{"id":32108,"date":"2025-11-18T16:07:47","date_gmt":"2025-11-18T09:07:47","guid":{"rendered":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/?p=32108"},"modified":"2025-11-18T16:07:47","modified_gmt":"2025-11-18T09:07:47","slug":"kajian-ums-bahas-hukum-perceraian-dalam-perspektif-tarjih-muhammadiyah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/kajian-ums-bahas-hukum-perceraian-dalam-perspektif-tarjih-muhammadiyah\/","title":{"rendered":"Kajian UMS Bahas Hukum Perceraian dalam Perspektif Tarjih Muhammadiyah"},"content":{"rendered":"<p>ums.ac.id, SURAKARTA &#8211; <a href=\"https:\/\/www.ums.ac.id\/\">Universitas Muhammadiyah Surakarta<\/a> (UMS) kembali hadir menyelenggarakan <a href=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/tag\/kajian-tarjih-online\/\">Kajian Tarjih Online<\/a>. Pada kesempatan ini Yayuli, S.Ag., M.Pd., hadir menjadi narasumber dengan mengangkat tema \u201cGugatan Cerai Istri atas Suami Tanpa Adanya Udzur Syar&#8217;i\u201d pada Selasa, (18\/11).<\/p>\n<p>Kajian kali ini membahas tentang fikih munakahat (fiqih nikah), terkhusus dalam pembahasan gugatan cerai\/talak. Karena persoalan gugatan cerai ini menjadi persoalan yang paling tinggi pada majelis pengadilan agama.<\/p>\n<p>Yayuli mengawali kajian dengan mengutip pertanyaan yang diajukan pada Majelis Tarjih &amp; Tajdid mengenai \u201cHukum istri meminta cerai tanpa alasan yang syari atau atas dasar tidak ada rasa cinta terhadap sang suami, padahal pernikahan sudah berjalan selama 7 tahun dan dikarunia 3 anak\u201d.<\/p>\n<figure id=\"attachment_32109\" aria-describedby=\"caption-attachment-32109\" style=\"width: 1920px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-32109\" src=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/Kajian-UMS-Bahas-Hukum-Perceraian-dalam-Perspektif-Tarjih-Muhammadiyah-2.jpg\" alt=\"Narasumber Kajian Tarjih Online UMS, Yayuli, S.Ag., M.Pd\" width=\"1920\" height=\"1080\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-32109\" class=\"wp-caption-text\">Narasumber Kajian Tarjih Online UMS, Yayuli, S.Ag., M.Pd<\/figcaption><\/figure>\n<p>Menanggapi hal itu, ia membawa hadits Rasulullah SAW dari Anas bin Malik RA.<br \/>\n\u201cJika seorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah kepada Allah pada separuh yang lainnya.\u201d<\/p>\n<p>Yayuli menerangkan bahwa pernikahan merupakan ibadah yang menyempurnakan separuh agama. Dalam menjalankan kehidupan pernikahan harus dilandasi dengan rasa cinta dan kasih sayang.<\/p>\n<p>Kemudian, ia menyebutkan ciri-ciri pasangan yang baik untuk menemani kehidupan dalam berumah tangga, sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dari Abu Hurairah. Ada 4 ciri-ciri wanita yang baik , diantaranya adalah:<br \/>\n1. Wanita yang berpotensi memberikan keturunan yang banyak lagi menyayanginya;<br \/>\n2. Jika dilihat bisa membuat bahagia;<br \/>\n3. Jika diperintah dia menurutinya;<br \/>\n4. Jika suaminya tidak ada, dia menjaga harta suaminya dan menjaga dirinya.<\/p>\n<p>Yayuli mengulas kembali masalah mengenai istri tidak bisa mencintai suaminya. Hal itu perlu dikaji kembali, apakah penyebab ketiadaan cinta istri terhadap suami disebabkan karena selingkuh, atau ketiadaan rasa cinta terhadap suami disebabkan atas dasar tidak adanya perhatian seorang suami.<\/p>\n<p>Jika memahami surat Al-Baqarah: 233, terdapat kewajiban seorang suami memberikan kelayakan rumah tangga.<\/p>\n<p>\u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u0644\u064f\u0648\u0652\u062f\u0650 \u0644\u064e\u0647\u0657 \u0631\u0650\u0632\u0652\u0642\u064f\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0643\u0650\u0633\u0652\u0648\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0652\u0641\u0650\u06d7 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0643\u064e\u0644\u0651\u064e\u0641\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064c \u0627\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064f\u0633\u0652\u0639\u064e\u0647\u064e\u0627\u06da<br \/>\nArtinya: Kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma\u2019ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya.<\/p>\n<p>\u201cMaka, jika suami tidak bisa memberi kelayakan rumah tangga akan ada ketimpangan antara suami dan istri, sehingga menyebabkan terkikisnya kecintaan istri terhadap suami.\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Yayuli juga menceritakan, bahwa masalah gugatan perceraian sudah pernah terjadi pada zaman Nabi Muhammad SAW. Kisah Zainab binti Jahsu yang mengadu kepada Rasulullah ingin menceraikan suaminya.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan itu juga, Yayuli mengutip sabda Rasulullah SAW dari Ahmad bin Yunus terkait dibolehkannya cerai. Namun Allah tidak menyukai perceraian.<\/p>\n<p>\u062d\u064e\u062f\u0651\u064e\u062b\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u062f\u064f \u0628\u0652\u0646\u064f \u064a\u064f\u0648\u0646\u064f\u0633\u064e \u062d\u064e\u062f\u0651\u064e\u062b\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0639\u064e\u0631\u0651\u0650\u0641\u064c \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0645\u064f\u062d\u064e\u0627\u0631\u0650\u0628\u064d \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0635\u064e\u0644\u0651\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0644\u0651\u064e\u0645\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u062d\u064e\u0644\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0647\u064f \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0628\u0652\u063a\u064e\u0636\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627\u0642\u0650<\/p>\n<p>\u201cSesuai dengan sabda Rasulullah SAW dari Ahmad bin Yunus, bahwa cerai dalam islam itu dibolehkan, namun, Allah membenci hal tersebut\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Selanjutnya, Yayuli menerangkan ketika tumbuh rasa ketidak cocokan sampai menimbulkan perselisihan antara suami dan istri. Sebelum mengambil jalan perceraian, hendaknya mengadakan islah atau perdamaian antara kedua belah pihak.<\/p>\n<p>\u201cSebelum mengambil keputusan untuk bercerai, hendaknya mengadakan islah atau perdamaian antara kedua belah pihak dengan menunjuk juru damai dari masing-masing keluarga\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Menutup kajian kali ini, ia memberikan pandangan Majelis Tarjih &amp; Tajdid Muhammadiyah atas masalah ini. Majelis Tarjih &amp; Tajdid berpendapat bahwa proses perceraian harus melalui proses sidang pengadilan agama.<\/p>\n<p>\u201cHal itu, sejalan dengan pasal 39 UUD 1 1974 tentang perkawinan dan pasal 65 UU 9 1989 tentang keadilan agama, bahwa perceraian hanya bisa dilakukan di sidang pengadilan agama,\u201d pungkasnya. (Affiq\/Humas)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ums.ac.id, SURAKARTA &#8211; Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali hadir menyelenggarakan Kajian Tarjih Online. Pada kesempatan ini Yayuli, S.Ag., M.Pd., hadir menjadi narasumber dengan mengangkat tema \u201cGugatan Cerai Istri atas Suami Tanpa Adanya Udzur Syar&#8217;i\u201d pada Selasa, (18\/11). Kajian kali ini membahas tentang fikih munakahat (fiqih nikah), terkhusus dalam pembahasan gugatan cerai\/talak. Karena persoalan gugatan cerai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":32111,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[109,11],"class_list":["post-32108","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-kajian-tarjih-online","tag-terkini","entry","has-media"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kajian UMS Bahas Hukum Perceraian dalam Perspektif Tarjih Muhammadiyah - Berita UMS<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/kajian-ums-bahas-hukum-perceraian-dalam-perspektif-tarjih-muhammadiyah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kajian UMS Bahas Hukum Perceraian dalam Perspektif Tarjih Muhammadiyah - Berita UMS\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ums.ac.id, SURAKARTA &#8211; Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali hadir menyelenggarakan Kajian Tarjih Online. Pada kesempatan ini Yayuli, S.Ag., M.Pd., hadir menjadi narasumber dengan mengangkat tema \u201cGugatan Cerai Istri atas Suami Tanpa Adanya Udzur Syar&#8217;i\u201d pada Selasa, (18\/11). Kajian kali ini membahas tentang fikih munakahat (fiqih nikah), terkhusus dalam pembahasan gugatan cerai\/talak. Karena persoalan gugatan cerai [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/kajian-ums-bahas-hukum-perceraian-dalam-perspektif-tarjih-muhammadiyah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita UMS\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/umsofficialid\/?locale=id_ID\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-18T09:07:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/Kajian-UMS-Bahas-Hukum-Perceraian-dalam-Perspektif-Tarjih-Muhammadiyah.