You are currently viewing Hadiri Simulasi Muktamar, Berikut Pesan Haedar Nashir untuk Para Penggembira

Hadiri Simulasi Muktamar, Berikut Pesan Haedar Nashir untuk Para Penggembira

ums.ac.id, UMS – Kehadiran Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam kegiatan Simulasi Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke 48, Sabtu (29/10), memberikan sinyalemen bahwa PP Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah sangat serius dalam persiapan jelang Muktamar.

Dalam kesempatan tersebut Haedar juga berpesan kepada para penggembira yang belum mendaftarkan diri agar segera mendaftarkan diri sesuai dengan alur yang sudah ditentukan oleh panitia melalui PWM, PDM, dan PCMnya masing-masing.

“Penggembira muktamar tentu akan bergelombang datang ke Solo. Maka tetap jaga keseksamaan karena masih pengakhiran Covid-19 sehingga tetap jaga protokol kesehatan, “ kata Haedar saat ditemui di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS.

Haedar Nashir juga menyampaikan agar para penggembira senantiasa bergembira dan selalu berkoordinasi dengan koordinatornya masing-masing serta Panitia Muktamar.

“Lebih dari itu ciptakan Muktamar yang bersih (lingkungannya). Hal tersebut akan menjadi kenangan masyarakat Solo, bahwa penggembira Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dapat menjadi teladan,” kata Haedar Nashir lagi.

Hal yang sama juga disampiakan Ketua PWM Jawa Tengah Tafsir yang meminta kepada para penggembira agar lekas medaftarkan diri karena berkaitan dengan pelayanan akomodasi, dll.

“Karena jumlahnya jutaan kalau spontan panitia pontang-panting. Monggo penggembira jauh-jauh hari mendaftarkan diri supaya lebih mudah penanganannya,” harap Tafsir.

Ia menambahkan bahwa diperkirakan Muktamar 48 akan dihadiri satu hingga dua juta penggembira dari wilayah Jawa Tengah dan wilayah lainnya di Indonesia.

Dengan keterbatasan Stadion Manahan sebagai venue pembukaan muktamar dan animo warga Muhammadiyah di seluruh Indonesia, Tafsir menghimbau agar para penggembira tetap legowo jika tidak bisa seluruhnya masuk ke dalam stadion.

“Kepada penggembira tetap dengan karakternya yang menggembirakan apapun situasinya. Walaupun dari daerah yang jauh hanya sampai di Solo (tidak dapat masuk Stadion Manahan) tetap harus bergembira,” kata Tafsir