Prodi Akuntansi FEB UMS Perkuat Link and Match dengan Dunia Industri Tingkatkan Kualitas Lulusan

ums.ac.id, SURAKARTA – Program Studi (Prodi) Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan bertajuk “Link and Match Program Studi Akuntansi UMS dan Dunia Industri dalam Meningkatkan Kualitas Lulusan Berbasis Kebutuhan Dunia Kerja”, Rabu (13/5), bertempat di Gedung Ahmad Syafii Maarif Lantai 8 FEB UMS. Kegiatan ini menghadirkan berbagai mitra industri di wilayah Solo Raya sebagai bentuk sinergi antara dunia akademik dan dunia kerja.

Dekan FEB UMS, Prof. Dr. Muzakar Isa, S.E., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa pembaruan kurikulum menjadi bagian penting dalam menjaga relevansi lulusan dengan kebutuhan industri.

“Kegiatan seperti ini adalah kegiatan wajib. Karena kami di fakultas harus mengubah kurikulum selama 4 tahun sekali, untuk menyesuaikan dengan standar lulusan nasional,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Prodi Akuntansi harus mampu menyesuaikan kebutuhan pembelajaran dengan realitas dunia kerja yang terus berkembang.

“Prodi Akuntansi harus menyesuaikan dengan kepentingan dan kebutuhan yang ada di lapangan kerja. Kami dari fakultas juga akan mendukung hal tersebut, untuk mendukung lulusan yang siap pakai,” tambahnya.

Kegiatan ini turut mengundang 29 instansi mitra di wilayah Solo Raya, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo, Bank Indonesia, dan Bank Mega Syariah.

Pada sesi pemaparan materi, Ketua Program Studi Akuntansi FEB UMS, Dr. Mahameru Rosy Rochmatullah, S.E., M.Si., menjelaskan selayang pandang kurikulum dan mata kuliah yang saat ini berjalan di Prodi Akuntansi FEB UMS.

“Kurikulum prodi akuntansi FEB UMS dirancang untuk menghasilkan akuntan profesional yang berintegritas, adaptif, dan siap menghadapi kebutuhan kerja nasional maupun global,” jelasnya.

Selain itu, ia juga memaparkan berbagai mata kuliah yang sedang berjalan di lingkungan Prodi Akuntansi FEB UMS sebagai bagian dari pengembangan kompetensi mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, Rangga Dhia Majduddin, S.E., M.Acc., dari Unit Penjamin Mutu Prodi Akuntansi FEB UMS menjelaskan bahwa evaluasi kurikulum terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Prodi Akuntansi secara berkelanjutan telah melakukan evaluasi terhadap kurikulum dan lulusan untuk memastikan bahwa proses pembelajaran serta kompetensi lulusan yang dihasilkan benar-benar relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa dalam aspek penjaminan mutu eksternal, Program Studi Akuntansi FEB UMS mengikuti akreditasi LAMEMBA dan sertifikasi ISO 21001:2018 Educational Organizations Management System.

Pada sesi diskusi yang dipandu oleh Ovi Itsnaini Ulynnuha, S.E., M.Ak., kegiatan berlangsung aktif dengan berbagai saran dan masukan dari para tamu undangan.Tamu undangan banyak yang menyoroti pentingnya mata kuliah bisnis digital yang terus berkembang di era saat ini.

Sementara itu, Khoirul Anwar, perwakilan dari Bank Indonesia menekankan pentingnya pemahaman bisnis digital bagi mahasiswa akuntansi.

“Pentingnya bisnis digital, terlebih lagi penggunaan QRIS yang sudah mendunia,” ungkapnya.

Diskusi berlangsung panjang dengan berbagai saran dan masukan guna mendukung pengembangan Prodi Akuntansi FEB UMS agar semakin maju dan mampu mencetak lulusan yang profesional, berintegritas, dan siap kerja.

Pada akhir kegiatan, Dr. Didik Prasetyanto, S.E., M.H., selaku Koordinator Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) menyampaikan terkait Perjanjian Kerja Sama (PKS), pada prinsipnya proses PKS juga sudah berjalan dan sebagian sudah dilakukan penandatanganan.

“Untuk mitra yang hadir pada kesempatan ini, proses teknis penandatanganan seluruh PKS nantinya akan segera kami tindak lanjuti dan dilaksanakan sesuai mekanisme yang ada,” katanya.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan apresiasi atas seluruh masukan yang diberikan oleh para mitra industri.

“Kami berterima kasih sekali atas semua masukan dan sarannya untuk prodi akuntansi. Semoga di masa mendatang kita bisa mengakomodir lulusan akuntansi untuk selalu relevan dengan dunia kerja yang ada,” lanjutnya.

Terakhir, Didik menyampaikan harapannya tentang proses kerja sama ini tidak berhenti pada dokumen saja.

“Harapannya, kerja sama ini tidak hanya berhenti pada dokumen, tetapi dapat dilanjutkan dengan program-program nyata seperti magang, praktisi mengajar, rekrutmen alumni, maupun kegiatan kolaboratif lainnya yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” pungkasnya. (Adi/Humas)

Bagikan informasi ini kepada temanmu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta