{"id":34314,"date":"2026-01-16T18:05:46","date_gmt":"2026-01-16T11:05:46","guid":{"rendered":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/?p=34314"},"modified":"2026-01-16T18:05:46","modified_gmt":"2026-01-16T11:05:46","slug":"penjas-ums-berbudaya-tradisi-sebagai-ruang-kebersamaan-dari-permainan-rakyat-lahirkan-karakter-bangsa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/penjas-ums-berbudaya-tradisi-sebagai-ruang-kebersamaan-dari-permainan-rakyat-lahirkan-karakter-bangsa\/","title":{"rendered":"Penjas UMS Berbudaya: Tradisi sebagai Ruang Kebersamaan dari Permainan Rakyat, Lahirkan Karakter Bangsa"},"content":{"rendered":"<p>ums.ac.id, SURAKARTA &#8211; Program Studi Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk \u201cTradisi sebagai Ruang Kebersamaan dari Permainan Rakyat, Lahirkan Karakter Bangsa\u201d pada Kamis (15\/1).<\/p>\n<p>Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis prodi dalam mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan nilai-nilai kearifan lokal bangsa.<\/p>\n<p>Kuliah umum tersebut merupakan bagian dari implementasi pembelajaran mata kuliah Permainan Tradisional yang dirancang dengan pendekatan project based learning. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya dibekali pemahaman teoritis, tetapi juga diajak merefleksikan makna permainan rakyat sebagai media pembentukan karakter dan identitas kebangsaan.<\/p>\n<p>Ketua Panitia, Yerry Rafadinata, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kuliah umum ini bertujuan menumbuhkan ketertarikan dan kesadaran mahasiswa terhadap permainan tradisional yang mulai tergerus oleh perkembangan teknologi dan budaya populer.<\/p>\n<p>\u201cPermainan tradisional bukan sekadar aktivitas bermain, tetapi ruang kebersamaan yang mengajarkan nilai kerja sama, kejujuran, sportivitas, serta tanggung jawab sosial. Melalui kuliah umum ini, kami berharap mahasiswa mampu memahami dan menghidupkan kembali nilai-nilai tersebut dalam konteks pendidikan jasmani,\u201d ungkap Yerry saat diwawancarai, Jumat, (16\/1).<\/p>\n<p>Sementara itu, dosen pengampu mata kuliah Permainan Tradisional, Ardian Tomy, S.Pd., M.Or., menjelaskan bahwa kuliah umum ini merupakan luaran pembelajaran dari desain mata kuliah berbasis proyek yang telah diterapkan selama perkuliahan.<\/p>\n<p>Ia menegaskan bahwa mahasiswa diarahkan untuk mengenali, mengkaji, dan mengembangkan permainan tradisional sebagai media pembelajaran yang aplikatif.<\/p>\n<p>\u201cKami merancang mata kuliah ini agar mahasiswa tidak hanya mengenal jenis-jenis permainan tradisional di Nusantara, tetapi juga memahami filosofi serta nilai karakter yang terkandung di dalamnya. Kuliah umum ini menjadi penguatan akademik sekaligus praktik reflektif dari proses pembelajaran,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Pandangan tersebut diperkuat oleh dosen pembimbing kegiatan, Nurhidayat, S.Pd., M.Or. Ia menekankan bahwa permainan tradisional memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik serta memperkuat identitas kebangsaan melalui pendekatan pembelajaran berbasis budaya lokal.<\/p>\n<p>\u201cPermainan tradisional mampu menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, kedisiplinan, kepemimpinan, serta rasa saling menghargai yang sangat penting dalam pembentukan karakter anak-anak Indonesia,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, ke depan pengembangan mata kuliah Permainan Tradisional akan terus didesain agar semakin berdampak bagi mahasiswa. Inovasi pembelajaran akan terus dihadirkan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih baik serta bermanfaat dalam penguatan karakter generasi muda yang melek budaya.<\/p>\n<p>Kuliah umum ini menghadirkan Muhammad Safrudin, seorang praktisi budaya, sebagai narasumber utama dengan materi \u201cMenumbuhkan Ketertarikan dalam Permainan Tradisional melalui Kuliah Umum\u201d.<\/p>\n<p>Dalam pemaparannya, ia menguraikan berbagai contoh permainan rakyat yang memiliki potensi besar dalam menanamkan nilai karakter sekaligus mengajak mahasiswa berperan aktif dalam pelestarian permainan tradisional.<\/p>\n<p>Menurutnya, permainan tradisional merupakan bagian dari warisan budaya bangsa yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda. Melalui pendekatan edukatif dan kreatif, permainan tradisional dapat menjadi media efektif dalam membangun karakter seperti kerja sama, kejujuran, kepemimpinan, serta kecintaan terhadap budaya Nusantara.<\/p>\n<p>Ketua Program Studi Pendidikan Jasmani, Dr. Eko Sudarmanto, S.Pd., M.Or., memberikan apresiasi atas terselenggaranya kuliah umum tersebut. Ia berharap kegiatan ini mampu memperkaya wawasan mahasiswa mengenai keberagaman permainan tradisional di Indonesia sekaligus mempertegas peran pendidikan jasmani dalam membangun karakter bangsa.<\/p>\n<p>\u201cMelalui kuliah umum dengan tajuk festival permainan tradisional ini, mahasiswa diharapkan mampu mengenal lebih dalam bagaimana permainan tradisional dapat meningkatkan karakter generasi bangsa. Kegiatan ini kami rancang sebagai luaran mata kuliah berbasis proyek agar mahasiswa memiliki pengalaman belajar yang kontekstual dan aplikatif,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberagaman mata kuliah di Program Studi Pendidikan Jasmani diharapkan mampu membekali mahasiswa untuk mengenali kekayaan permainan tradisional Nusantara serta memahami kontribusinya dalam meningkatkan karakter anak-anak Indonesia. (Fika\/Humas)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ums.ac.id, SURAKARTA &#8211; Program Studi Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk \u201cTradisi sebagai Ruang Kebersamaan dari Permainan Rakyat, Lahirkan Karakter Bangsa\u201d pada Kamis (15\/1). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis prodi dalam mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan nilai-nilai kearifan lokal bangsa. Kuliah umum tersebut merupakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":34316,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[129,11],"class_list":["post-34314","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-fkip","tag-terkini","entry","has-media"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Penjas UMS Berbudaya: Tradisi sebagai Ruang Kebersamaan dari Permainan Rakyat, Lahirkan Karakter Bangsa - Berita UMS<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/penjas-ums-berbudaya-tradisi-sebagai-ruang-kebersamaan-dari-permainan-rakyat-lahirkan-karakter-bangsa\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penjas UMS Berbudaya: Tradisi sebagai Ruang Kebersamaan dari Permainan Rakyat, Lahirkan Karakter Bangsa - Berita UMS\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ums.ac.id, SURAKARTA &#8211; Program Studi Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk \u201cTradisi sebagai Ruang Kebersamaan dari Permainan Rakyat, Lahirkan Karakter Bangsa\u201d pada Kamis (15\/1). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis prodi dalam mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan nilai-nilai kearifan lokal bangsa. Kuliah umum tersebut merupakan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/penjas-ums-berbudaya-tradisi-sebagai-ruang-kebersamaan-dari-permainan-rakyat-lahirkan-karakter-bangsa\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita UMS\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/umsofficialid\/?locale=id_ID\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-01-16T11:05:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/Penjas-UMS-Berbudaya-Tradisi-sebagai-Ruang-Kebersamaan-dari-Permainan-Rakyat-Lahirkan-Karakter-Bangsa.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Humas UMS\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Humas UMS\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/penjas-ums-berbudaya-tradisi-sebagai-ruang-kebersamaan-dari-permainan-rakyat-lahirkan-karakter-bangsa\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/penjas-ums-berbudaya-tradisi-sebagai-ruang-kebersamaan-dari-permainan-rakyat-lahirkan-karakter-bangsa\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Humas UMS\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7\"},\"headline\":\"Penjas UMS Berbudaya: Tradisi sebagai Ruang Kebersamaan dari Permainan Rakyat, Lahirkan Karakter Bangsa\",\"datePublished\":\"2026-01-16T11:05:46+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/penjas-ums-berbudaya-tradisi-sebagai-ruang-kebersamaan-dari-permainan-rakyat-lahirkan-karakter-bangsa\\\/\"},\"wordCount\":577,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/penjas-ums-berbudaya-tradisi-sebagai-ruang-kebersamaan-dari-permainan-rakyat-lahirkan-karakter-bangsa\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2026\\\/01\\\/Penjas-UMS-Berbudaya-Tradisi-sebagai-Ruang-Kebersamaan-dari-Permainan-Rakyat-Lahirkan-Karakter-Bangsa.jpeg\",\"keywords\":[\"Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan\",\"Terkini\"],\"articleSection\":[\"Berita\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/penjas-ums-berbudaya-tradisi-sebagai-ruang-kebersamaan-dari-permainan-rakyat-lahirkan-karakter-bangsa\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/penjas-ums-berbudaya-tradisi-sebagai-ruang-kebersamaan-dari-permainan-rakyat-lahirkan-karakter-bangsa\\\/\",\"name\":\"Penjas UMS Berbudaya: Tradisi sebagai Ruang Kebersamaan dari Permainan Rakyat, Lahirkan Karakter Bangsa - Berita UMS\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/penjas-ums-berbudaya-tradisi-sebagai-ruang-kebersamaan-dari-permainan-rakyat-lahirkan-karakter-bangsa\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/penjas-ums-berbudaya-tradisi-sebagai-ruang-kebersamaan-dari-permainan-rakyat-lahirkan-karakter-bangsa\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2026\\\/01\\\/Penjas-UMS-Berbudaya-Tradisi-sebagai-Ruang-Kebersamaan-dari-Permainan-Rakyat-Lahirkan-Karakter-Bangsa.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-01-16T11:05:46+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/penjas-ums-berbudaya-tradisi-sebagai-ruang-kebersamaan-dari-permainan-rakyat-lahirkan-karakter-bangsa\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/penjas-ums-berbudaya-tradisi-sebagai-ruang-kebersamaan-dari-permainan-rakyat-lahirkan-karakter-bangsa\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/penjas-ums-berbudaya-tradisi-sebagai-ruang-kebersamaan-dari-permainan-rakyat-lahirkan-karakter-bangsa\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2026\\\/01\\\/Penjas-UMS-Berbudaya-Tradisi-sebagai-Ruang-Kebersamaan-dari-Permainan-Rakyat-Lahirkan-Karakter-Bangsa.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2026\\\/01\\\/Penjas-UMS-Berbudaya-Tradisi-sebagai-Ruang-Kebersamaan-dari-Permainan-Rakyat-Lahirkan-Karakter-Bangsa.jpeg\",\"width\":1920,\"height\":1080},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/penjas-ums-berbudaya-tradisi-sebagai-ruang-kebersamaan-dari-permainan-rakyat-lahirkan-karakter-bangsa\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penjas UMS Berbudaya: Tradisi sebagai Ruang Kebersamaan dari Permainan Rakyat, Lahirkan Karakter Bangsa\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Berita UMS\",\"description\":\"Mencerahkan Unggul Mendunia\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Berita UMS\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2021\\\/08\\\/logo-news-ums-v2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2021\\\/08\\\/logo-news-ums-v2.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"Berita UMS\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/umsofficialid\\\/?locale=id_ID\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7\",\"name\":\"Humas UMS\",\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/news.ums.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/author\\\/adn466\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penjas UMS Berbudaya: Tradisi sebagai Ruang Kebersamaan dari Permainan Rakyat, Lahirkan Karakter Bangsa - Berita UMS","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/penjas-ums-berbudaya-tradisi-sebagai-ruang-kebersamaan-dari-permainan-rakyat-lahirkan-karakter-bangsa\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Penjas UMS Berbudaya: Tradisi sebagai Ruang Kebersamaan dari Permainan Rakyat, Lahirkan Karakter Bangsa - Berita UMS","og_description":"ums.ac.id, SURAKARTA &#8211; Program Studi Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk \u201cTradisi sebagai Ruang Kebersamaan dari Permainan Rakyat, Lahirkan Karakter Bangsa\u201d pada Kamis (15\/1). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis prodi dalam mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan nilai-nilai kearifan lokal bangsa. Kuliah umum tersebut merupakan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/penjas-ums-berbudaya-tradisi-sebagai-ruang-kebersamaan-dari-permainan-rakyat-lahirkan-karakter-bangsa\/","og_site_name":"Berita UMS","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/umsofficialid\/?locale=id_ID","article_published_time":"2026-01-16T11:05:46+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/Penjas-UMS-Berbudaya-Tradisi-sebagai-Ruang-Kebersamaan-dari-Permainan-Rakyat-Lahirkan-Karakter-Bangsa.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Humas UMS","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Humas UMS","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/penjas-ums-berbudaya-tradisi-sebagai-ruang-kebersamaan-dari-permainan-rakyat-lahirkan-karakter-bangsa\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/penjas-ums-berbudaya-tradisi-sebagai-ruang-kebersamaan-dari-permainan-rakyat-lahirkan-karakter-bangsa\/"},"author":{"name":"Humas UMS","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7"},"headline":"Penjas UMS Berbudaya: Tradisi sebagai Ruang Kebersamaan dari Permainan Rakyat, Lahirkan Karakter Bangsa","datePublished":"2026-01-16T11:05:46+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/penjas-ums-berbudaya-tradisi-sebagai-ruang-kebersamaan-dari-permainan-rakyat-lahirkan-karakter-bangsa\/"},"wordCount":577,"publisher":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/penjas-ums-berbudaya-tradisi-sebagai-ruang-kebersamaan-dari-permainan-rakyat-lahirkan-karakter-bangsa\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/Penjas-UMS-Berbudaya-Tradisi-sebagai-Ruang-Kebersamaan-dari-Permainan-Rakyat-Lahirkan-Karakter-Bangsa.jpeg","keywords":["Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan","Terkini"],"articleSection":["Berita"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/penjas-ums-berbudaya-tradisi-sebagai-ruang-kebersamaan-dari-permainan-rakyat-lahirkan-karakter-bangsa\/","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/penjas-ums-berbudaya-tradisi-sebagai-ruang-kebersamaan-dari-permainan-rakyat-lahirkan-karakter-bangsa\/","name":"Penjas UMS Berbudaya: Tradisi sebagai Ruang Kebersamaan dari Permainan Rakyat, Lahirkan Karakter Bangsa - Berita UMS","isPartOf":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/penjas-ums-berbudaya-tradisi-sebagai-ruang-kebersamaan-dari-permainan-rakyat-lahirkan-karakter-bangsa\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/penjas-ums-berbudaya-tradisi-sebagai-ruang-kebersamaan-dari-permainan-rakyat-lahirkan-karakter-bangsa\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/Penjas-UMS-Berbudaya-Tradisi-sebagai-Ruang-Kebersamaan-dari-Permainan-Rakyat-Lahirkan-Karakter-Bangsa.jpeg","datePublished":"2026-01-16T11:05:46+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/penjas-ums-berbudaya-tradisi-sebagai-ruang-kebersamaan-dari-permainan-rakyat-lahirkan-karakter-bangsa\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/penjas-ums-berbudaya-tradisi-sebagai-ruang-kebersamaan-dari-permainan-rakyat-lahirkan-karakter-bangsa\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/penjas-ums-berbudaya-tradisi-sebagai-ruang-kebersamaan-dari-permainan-rakyat-lahirkan-karakter-bangsa\/#primaryimage","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/Penjas-UMS-Berbudaya-Tradisi-sebagai-Ruang-Kebersamaan-dari-Permainan-Rakyat-Lahirkan-Karakter-Bangsa.jpeg","contentUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/01\/Penjas-UMS-Berbudaya-Tradisi-sebagai-Ruang-Kebersamaan-dari-Permainan-Rakyat-Lahirkan-Karakter-Bangsa.jpeg","width":1920,"height":1080},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/penjas-ums-berbudaya-tradisi-sebagai-ruang-kebersamaan-dari-permainan-rakyat-lahirkan-karakter-bangsa\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penjas UMS Berbudaya: Tradisi sebagai Ruang Kebersamaan dari Permainan Rakyat, Lahirkan Karakter Bangsa"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/","name":"Berita UMS","description":"Mencerahkan Unggul Mendunia","publisher":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#organization","name":"Berita UMS","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/08\/logo-news-ums-v2.jpg","contentUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/08\/logo-news-ums-v2.jpg","width":1920,"height":1080,"caption":"Berita UMS"},"image":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/umsofficialid\/?locale=id_ID"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7","name":"Humas UMS","sameAs":["http:\/\/news.ums.ac.id"],"url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/author\/adn466\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34314","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34314"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34314\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34315,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34314\/revisions\/34315"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34316"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34314"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34314"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34314"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}