LP3A UMS Dorong Implementasi Program Pengabdian Masyarakat untuk Wujudkan Cabang dan Ranting Muhammadiyah Unggul

ums.ac.id, SURAKARTA – Lembaga Pengembangan Persyarikatan, Pengkaderan, dan Alumni (LP3A) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Workshop Implementasi Program Pengabdian Masyarakat (P2M) Menuju Cabang/Ranting Unggul pada Rabu (15/7/2026) di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS Lantai 2. Kegiatan tersebut menjadi upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dengan Persyarikatan Muhammadiyah dalam mengembangkan program pemberdayaan masyarakat.

Workshop tersebut diikuti oleh dosen, pengelola program pengabdian, serta perwakilan Cabang dan Ranting Muhammadiyah. Kegiatan ini menghadirkan pembekalan mengenai konsep, strategi, hingga implementasi Program Pengabdian Masyarakat (P2M) yang disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dan penguatan kelembagaan Muhammadiyah di tingkat akar rumput.

Kabid Pengembangan Persyarikatan LP3A UMS, Prof. Dr. Kuswaji Dwi Priyono, M.Si., menyampaikan bahwa pengabdian masyarakat menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung kemajuan Persyarikatan Muhammadiyah.

“Program pengabdian tidak hanya berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi harus mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan memperkuat peran Cabang maupun Ranting Muhammadiyah sebagai pusat dakwah, pendidikan, pelayanan sosial, serta pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya, Kamis (16/7/2026).

Ia menjelaskan, melalui workshop tersebut LP3A UMS mendorong civitas academica dan mitra persyarikatan untuk menyusun program pengabdian yang lebih terarah, inovatif, serta memiliki dampak yang terukur. Program yang dikembangkan diharapkan mampu mengoptimalkan potensi lokal sekaligus menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.

“Kolaborasi antara dosen, pimpinan persyarikatan, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadirkan program-program yang tidak hanya menyelesaikan persoalan, tetapi juga membangun kemandirian masyarakat,” tambah Kuswaji.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga terlibat dalam forum diskusi dan berbagi pengalaman mengenai pengembangan model pengabdian yang kolaboratif.

Berbagai gagasan yang muncul diarahkan untuk memperkuat kapasitas Cabang dan Ranting Muhammadiyah agar semakin unggul dan mampu beradaptasi dengan tantangan zaman.

LP3A UMS menegaskan bahwa keberhasilan program pengabdian masyarakat tidak hanya diukur dari terlaksananya sebuah kegiatan, tetapi juga dari kebermanfaatan yang dirasakan masyarakat serta kontribusinya terhadap penguatan organisasi Muhammadiyah.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap semakin banyak dosen dan mitra persyarikatan yang mampu mengembangkan program pengabdian berbasis potensi lokal dengan mengedepankan nilai-nilai Islam Berkemajuan,” pungkas Kuswaji. (Fika/Humas)

Bagikan informasi ini kepada temanmu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta