Prodi Ilmu Komunikasi UMS Gelar Workshop Pengembangan dan Updating Modul Praktikum Berbasis Outcome

Pemaparan materi oleh Jamroji, S.Sos., M.Comms.
Pemaparan materi oleh Jamroji, S.Sos., M.Comms.

ums.ac.id, SURAKARTA – Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar workshop pengembangan dan updating modul praktikum berbasis Outcome-Based Education (OBE), Selasa (19/5), di Hotel Lor-In Syariah Surakarta.

Kaprodi Ilmu Komunikasi UMS Sidiq Setyawan, S.I.Kom., M.I.Kom., mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Melalui workshop ini, Program Studi Ilmu Komunikasi UMS berharap pengembangan praktikum berbasis outcome dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa sekaligus menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tutur Sidiq.

Foto pelaksanaan workshop
Foto pelaksanaan workshop

Kegiatan tersebut menghadirkan dosen praktikum Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang, Jamroji, S.Sos., M.Comms., sebagai narasumber. Workshop diikuti seluruh dosen Program Studi Ilmu Komunikasi UMS sebagai upaya penguatan kualitas pembelajaran praktikum berbasis luaran.

Dalam pemaparannya, Jamroji menjelaskan bahwa praktikum berbasis OBE menekankan pada capaian hasil yang jelas dan terukur. Menurutnya, aktivitas praktikum harus dirancang untuk mencapai kompetensi tertentu dengan penilaian berbasis performa dan produk yang dihasilkan mahasiswa.

“Mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga aktif menghasilkan karya dan menunjukkan kemampuan melalui project yang memiliki dampak nyata,” ujarnya.

Ia juga mencontohkan sejumlah project praktikum berbasis luaran yang berhasil dikembangkan mahasiswa UMM, salah satunya Project Kampung Warna Jodipan (KWJ), Malang, yang sempat viral pada periode 2017 hingga 2019. Program tersebut dinilai mampu menjadi contoh implementasi praktikum yang tidak hanya berdampak akademik, tetapi juga sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Menurut Jamroji, luaran praktikum berbasis project dapat diperluas agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Oleh karena itu, penyusunan modul praktikum perlu disesuaikan dengan kebutuhan industri, kebutuhan masyarakat, perkembangan teknologi, serta kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa di masa depan. (Maysali/Humas)

Bagikan informasi ini kepada temanmu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta