ICAC UMS 2024, Berhasil Menguatkan Solidaritas dan Jelajah Kuliner Menjadi Gastro Diplomasi

  • Post category:Berita
  • Reading time:3 mins read
You are currently viewing ICAC UMS 2024, Berhasil Menguatkan Solidaritas dan Jelajah Kuliner Menjadi Gastro Diplomasi

ums.ac.id, SOLO – Untuk menajamkan pemahaman global dan menghormati perbedaan, Biro Kerja sama dan Urusan Internasional (BKUI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan “3rd International Cultural Academy Competition (ICAC) 2024”.

Pengenalan budaya ini dilakukan melalui berbagai pertunjukan seperti fashion show untuk mengenalkan pakaian khas, tarian, paduan suara, presentasi, juga melalui pantun, yang digelar di Auditorium Mohamad Djazman UMS, Senin (10/6).

Selain itu, kuliner juga menjadi salah satu cara untuk mengenalkan atau promosi atas suatu negara. Kuliner sebagai cara untuk promosi suatu negara dikenal dengan Gastro Diplomasi.

“Kuliner-kulinernya itu benar-benar asal dari mereka. Seperti Nasi Biryani itu berbeda dengan yang ada di Indonesia. Di Indonesia itu Nasi Biryani ada asin-asinnya, kalau Pakistan tidak,” ujar Aulia Rahmawati, pengunjung dari ICAC.

Aulia Rahmawati atau yang akrab disapa Ama itu juga menikmati makanan khas dari Yaman yaitu Nasi Zurbyan, Zalabya (semacam roti), dan Teh Adni. Menurutnya, Zalabya sangat enak.

“Aku merasa dengan adanya ICAC ini kayak beneran perkenalan budaya asing, jadi tadi itu dapet banget,” ungkapnya.

Ali Essam Ali Alsanaani, mahasiswa UMS asal Yaman sekaligus sebagai koki mengatakan bahwa sajian tersebut adalah persembahan yang biasa disajikan di Yaman ketika menyambut tamu. Melalui kuliner ini, mereka mencoba mengenalkan pesona negara Yaman. Selain itu, dari jelajah kuliner ini juga dia menjadi tahu cita rasa dari makanan khas negara lain.

“Makanan Yaman sudah habis dalam satu jam, karena kita paling enak. Tapi aku juga sudah coba beberapa makanan dari negara lain, Pakistan, Thailand, Maroko, dan lainnya,” kata Ali.

Ali mengatakan, jika tahun depan ada kegiatan ini lagi, dia akan berpartisipasi kembali. Pada tahun ini, Yaman juga menerima penghargaan atas Best Traditional Food Competition.

Peserta lain dari Afganistan, Masoud Nikzad mengatakan bahwa dia sangat menyukai agenda seperti ini. Dia menyebutkan jika pada tahun depan akan diadakan event serupa, dia akan berpartisipasi kembali.

“Saya sangat menyukai event ini, ini adalah event terbaik yang pernah saya ikuti. Makanan dan mahasiswanya sangat ramah. Saya sangat mengapresiasi UMS karena telah menggelar acara ini,” ungkap mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta itu.

Selain gastro diplomasi, dalam event ini juga menguatkan rasa solidaritas. Saat perwakilan dari Palestina maju untuk menampilkan tarian, beberapa mahasiswa dari negara lain ikut serta untuk menari dari menyorakkan ‘Free Palestine’. (Maysali/Humas)