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Humas UMS\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Humas UMS\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/kajian-ums-bahas-hukum-perceraian-dalam-perspektif-tarjih-muhammadiyah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/kajian-ums-bahas-hukum-perceraian-dalam-perspektif-tarjih-muhammadiyah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Humas UMS\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7\"},\"headline\":\"Kajian UMS Bahas Hukum Perceraian dalam Perspektif Tarjih Muhammadiyah\",\"datePublished\":\"2025-11-18T09:07:47+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/kajian-ums-bahas-hukum-perceraian-dalam-perspektif-tarjih-muhammadiyah\\\/\"},\"wordCount\":514,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/kajian-ums-bahas-hukum-perceraian-dalam-perspektif-tarjih-muhammadiyah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2025\\\/11\\\/Kajian-UMS-Bahas-Hukum-Perceraian-dalam-Perspektif-Tarjih-Muhammadiyah.jpg\",\"keywords\":[\"Kajian Tarjih Online\",\"Terkini\"],\"articleSection\":[\"Berita\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/kajian-ums-bahas-hukum-perceraian-dalam-perspektif-tarjih-muhammadiyah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/kajian-ums-bahas-hukum-perceraian-dalam-perspektif-tarjih-muhammadiyah\\\/\",\"name\":\"Kajian UMS Bahas Hukum Perceraian dalam Perspektif Tarjih Muhammadiyah - Berita UMS\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/kajian-ums-bahas-hukum-perceraian-dalam-perspektif-tarjih-muhammadiyah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/kajian-ums-bahas-hukum-perceraian-dalam-perspektif-tarjih-muhammadiyah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2025\\\/11\\\/Kajian-UMS-Bahas-Hukum-Perceraian-dalam-Perspektif-Tarjih-Muhammadiyah.jpg\",\"datePublished\":\"2025-11-18T09:07:47+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/kajian-ums-bahas-hukum-perceraian-dalam-perspektif-tarjih-muhammadiyah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/kajian-ums-bahas-hukum-perceraian-dalam-perspektif-tarjih-muhammadiyah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/kajian-ums-bahas-hukum-perceraian-dalam-perspektif-tarjih-muhammadiyah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2025\\\/11\\\/Kajian-UMS-Bahas-Hukum-Perceraian-dalam-Perspektif-Tarjih-Muhammadiyah.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2025\\\/11\\\/Kajian-UMS-Bahas-Hukum-Perceraian-dalam-Perspektif-Tarjih-Muhammadiyah.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"Ilustrasi Hukum Perceraian. Foto: Canva\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/kajian-ums-bahas-hukum-perceraian-dalam-perspektif-tarjih-muhammadiyah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kajian UMS Bahas Hukum Perceraian dalam Perspektif Tarjih Muhammadiyah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Berita UMS\",\"description\":\"Mencerahkan Unggul Mendunia\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Berita UMS\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2021\\\/08\\\/logo-news-ums-v2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2021\\\/08\\\/logo-news-ums-v2.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"Berita UMS\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/umsofficialid\\\/?locale=id_ID\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7\",\"name\":\"Humas UMS\",\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/news.ums.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/author\\\/adn466\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kajian UMS Bahas Hukum Perceraian dalam Perspektif Tarjih Muhammadiyah - Berita UMS","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/kajian-ums-bahas-hukum-perceraian-dalam-perspektif-tarjih-muhammadiyah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kajian UMS Bahas Hukum Perceraian dalam Perspektif Tarjih Muhammadiyah - Berita UMS","og_description":"ums.ac.id, SURAKARTA &#8211; Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali hadir menyelenggarakan Kajian Tarjih Online. Pada kesempatan ini Yayuli, S.Ag., M.Pd., hadir menjadi narasumber dengan mengangkat tema \u201cGugatan Cerai Istri atas Suami Tanpa Adanya Udzur Syar&#8217;i\u201d pada Selasa, (18\/11). Kajian kali ini membahas tentang fikih munakahat (fiqih nikah), terkhusus dalam pembahasan gugatan cerai\/talak. Karena persoalan gugatan cerai [&hellip;]","og_url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/kajian-ums-bahas-hukum-perceraian-dalam-perspektif-tarjih-muhammadiyah\/","og_site_name":"Berita UMS","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/umsofficialid\/?locale=id_ID","article_published_time":"2025-11-18T09:07:47+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/Kajian-UMS-Bahas-Hukum-Perceraian-dalam-Perspektif-Tarjih-Muhammadiyah.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Humas UMS","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Humas UMS","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/kajian-ums-bahas-hukum-perceraian-dalam-perspektif-tarjih-muhammadiyah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/kajian-ums-bahas-hukum-perceraian-dalam-perspektif-tarjih-muhammadiyah\/"},"author":{"name":"Humas UMS","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7"},"headline":"Kajian UMS Bahas Hukum Perceraian dalam Perspektif Tarjih Muhammadiyah","datePublished":"2025-11-18T09:07:47+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/kajian-ums-bahas-hukum-perceraian-dalam-perspektif-tarjih-muhammadiyah\/"},"wordCount":514,"publisher":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/kajian-ums-bahas-hukum-perceraian-dalam-perspektif-tarjih-muhammadiyah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/Kajian-UMS-Bahas-Hukum-Perceraian-dalam-Perspektif-Tarjih-Muhammadiyah.jpg","keywords":["Kajian Tarjih Online","Terkini"],"articleSection":["Berita"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/kajian-ums-bahas-hukum-perceraian-dalam-perspektif-tarjih-muhammadiyah\/","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/kajian-ums-bahas-hukum-perceraian-dalam-perspektif-tarjih-muhammadiyah\/","name":"Kajian UMS Bahas Hukum Perceraian dalam Perspektif Tarjih Muhammadiyah - Berita UMS","isPartOf":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/kajian-ums-bahas-hukum-perceraian-dalam-perspektif-tarjih-muhammadiyah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/kajian-ums-bahas-hukum-perceraian-dalam-perspektif-tarjih-muhammadiyah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/Kajian-UMS-Bahas-Hukum-Perceraian-dalam-Perspektif-Tarjih-Muhammadiyah.jpg","datePublished":"2025-11-18T09:07:47+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/kajian-ums-bahas-hukum-perceraian-dalam-perspektif-tarjih-muhammadiyah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/kajian-ums-bahas-hukum-perceraian-dalam-perspektif-tarjih-muhammadiyah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/kajian-ums-bahas-hukum-perceraian-dalam-perspektif-tarjih-muhammadiyah\/#primaryimage","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/Kajian-UMS-Bahas-Hukum-Perceraian-dalam-Perspektif-Tarjih-Muhammadiyah.jpg","contentUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/11\/Kajian-UMS-Bahas-Hukum-Perceraian-dalam-Perspektif-Tarjih-Muhammadiyah.jpg","width":1920,"height":1080,"caption":"Ilustrasi Hukum Perceraian. Foto: Canva"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/kajian-ums-bahas-hukum-perceraian-dalam-perspektif-tarjih-muhammadiyah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kajian UMS Bahas Hukum Perceraian dalam Perspektif Tarjih Muhammadiyah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/","name":"Berita UMS","description":"Mencerahkan Unggul Mendunia","publisher":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#organization","name":"Berita UMS","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/08\/logo-news-ums-v2.jpg","contentUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/08\/logo-news-ums-v2.jpg","width":1920,"height":1080,"caption":"Berita UMS"},"image":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/umsofficialid\/?locale=id_ID"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7","name":"Humas UMS","sameAs":["http:\/\/news.ums.ac.id"],"url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/author\/adn466\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32108","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32108"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32108\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32112,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32108\/revisions\/32112"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32111"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32108"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32108"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32108"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}