Muhammadiyah Games 2026 Digelar: Jadi Ajang Olahraga dan Dakwah Berkemajuan

ums.ac.id, YOGYAKARTA — Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi menginisiasi penyelenggaraan The 1st Muhammadiyah Games 2026. Ajang olahraga nasional perdana ini dijadwalkan berlangsung pada 12–23 Mei 2026 dan akan dipusatkan di tiga kota besar, yakni Yogyakarta, Surakarta, serta Purwokerto.

Muhammadiyah Games 2026 dirancang sebagai program strategis untuk membangun sistem pembinaan atlet yang terintegrasi bagi pelajar dan mahasiswa Muhammadiyah serta ‘Aisyiyah di seluruh Indonesia. Selain kompetisi, event ini menjadi ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan sportivitas bagi generasi muda.

Ketua LPO PP Muhammadiyah, Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H., menegaskan bahwa ajang ini merupakan bentuk komitmen persyarikatan dalam membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan.

“The 1st Muhammadiyah Games 2026 bukan hanya ajang kompetisi olahraga, tetapi juga media dakwah dan pembinaan karakter generasi muda Muhammadiyah. Kami ingin melahirkan atlet yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki integritas, disiplin, dan semangat Islam berkemajuan,” ujar Gatot dalam keterangan resminya.

Gatot menambahkan, kegiatan ini selaras dengan implementasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dan visi road to olympics melalui pembinaan atlet sejak usia dini.

Sebanyak enam cabang olahraga akan dipertandingkan dalam ajang ini, meliputi panahan, atletik, pencak silat, bulu tangkis, bola voli indoor, dan tenis meja. Tercatat ada 122 nomor pertandingan dengan total 492 medali yang akan diperebutkan oleh ribuan peserta dari berbagai wilayah.

Pertandingan akan tersebar di sejumlah venue utama, di antaranya Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Stadion Mandala Krida, GOR Kridosono, Edutorium UMS, hingga Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Adapun upacara pembukaan (opening ceremony) dijadwalkan berlangsung di UAD pada 16 Mei 2026.

Sementara itu, Ketua Panitia Muhammadiyah Games 2026, Dr. Nur Subekti, S.Pd., M.Or., memastikan kesiapan teknis jelang pelaksanaan. Ia menekankan penggunaan sistem digital dalam manajemen kompetisi.

“Kami ingin menghadirkan kompetisi yang profesional dan adaptif. Sistem pendaftaran peserta dilakukan secara terintegrasi berbasis digital melalui entry by sport, entry by class, dan entry by name,” jelas Nur Subekti.

Lebih lanjut, ia berharap momentum ini dapat memperkuat jejaring antarlembaga pendidikan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Indonesia. Dengan mengusung semangat “Berkemajuan dan Sportivitas untuk Persyarikatan”, Muhammadiyah Games diharapkan menjadi arena yang mencetak generasi muda sehat, progresif, dan berdaya saing global. (Ivan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta