwa fenomena ini bukanlah hal baru dalam [&hellip;]","og_url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/fenomena-fotoyu-antara-kebutuhan-konten-dan-hak-privasi-masyarakat\/","og_site_name":"Berita UMS","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/umsofficialid\/?locale=id_ID","article_published_time":"2025-11-10T07:12:39+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/Fenomena-Fotoyu_-Antara-Kebutuhan-Konten-dan-Hak-Privasi-Masyarakat-2.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Humas UMS","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Humas UMS","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/fenomena-fotoyu-antara-kebutuhan-konten-dan-hak-privasi-masyarakat\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/fenomena-fotoyu-antara-kebutuhan-konten-dan-hak-privasi-masyarakat\/"},"author":{"name":"Humas UMS","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7"},"headline":"Fenomena Fotoyu: Antara Kebutuhan Konten dan Hak Privasi Masyarakat","datePublished":"2025-11-10T07:12:39+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/fenomena-fotoyu-antara-kebutuhan-konten-dan-hak-privasi-masyarakat\/"},"wordCount":552,"publisher":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/fenomena-fotoyu-antara-kebutuhan-konten-dan-hak-privasi-masyarakat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/Fenomena-Fotoyu_-Antara-Kebutuhan-Konten-dan-Hak-Privasi-Masyarakat-2.jpg","keywords":["Fakultas Komunikasi dan Informatika","Kata Pakar","Opini","Terkini"],"articleSection":["Berita","Kata Pakar"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/fenomena-fotoyu-antara-kebutuhan-konten-dan-hak-privasi-masyarakat\/","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/fenomena-fotoyu-antara-kebutuhan-konten-dan-hak-privasi-masyarakat\/","name":"Fenomena Fotoyu: Antara Kebutuhan Konten dan Hak Privasi Masyarakat - Berita UMS","isPartOf":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/fenomena-fotoyu-antara-kebutuhan-konten-dan-hak-privasi-masyarakat\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/fenomena-fotoyu-antara-kebutuhan-konten-dan-hak-privasi-masyarakat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/Fenomena-Fotoyu_-Antara-Kebutuhan-Konten-dan-Hak-Privasi-Masyarakat-2.jpg","datePublished":"2025-11-10T07:12:39+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/fenomena-fotoyu-antara-kebutuhan-konten-dan-hak-privasi-masyarakat\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/fenomena-fotoyu-antara-kebutuhan-konten-dan-hak-privasi-masyarakat\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/fenomena-fotoyu-antara-kebutuhan-konten-dan-hak-privasi-masyarakat\/#primaryimage","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/Fenomena-Fotoyu_-Antara-Kebutuhan-Konten-dan-Hak-Privasi-Masyarakat-2.jpg","contentUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/Fenomena-Fotoyu_-Antara-Kebutuhan-Konten-dan-Hak-Privasi-Masyarakat-2.jpg","width":1920,"height":1080,"caption":"Kaprodi Ilmu Komunikasi UMS Sekaligus Penggiat Fotografi, Sidiq Setyawan, S.I.Kom., M.I.Kom"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/fenomena-fotoyu-antara-kebutuhan-konten-dan-hak-privasi-masyarakat\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Fenomena Fotoyu: Antara Kebutuhan Konten dan Hak Privasi Masyarakat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/","name":"Berita UMS","description":"Mencerahkan Unggul Mendunia","publisher":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#organization","name":"Berita UMS","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/08\/logo-news-ums-v2.jpg","contentUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/08\/logo-news-ums-v2.jpg","width":1920,"height":1080,"caption":"Berita UMS"},"image":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/umsofficialid\/?locale=id_ID"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7","name":"Humas UMS","sameAs":["http:\/\/news.ums.ac.id"],"url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/author\/adn466\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31507","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31507"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31507\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31510,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31507\/revisions\/31510"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31508"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31507"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31507"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31507"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}