Inspiratif! 2 Mahasiswa Kesmas UMS Sabet Juara 3 Ajang Internasional The Asian Health Talent 2024

  • Post category:Berita
  • Reading time:2 mins read
You are currently viewing Inspiratif! 2 Mahasiswa Kesmas UMS Sabet Juara 3 Ajang Internasional The Asian Health Talent 2024

ums.ac.id, SOLO – Dua mahasiswa Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sabet Juara 3 Health Tech Innovation Challenge pada ajang Internasional yang bertajuk The Asian Health Talent 2024. Ajang tersebut diselenggarakan di Hotel Aryaduta, Jakarta, Indonesia.

Health Tech Innovation Challenge bertujuan untuk menginspirasi siswa untuk mempresentasikan ide atau prototipe teknologi perawatan kesehatan inovatif yang mengatasi tantangan kesehatan saat ini. Kompetisi ini mendorong pengembangan solusi kreatif yang memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan hasil dan pengalaman layanan kesehatan.

Ajang tersebut diadakan oleh Direktorat Pembinaan Tenaga Kesehatan, Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan, serta Kementerian Kesehatan Indonesia dan bekerja sama dengan The International Institute of Knowledge Management (TIIKM) Sri Lanka. Diikuti oleh banyak negara diantaranya India, Sri Lanka, Thailand, Pilipina, Singapura, Malaysia dan Negara Asia lainnya.

Dua mahasiswa yang dimaksud yaitu Marissa Usie Shania Devi dan Salsabila Khoirun Nisa. Dalam kategori Health Tech Innovation Challenge, inovasi yang mereka buat adalah sebuah kalibrator fetal doppler dengan satuan bpm (beats per minute).

“Alat ini dirancang untuk memastikan akurasi pembacaan fetal doppler, sehingga membantu tenaga medis dalam memantau detak jantung janin dengan lebih tepat dan andal,” papar Salsabila saat ditemui pada Senin, (1/7).

Setelah mendapatkan Juara 3, Salsabila merasa sangat bersyukur dan bangga. Penghargaan itu memberikan motivasi lebih untuk terus berinovasi dalam bidang kesehatan. Selain itu, penghargaan ini membuka banyak peluang baru baginya untuk bekerja sama serta pengembangan lebih lanjut.

“UMS memberikan berbagai dukungan dalam mengikuti perlombaan ini, termasuk bimbingan dari dosen di bidang teknologi kesehatan, sesi pelatihan untuk mempersiapkan presentasi dan penyempurnaan inovasi, tak lupa dukungan administratif dan dana untuk pendaftaran dan partisipasi dalam lomba,” terang Salsabila.

Pada babak final, 15 finalis kategori Health Tech Innovation Challenge harus mempresentasikan inovasinya secara langsung pada 27 – 28 Juni 2024, kemudian terpilihlah juara yang diserahkan pada acara puncak Awarding pada 28 Juni 2024.

“Harapan saya ke depan dapat terus mengembangkan inovasi ini agar lebih bermanfaat bagi masyarakat luas. Saya juga berharap dapat menjalin lebih banyak kerjasama dengan institusi kesehatan dan teknologi untuk memperluas cakupan penggunaan kalibrator ini. Selain itu, saya ingin berkontribusi lebih dalam memajukan teknologi kesehatan di Indonesia dan Asia,” pungkas Salsabila. (Yusuf/Humas)