UMS Fokus Jaga Stamina Atlet Jelang Final Pencak Silat Muhammadiyah Games

Atlet mahasiswa UMS kategori tanding kelas C Muhammad Abdullah Azzam (rompi biru) saat bertanding di 1st Muhammadiyah Games
Atlet mahasiswa UMS kategori tanding kelas C Muhammad Abdullah Azzam (rompi biru) saat bertanding di 1st Muhammadiyah Games

ums.ac.id, SURAKARTA – Kontingen pencak silat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menunjukkan performa positif dalam ajang The 1st Muhammadiyah Games 2026. Hingga hari ketiga pertandingan, sebagian besar atlet UMS masih bertahan dan melaju ke babak semifinal maupun final.

Pelatih tim Tapak Suci UMS, Amar Abdullah, S.Pd., mengungkapkan bahwa sejauh ini baru tiga atlet yang gugur dari pertandingan. Sementara itu, nomor seni telah menyelesaikan seluruh pertandingan dengan raihan satu medali emas dan satu medali perak.

“Kalau sampai saat ini, di hari ketiga, atlet yang gugur baru tiga orang. Dan yang seni sudah mendapatkan satu emas dan satu perak,” ujar Amar, Minggu (16/5) di Edutorium KH. Ahmad Dahlan UMS.

Pelatih tapak suci UMS Amar Abdullah, S.Pd., (kedua dari kiri) saat memantau jalannya pertandingan
Pelatih tapak suci UMS Amar Abdullah, S.Pd., (kedua dari kiri) saat memantau jalannya pertandingan

Dia menjelaskan, saat ini pertandingan yang tersisa adalah nomor tanding yang masih berlangsung hingga babak akhir. Amar juga memastikan kondisi para atlet UMS tetap prima meski harus menjalani jadwal pertandingan yang padat di hari terakhir.

“Alhamdulillah sejauh ini atlet kondisinya masih aman. Masih sehat dalam kondisi baik dan siap melanjutkan pertandingan selanjutnya,” katanya.

Menurut Amar, padatnya jadwal pertandingan membuat tim pelatih menyiapkan strategi khusus agar stamina atlet tetap terjaga. Atlet diminta bermain lebih cerdas dan tidak mengambil risiko berlebihan demi menjaga peluang di pertandingan berikutnya.

“Ditekankan kepada atlet-atlet supaya mainnya bersih. Jadi jangan ambil risiko terlalu tinggi, main cerdas. Main satu-satu, poin jelas, buat mempersiapkan partai selanjutnya,” jelasnya.

Ia berharap para atlet UMS mampu melangkah hingga final dan meraih hasil terbaik, sekaligus tetap menjaga semangat persaudaraan antarkontingen Muhammadiyah dari seluruh Indonesia.

“Harapan ke depannya, atlet-atlet UMS bisa lanjut ke final, kemudian mendapatkan podium tertinggi. Dan tetap saling erat sama kontingen lain. Kita di sini bukan hanya untuk menjadi juara, tapi mempererat ukhuwah sesama Universitas Muhammadiyah di seluruh Indonesia,” tambah Amar.

Atlet mahasiswa UMS kategori tanding kelas C Muhammad Abdullah Azzam yang berhasil melaju ke semifinal mengaku harus menghadapi tantangan besar karena kemungkinan menjalani tiga pertandingan dalam satu hari pada babak akhir kompetisi.

Pada pertandingan pertama, ia berhasil mengalahkan atlet dari Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya menang berturut-turut di ronde pertama dan ronde kedua.

“Pertandingannya alhamdulillah berjalan lancar. Habis ini lanjut ke semifinal, dan semifinalnya enggak terlalu lama setelah ini nanti lanjut,” ujarnya.

Ia menilai jadwal pertandingan yang padat menjadi tantangan tersendiri bagi atlet untuk menjaga kondisi tubuh dan fokus bertanding. Selain itu, pertandingan kali ini juga menjadi pertandingan pertamanya di kelas C.

“Betul sekali, karena hari ini kalau nanti sampai final perkiraan bisa jadi tiga pertandingan,” ungkapnya.

Untuk menjaga stamina, atlet UMS tersebut mengaku telah melakukan persiapan khusus sejak malam hari sebelum pertandingan.

“Untuk menjaga stamina yang pertama memang kemarin malam itu disuruh untuk tidur lebih cepat. Karena memang kalau recovery-nya kurang, nanti enggak maksimal pas hari ininya,” tuturnya. (Maysali/Humas)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta