UMS Dorong Pariwisata Berkelanjutan Lewat Inovasi Sistem Informasi Desa Wisata SIDeWi

ums.ac.id, SURAKARTA – Komitmen mendukung transformasi digital sektor pariwisata terus dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Melalui riset yang didanai Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui skema Pendanaan Riset Inovatif Produktif (RISPRO), tim peneliti UMS mengembangkan Sistem Informasi Desa Wisata (SIDeWi) sebagai solusi digital untuk memperkuat tata kelola desa wisata yang lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan.

Pengembangan sistem ini dilakukan melalui kolaborasi dengan Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Magelang sebagai upaya menjawab berbagai tantangan pengelolaan desa wisata yang masih dihadapi di lapangan.

Ketua tim peneliti, Dr. Muhammad Arif, S.E., M.Ec.Dev., menjelaskan bahwa desa wisata memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, proses penilaian, pembinaan, dan pengembangan desa wisata selama ini masih banyak dilakukan secara manual sehingga menyulitkan pemantauan dan pengambilan kebijakan yang cepat serta tepat sasaran.

“Selama ini proses asesmen, pembinaan, dan pengembangan desa wisata masih banyak dilakukan secara manual sehingga menyulitkan proses pemantauan dan pengambilan kebijakan secara cepat dan tepat,” ujarnya, Senin, (15/6/2026).

Melalui SIDeWi, tim peneliti menghadirkan platform digital yang mengintegrasikan proses asesmen, tata kelola, hingga penguatan ekosistem desa wisata dalam satu sistem yang saling terhubung. Platform ini dirancang untuk membantu pemerintah daerah dan pengelola desa wisata dalam mengidentifikasi potensi, memantau perkembangan, serta menyusun strategi pengembangan berbasis data.

“Pengembangan SIDeWi merupakan hasil dari rangkaian penelitian yang telah dilakukan sejak 2023 di Kabupaten Magelang. Berbagai kajian tersebut menunjukkan pentingnya digitalisasi tata kelola desa wisata untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sekaligus memperkuat daya saing destinasi wisata berbasis masyarakat,” tambahnya.

Anggota tim peneliti, Dr. Akbar Pratama Kartika, S.E., M.S.E., menegaskan bahwa inovasi yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat sebagai aktor utama dalam pengelolaan desa wisata.

“Desa wisata yang berkelanjutan memerlukan kolaborasi antara pemerintah, pengelola, masyarakat, dan pelaku usaha. Oleh karena itu, SIDeWi dirancang untuk memperkuat partisipasi masyarakat sekaligus mendukung pengambilan keputusan berbasis data,” jelasnya.

SIDeWi dilengkapi sejumlah fitur utama yang mendukung pengelolaan desa wisata secara komprehensif. Fitur tersebut meliputi portal asesmen dan klasifikasi desa wisata, sistem tata kelola operasional dan administrasi, manajemen aset dan keuangan, hingga fitur early warning system yang berfungsi mendeteksi berbagai potensi permasalahan dalam pengelolaan desa wisata.

“Melalui fitur tersebut, pemerintah daerah dapat melakukan pembinaan secara lebih responsif, sementara pengelola desa wisata memperoleh panduan yang jelas dalam meningkatkan kualitas layanan dan pengelolaan destinasi,” paparnya.

Sebagai bagian dari implementasi hasil penelitian, tim peneliti juga telah mengembangkan prototipe dashboard SIDeWi yang menampilkan informasi desa wisata secara terintegrasi dan mudah diakses oleh berbagai pemangku kepentingan.

Dashboard tersebut menyajikan informasi destinasi wisata, aktivitas wisata, klasifikasi desa wisata, hingga indikator kinerja yang diperbarui secara real time.
Dengan pendekatan yang ramah pengguna, dashboard SIDeWi memungkinkan pemerintah daerah, pengelola desa wisata, maupun masyarakat untuk mengakses data dan informasi strategis secara cepat.

Kehadiran sistem ini diharapkan dapat mendukung proses monitoring, evaluasi, dan pengambilan keputusan berbasis data yang lebih akurat.

Tidak hanya mendukung tata kelola destinasi, SIDeWi juga dirancang untuk memperkuat ekosistem desa wisata melalui penyediaan informasi strategis terkait pengembangan bisnis, peluang investasi, promosi, serta peningkatan kapasitas kelembagaan. Dengan demikian, desa wisata dapat berkembang tidak hanya sebagai tujuan wisata, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.

Melalui pengembangan SIDeWi, tim peneliti UMS berharap dapat menghadirkan model tata kelola desa wisata yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Inovasi ini diharapkan mampu mendorong terwujudnya desa wisata yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Sebagai luaran utama penelitian, SIDeWi ditargetkan menjadi platform digital yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia. Kehadirannya diharapkan mampu mendukung transformasi tata kelola desa wisata menuju ekosistem pariwisata yang lebih inklusif, transparan, dan berbasis data, sekaligus berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan). (Fika/Humas)

Bagikan informasi ini kepada temanmu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta