You are currently viewing Meningkatkan Ghirah Persatuan Melalui Film Jejak Langkah Dua Ulama

Meningkatkan Ghirah Persatuan Melalui Film Jejak Langkah Dua Ulama

ums.ac.id, UMS – Meningktakan ghirah persahabatan dalam berislam, melalui film Jejak Langkah 2 Ulama yang diproduseri Andika Prabhangkara, Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Muhammad Abduh (PK IMM Muh Abduh) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan nonton bareng di Auditorium Moh Djazman UMS pada Kamis malam. (27/10/2022)

Nonton Bareng (Nobar) film Jejak Langkah Dua Ulama ini dihadiri 250 peserta yang terdiri dari mahasiswa, siswa SMA, warga Muhammadiyah, warga Nahdlatul Ulama, masyarakat umum dan juga ada yang dari non muslim.

Film Jejak Langkah dua Ulama merupakan Film yang menceritakan perjalanan hidup dua ulama yaitu KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari sejak kecil hingga proses perjalanannya dalam memperjuangkan tegaknya agama Islam di Indonesia.

Jejak langkah dua Ulama juga menceritakan perjuangan kedua tokoh dalam mendirikan Muhammadiyah yang mulanya di Yogyakarta dan Nahdlatul Ulama yang mulanya di Jombang.

Ir. Ahmad Kholid Alghofari, S.T., M.T. selaku Kepala Biro Kemahasiswaan UMS dalam wawancara terpisah menyampaikan, film ini memberikan pencerahan bahwa perbedaan itu bukanlah sebuah hal yang harus dihindari.

“Justru perbedaan itu menjadi kekuatan besar, karena memang roda berputar pasti butuh kerjasama dari semua lini,” ujar Kholid

Dia juga menyampaikan harapannya, agar acara kreatif seperti yang diselenggarakan IMM Muh Abduh dapat menginspirasi masyarakat umum untuk lebih dekat dengan UMS.

Ketua Umum PK IMM Muh Abduh, Muttaqillah Ahmad menyampaikan harapan dari kegiatan ini, dapat menimbulkan ghiroh berislam dan menjungjung tinggi nilai-nilai persahabatan dan perjuangan

“Saatnya menjadi kangmas Dahlan dan Gus Hasyim muda, ” ujar Taqi

Atika Isna Fana selaku siswa SMA Al Islam Surakarta, merasa senang dan sangat tertarik saat menonton film tersebut, hal itu dia ungkapkan dalam wawancara terpisah.

“Rating dari film ini 9 dari 10, karena filmnya bagus banget,” ujar Atika. (Fattan/humas)