{"id":35443,"date":"2026-02-26T22:24:13","date_gmt":"2026-02-26T15:24:13","guid":{"rendered":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/?p=35443"},"modified":"2026-02-26T22:24:13","modified_gmt":"2026-02-26T15:24:13","slug":"ums-soroti-krisis-global-dan-erosi-peradaban-dalam-perspektif-muhammadiyah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/ums-soroti-krisis-global-dan-erosi-peradaban-dalam-perspektif-muhammadiyah\/","title":{"rendered":"UMS Soroti Krisis Global dan Erosi Peradaban dalam Perspektif Muhammadiyah"},"content":{"rendered":"<p>ums.ac.id, SURAKARTA &#8211; Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Kajian Webinar Series ke-56 bertajuk \u201cKetegangan Global &amp; Erosi Peradaban: Refleksi atas Krisis Geopolitik, Ekonomi, dan Iklim dalam Perspektif Muhammadiyah\u201d pada Kamis (26\/2) melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag., Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga sekaligus Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, sebagai narasumber utama.<\/p>\n<p>Webinar dibuka dengan sambutan Wakil Rektor III UMS, Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag., yang menegaskan pentingnya forum intelektual dalam membaca dinamika global dari perspektif keislaman.<\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-35448\" src=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/02\/news.ums_.ac_.id-UMS-Soroti-Krisis-Global-dan-Erosi-Peradaban-dalam-Perspektif-Muhammadiyah-2.jpeg\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"1080\" \/><\/p>\n<p>\u201cPada kesempatan ini kita bersama mendiskusikan bagaimana perspektif Muhammadiyah terhadap ketegangan global saat ini, dan harapannya Muhammadiyah dapat memberikan arah perubahan pada taraf nasional maupun internasional,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag., mengawali dengan menyampaikan dan menyebut dunia saat ini tengah berada dalam kondisi paradoks global. Menurutnya, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semestinya menghadirkan kesejahteraan justru melahirkan kontradiksi sosial.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-35447\" src=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/02\/news.ums_.ac_.id-UMS-Soroti-Krisis-Global-dan-Erosi-Peradaban-dalam-Perspektif-Muhammadiyah-3.jpeg\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"1080\" \/><\/p>\n<p>Ia mencontohkan fenomena di negara maju seperti Jepang, di mana tingkat kesejahteraan tinggi tidak serta-merta menghadirkan kebahagiaan sosial.<\/p>\n<p>\u201cApa artinya kita makin sejahtera tapi hidupnya semakin mahal, sehingga kita tidak bisa ngapa-ngapain?\u201d ungkapnya, yang mengisahkan pengalamannya saat berada di Tokyo dan menyaksikan pernikahan sederhana yang hanya dihadiri segelintir orang karena tingginya biaya hidup.<\/p>\n<p>Zakiyuddin menilai bahwa konflik global kini telah memasuki fase krisis permanen. Bentuknya bukan hanya perang bersenjata, tetapi juga konflik proksi, perang digital, hingga serangan siber oleh aktor-aktor tak kasat mata. Situasi ini, menurutnya, menunjukkan bahwa kekerasan tidak lagi menjadi anomali, melainkan telah mengalami normalisasi.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-35445\" src=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/02\/news.ums_.ac_.id-UMS-Soroti-Krisis-Global-dan-Erosi-Peradaban-dalam-Perspektif-Muhammadiyah.jpeg\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"1080\" \/><\/p>\n<p>\u201cKalau kekerasan sudah menjadi normal, itu artinya ia telah menjadi established,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Ia juga menyoroti melemahnya hukum internasional dan diplomasi moral. Banyak resolusi internasional yang tidak berjalan efektif, bahkan diveto oleh negara-negara berkepentingan. Dalam konteks ini, relasi antarbangsa lebih didominasi kepentingan nasional daripada komitmen etis global. Prinsip \u201ctidak ada musuh atau kawan abadi, yang ada hanyalah kepentingan nasional\u201d dinilai semakin menguat, bertentangan dengan nilai kemanusiaan universal.<\/p>\n<p>Erosi peradaban, lanjutnya, tampak dalam dua gejala utama: normalisasi kekerasan dan dehumanisasi. Manusia direduksi menjadi angka statistik.<\/p>\n<p>\u201cKematian satu jiwa adalah tragedi, tetapi kematian ribuan menjadi sekadar angka,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Dalam kondisi ini, martabat kemanusiaan semakin tergerus dan empati publik menurun drastis. Pada aspek ekonomi, Zakiyuddin memaparkan ketimpangan ekstrem antara negara kaya dan miskin.<\/p>\n<p>Ia menyebutkan bahwa sebagian kecil populasi dunia menguasai mayoritas kekayaan global, sementara separuh populasi termiskin hidup dalam keterbatasan. Konsep trickle down effect yang pernah dijanjikan teori pertumbuhan ekonomi dinilainya tidak terbukti dalam realitas.<\/p>\n<p>Fenomena kapitalisme spekulatif juga disorotnya sebagai problem serius. Menurutnya, kekayaan dapat bertambah tanpa menciptakan ekonomi riil maupun lapangan kerja.<\/p>\n<p>Dalam konteks krisis iklim, Zakiyuddin menegaskan bahwa pemanasan global telah menjadi kenyataan yang dirasakan seluruh makhluk hidup. Ia menyebut kenaikan suhu global yang signifikan sebagai sinyal bahaya. Krisis air, krisis pangan, serta meningkatnya bencana hidrometeorologi di Indonesia menjadi bukti nyata eksploitasi alam tanpa keseimbangan.<\/p>\n<p>\u201cKerusakan alam bukan lagi sekadar bencana alam, tetapi bencana lingkungan akibat ulah manusia,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, krisis iklim bukan hanya persoalan fisik, tetapi juga krisis nilai dan etika peradaban. Alam diperlakukan sebagai objek, bukan amanah. Generasi masa depan dikorbankan demi kepentingan jangka pendek. Eksploitasi sumber daya dilakukan bukan untuk memenuhi kebutuhan, melainkan keinginan.<\/p>\n<p>Zakiyuddin mengidentifikasi hilangnya spiritualitas, dominasi rasionalitas instrumental, dan melemahnya etika global sebagai akar persoalan. Ilmu pengetahuan tidak lagi diposisikan sebagai alat untuk kemaslahatan, tetapi sebagai tujuan yang tunduk pada logika utilitas dan efisiensi semata.<\/p>\n<p>Sebagai respons, ia menekankan pentingnya rekonstruksi etika peradaban berbasis Islam berkemajuan. Pondasinya adalah tauhid sebagai dasar ontologis dan worldview kehidupan.<\/p>\n<p>\u201cTauhid bukan sekadar akidah, tetapi cara pandang dan cara bertindak,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Iman menjadi fondasi, ilmu sebagai alat, dan amal sebagai praksis. Kemajuan sejati, menurutnya, adalah memuliakan manusia, menjaga keseimbangan alam, dan menghadirkan keadilan.<\/p>\n<p>\u201cMuhammadiyah, melalui risalah Islam berkemajuan, diharapkan mampu menawarkan etika global yang melampaui kepentingan sempit dan selektif. Dengan demikian, refleksi atas krisis geopolitik, ekonomi, dan iklim tidak berhenti pada analisis, tetapi melahirkan komitmen praksis menuju peradaban yang berkeadaban,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Webinar Series ke-56 ini, lanjutnya, menjadi ruang refleksi kritis sekaligus ajakan moral bagi sivitas akademika dan masyarakat luas untuk meneguhkan kembali nilai tauhid, kemanusiaan, dan keberlanjutan sebagai fondasi membangun masa depan global yang lebih adil dan berimbang. (Adi\/Humas)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ums.ac.id, SURAKARTA &#8211; Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Kajian Webinar Series ke-56 bertajuk \u201cKetegangan Global &amp; Erosi Peradaban: Refleksi atas Krisis Geopolitik, Ekonomi, dan Iklim dalam Perspektif Muhammadiyah\u201d pada Kamis (26\/2) melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag., Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga sekaligus Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":35446,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[112,11,317,349],"class_list":["post-35443","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-lppik","tag-terkini","tag-wakil-rektor-iii-ums","tag-webinar-series","entry","has-media"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>UMS Soroti Krisis Global dan Erosi Peradaban dalam Perspektif Muhammadiyah - Berita UMS<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/ums-soroti-krisis-global-dan-erosi-peradaban-dalam-perspektif-muhammadiyah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"UMS Soroti Krisis Global dan Erosi Peradaban dalam Perspektif Muhammadiyah - Berita UMS\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ums.ac.id, SURAKARTA &#8211; Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Kajian Webinar Series ke-56 bertajuk \u201cKetegangan Global &amp; Erosi Peradaban: Refleksi atas Krisis Geopolitik, Ekonomi, dan Iklim dalam Perspektif Muhammadiyah\u201d pada Kamis (26\/2) melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag., Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga sekaligus Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/ums-soroti-krisis-global-dan-erosi-peradaban-dalam-perspektif-muhammadiyah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita UMS\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/umsofficialid\/?locale=id_ID\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-26T15:24:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/02\/news.ums_.ac_.id-UMS-Soroti-Krisis-Global-dan-Erosi-Peradaban-dalam-Perspektif-Muhammadiyah-4.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Humas UMS\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Humas UMS\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/ums-soroti-krisis-global-dan-erosi-peradaban-dalam-perspektif-muhammadiyah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/ums-soroti-krisis-global-dan-erosi-peradaban-dalam-perspektif-muhammadiyah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Humas UMS\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7\"},\"headline\":\"UMS Soroti Krisis Global dan Erosi Peradaban dalam Perspektif Muhammadiyah\",\"datePublished\":\"2026-02-26T15:24:13+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/ums-soroti-krisis-global-dan-erosi-peradaban-dalam-perspektif-muhammadiyah\\\/\"},\"wordCount\":689,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/ums-soroti-krisis-global-dan-erosi-peradaban-dalam-perspektif-muhammadiyah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2026\\\/02\\\/news.ums_.ac_.id-UMS-Soroti-Krisis-Global-dan-Erosi-Peradaban-dalam-Perspektif-Muhammadiyah-4.jpeg\",\"keywords\":[\"LPPIK\",\"Terkini\",\"Wakil Rektor III UMS\",\"Webinar Series\"],\"articleSection\":[\"Berita\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/ums-soroti-krisis-global-dan-erosi-peradaban-dalam-perspektif-muhammadiyah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/ums-soroti-krisis-global-dan-erosi-peradaban-dalam-perspektif-muhammadiyah\\\/\",\"name\":\"UMS Soroti Krisis Global dan Erosi Peradaban dalam Perspektif Muhammadiyah - Berita UMS\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/ums-soroti-krisis-global-dan-erosi-peradaban-dalam-perspektif-muhammadiyah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/ums-soroti-krisis-global-dan-erosi-peradaban-dalam-perspektif-muhammadiyah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2026\\\/02\\\/news.ums_.ac_.id-UMS-Soroti-Krisis-Global-dan-Erosi-Peradaban-dalam-Perspektif-Muhammadiyah-4.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-02-26T15:24:13+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/ums-soroti-krisis-global-dan-erosi-peradaban-dalam-perspektif-muhammadiyah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/ums-soroti-krisis-global-dan-erosi-peradaban-dalam-perspektif-muhammadiyah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/ums-soroti-krisis-global-dan-erosi-peradaban-dalam-perspektif-muhammadiyah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2026\\\/02\\\/news.ums_.ac_.id-UMS-Soroti-Krisis-Global-dan-Erosi-Peradaban-dalam-Perspektif-Muhammadiyah-4.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2026\\\/02\\\/news.ums_.ac_.id-UMS-Soroti-Krisis-Global-dan-Erosi-Peradaban-dalam-Perspektif-Muhammadiyah-4.jpeg\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"Ilustrasi Ketegangan Global. Foto: AI Canva\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/berita\\\/ums-soroti-krisis-global-dan-erosi-peradaban-dalam-perspektif-muhammadiyah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"UMS Soroti Krisis Global dan Erosi Peradaban dalam Perspektif Muhammadiyah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/\",\"name\":\"Berita UMS\",\"description\":\"Mencerahkan Unggul Mendunia\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Berita UMS\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2021\\\/08\\\/logo-news-ums-v2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2021\\\/08\\\/logo-news-ums-v2.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"Berita UMS\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/umsofficialid\\\/?locale=id_ID\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7\",\"name\":\"Humas UMS\",\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/news.ums.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/news.ums.ac.id\\\/id\\\/author\\\/adn466\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"UMS Soroti Krisis Global dan Erosi Peradaban dalam Perspektif Muhammadiyah - Berita UMS","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/ums-soroti-krisis-global-dan-erosi-peradaban-dalam-perspektif-muhammadiyah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"UMS Soroti Krisis Global dan Erosi Peradaban dalam Perspektif Muhammadiyah - Berita UMS","og_description":"ums.ac.id, SURAKARTA &#8211; Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Kajian Webinar Series ke-56 bertajuk \u201cKetegangan Global &amp; Erosi Peradaban: Refleksi atas Krisis Geopolitik, Ekonomi, dan Iklim dalam Perspektif Muhammadiyah\u201d pada Kamis (26\/2) melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag., Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga sekaligus Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah [&hellip;]","og_url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/ums-soroti-krisis-global-dan-erosi-peradaban-dalam-perspektif-muhammadiyah\/","og_site_name":"Berita UMS","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/umsofficialid\/?locale=id_ID","article_published_time":"2026-02-26T15:24:13+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/02\/news.ums_.ac_.id-UMS-Soroti-Krisis-Global-dan-Erosi-Peradaban-dalam-Perspektif-Muhammadiyah-4.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Humas UMS","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Humas UMS","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/ums-soroti-krisis-global-dan-erosi-peradaban-dalam-perspektif-muhammadiyah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/ums-soroti-krisis-global-dan-erosi-peradaban-dalam-perspektif-muhammadiyah\/"},"author":{"name":"Humas UMS","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7"},"headline":"UMS Soroti Krisis Global dan Erosi Peradaban dalam Perspektif Muhammadiyah","datePublished":"2026-02-26T15:24:13+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/ums-soroti-krisis-global-dan-erosi-peradaban-dalam-perspektif-muhammadiyah\/"},"wordCount":689,"publisher":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/ums-soroti-krisis-global-dan-erosi-peradaban-dalam-perspektif-muhammadiyah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/02\/news.ums_.ac_.id-UMS-Soroti-Krisis-Global-dan-Erosi-Peradaban-dalam-Perspektif-Muhammadiyah-4.jpeg","keywords":["LPPIK","Terkini","Wakil Rektor III UMS","Webinar Series"],"articleSection":["Berita"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/ums-soroti-krisis-global-dan-erosi-peradaban-dalam-perspektif-muhammadiyah\/","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/ums-soroti-krisis-global-dan-erosi-peradaban-dalam-perspektif-muhammadiyah\/","name":"UMS Soroti Krisis Global dan Erosi Peradaban dalam Perspektif Muhammadiyah - Berita UMS","isPartOf":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/ums-soroti-krisis-global-dan-erosi-peradaban-dalam-perspektif-muhammadiyah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/ums-soroti-krisis-global-dan-erosi-peradaban-dalam-perspektif-muhammadiyah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/02\/news.ums_.ac_.id-UMS-Soroti-Krisis-Global-dan-Erosi-Peradaban-dalam-Perspektif-Muhammadiyah-4.jpeg","datePublished":"2026-02-26T15:24:13+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/ums-soroti-krisis-global-dan-erosi-peradaban-dalam-perspektif-muhammadiyah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/ums-soroti-krisis-global-dan-erosi-peradaban-dalam-perspektif-muhammadiyah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/ums-soroti-krisis-global-dan-erosi-peradaban-dalam-perspektif-muhammadiyah\/#primaryimage","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/02\/news.ums_.ac_.id-UMS-Soroti-Krisis-Global-dan-Erosi-Peradaban-dalam-Perspektif-Muhammadiyah-4.jpeg","contentUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/02\/news.ums_.ac_.id-UMS-Soroti-Krisis-Global-dan-Erosi-Peradaban-dalam-Perspektif-Muhammadiyah-4.jpeg","width":1920,"height":1080,"caption":"Ilustrasi Ketegangan Global. Foto: AI Canva"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/berita\/ums-soroti-krisis-global-dan-erosi-peradaban-dalam-perspektif-muhammadiyah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"UMS Soroti Krisis Global dan Erosi Peradaban dalam Perspektif Muhammadiyah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#website","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/","name":"Berita UMS","description":"Mencerahkan Unggul Mendunia","publisher":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#organization","name":"Berita UMS","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/08\/logo-news-ums-v2.jpg","contentUrl":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/08\/logo-news-ums-v2.jpg","width":1920,"height":1080,"caption":"Berita UMS"},"image":{"@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/umsofficialid\/?locale=id_ID"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/#\/schema\/person\/685558eb10f5715113bc9a1fccfd82c7","name":"Humas UMS","sameAs":["http:\/\/news.ums.ac.id"],"url":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/author\/adn466\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35443","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35443"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35443\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35449,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35443\/revisions\/35449"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35446"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35443"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35443"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.ums.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35443"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}