DKPTI UMS Perkuat Komitmen Ormawa Wujudkan Kampus Inklusif Ramah Disabilitas

Sesi materi pertama, Dr. Joko Yuwono, M.Pd., menyampaikan materi bertajuk "Kampus Ramah Disabilitas dan Ragam Mahasiswa Disabilitas di Perguruan Tinggi"
Sesi materi pertama, Dr. Joko Yuwono, M.Pd., menyampaikan materi bertajuk "Kampus Ramah Disabilitas dan Ragam Mahasiswa Disabilitas di Perguruan Tinggi"

ums.ac.id, SURAKARTA – Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi (DKPTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar In House Training Pendidikan Inklusif bagi Organisasi Mahasiswa (Ormawa) bertajuk “Membangun Kepedulian dan Komitmen: Bersama ORMAWA Mewujudkan Kampus Ramah Disabilitas” di Ruang Seminar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Lantai 8, Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Penguatan Ormawa sekaligus wujud komitmen UMS dalam membangun kampus yang inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas.

Kepala Subdirektorat Soft Skill dan Layanan Kemahasiswaan DKPTI UMS, Siti Azizah Susilawati, S.Si., M.P., Ph.D., dalam sambutan sekaligus laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi ruang belajar bersama bagi organisasi mahasiswa untuk meningkatkan pemahaman, kepedulian, dan komitmen dalam menciptakan lingkungan kampus yang inklusif, aksesibel, adil, serta bebas dari diskriminasi.

Sambutan oleh Kepala Subdirektorat Soft Skill dan Layanan Kemahasiswaan DKPTI UMS, Siti Azizah Susilawati, S.Si., M.P., Ph.D.
Sambutan oleh Kepala Subdirektorat Soft Skill dan Layanan Kemahasiswaan DKPTI UMS, Siti Azizah Susilawati, S.Si., M.P., Ph.D.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mendorong terwujudnya budaya kampus yang ramah terhadap seluruh mahasiswa, termasuk mahasiswa penyandang disabilitas,” ujarnya.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa setiap manusia memiliki martabat yang sama sebagai ciptaan Allah SWT sehingga tidak boleh ada perlakuan diskriminatif terhadap siapa pun.

Pengarahan sekaligus membuka acara oleh Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D.
Pengarahan sekaligus membuka acara oleh Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D.

“Manusia adalah sebaik-baik ciptaan Allah, maka tidak boleh seorang pun merendahkannya. Merendahkan manusia sama dengan merendahkan Sang Pencipta,” tegas Ihwan.

Ia menambahkan bahwa UMS tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi akademik maupun non akademik, tetapi juga berkomitmen untuk memastikan tidak ada mahasiswa yang tertinggal dalam memperoleh hak belajar, termasuk mahasiswa penyandang disabilitas.

“Kampus tidak hanya melahirkan juara dan prestasi, tetapi juga tidak akan meninggalkan siapapun, terutama mahasiswa penyandang disabilitas. Karena itu, kampus ramah difabel harus kita wujudkan bersama,” tambahnya.

Pada sesi pertama, Dr. Joko Yuwono, M.Pd., menyampaikan materi bertajuk “Kampus Ramah Disabilitas dan Ragam Mahasiswa Disabilitas di Perguruan Tinggi”. Ia menjelaskan bahwa terdapat berbagai ragam disabilitas, mulai dari disabilitas fisik, mental, sensorik, hingga intelektual. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menyediakan akomodasi yang layak agar seluruh mahasiswa memperoleh kesempatan belajar yang setara.

“Pastikan semua orang di sekitar kita tidak ditinggal dan tidak tertinggal hanya karena adanya perbedaan atau kondisi disabilitas,” pesannya.

Materi berikutnya disampaikan oleh Arsy Anggrellangi, S.Pd., M.Pd., dengan tema “ORMAWA Sahabat Disabilitas: Dari Peduli Menuju Aksi”. Ia mengajak organisasi mahasiswa untuk menerapkan prinsip kesetaraan dalam setiap kegiatan kemahasiswaan, mulai dari pemilihan venue yang mudah diakses, penyediaan materi yang inklusif, pola komunikasi yang ramah disabilitas, hingga keterlibatan mahasiswa penyandang disabilitas dalam kepanitiaan.

Materi kedua disampaikan oleh Arsy Anggrellangi, S.Pd., M.Pd., dengan tema "ORMAWA Sahabat Disabilitas: Dari Peduli Menuju Aksi".
Materi kedua disampaikan oleh Arsy Anggrellangi, S.Pd., M.Pd., dengan tema “ORMAWA Sahabat Disabilitas: Dari Peduli Menuju Aksi”.

Ia berharap pelatihan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program kerja nyata yang mendukung visi UMS sebagai kampus yang inklusif bagi seluruh mahasiswa.

Setelah sesi materi, peserta mengikuti simulasi yang memberikan pengalaman langsung mengenai tantangan yang dihadapi penyandang tunanetra dan tunawicara. Melalui simulasi tersebut, peserta diajak membangun empati sekaligus memahami pentingnya menciptakan lingkungan yang lebih aksesibel.

Pada sesi materi akhir, Safira Nur Fitriana, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menyampaikan materi bertajuk “Studi Kasus Kehidupan Mahasiswa Disabilitas”. Ia menekankan bahwa inklusivitas tidak hanya diwujudkan melalui fasilitas fisik, tetapi juga melalui budaya saling memahami dan menghargai.

Menurutnya, membangun lingkungan yang setara dapat dilakukan dengan mengidentifikasi kebutuhan mahasiswa disabilitas, memahami kondisi mereka, melibatkan mereka dalam setiap aktivitas, memberikan dukungan yang sesuai, serta melakukan evaluasi secara berkelanjutan.

“Inklusivitas adalah tentang menciptakan ruang di mana setiap orang diterima dan dihargai. Sebagai anggota organisasi mahasiswa, kita harus peka terhadap lingkungan sekitar, terutama kepada penyandang disabilitas. Keterbukaan dan kepedulian antar sesama menjadi kunci terwujudnya kampus yang benar-benar inklusif,” ungkapnya.

Rifat, salah satu peserta turut memberikan kesan dan pesannya terhadap kegiatan ini. “Kesan dari kegiatan ini sangat seru juga menyenangkan, karena dengan acara pelatihan ini inklusivitas di perguruan tinggi akan terwujud,” pungkasnya.

Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan deklarasi bersama, tentang kampus inklusif bagi disabilitas. Melalui pelatihan ini, DKPTI UMS berharap organisasi mahasiswa dapat menjadi motor penggerak dalam menumbuhkan budaya inklusif di lingkungan kampus. (Adi/Humas)

Bagikan informasi ini kepada temanmu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta