Cegah Anemia Remaja, Mahasiswa Farmasi UMP Luncurkan Program BUNILA dan BESTITANI di Kalisalak

ums.ac.id, SURAKARTA — Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) BEM Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) meresmikan Program BUNILA (Budidaya Ikan Nila) dan BESTITANI (Budidaya Anggur serta Tanaman Katuk) di Balai Desa Kalisalak, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Inovasi berkelanjutan yang diluncurkan pada pertengahan Juli 2026 ini dirancang sebagai langkah konkrit berbasis pemanfaatan potensi lokal untuk menekan serta mencegah risiko angka anemia, khususnya pada kelompok remaja desa setempat.

Program yang dikemas dalam subproposal bertajuk “DOPAMIN: Program Revitalisasi, Optimalisasi, dan Integrasi Masyarakat Desa Kalisalak Guna Mencegah dan Mengurangi Angka Anemia Remaja Menuju Desa Sehat” tersebut mengintegrasikan empat elemen sentral secara simultan, yakni kesehatan, perikanan, pertanian, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kegiatan peluncuran dan workshop tersebut dihadiri oleh Dosen Pendamping PPK Ormawa BEM Fakultas Farmasi UMP Apt. Anjar Mahardia Kusuma, M.Si., Kepala Desa Kalisalak Ilham Triyono beserta jajaran perangkat desa, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banyumas, perwakilan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kebasen, Pengurus PKK, Kelompok Budidaya Ikan, serta warga masyarakat Desa Kalisalak.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Kalisalak, Ilham Triyono, menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi sinergis antara instansi akademis dan pemerintah desa dalam mendorong peningkatan derajat kesehatan warga secara mandiri.

Materi perikanan dipaparkan oleh perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banyumas, Arif Yulianto, S.Pi. Ia menekankan pentingnya komoditas ikan nila sebagai sumber protein hewani berbiaya terjangkau yang kaya nutrisi.

“Selain memiliki peluang usaha yang menjajikan, budidaya ikan nila juga kami harapkan mampu meningkatkan konsumsi protein keluarga sehingga mendukung pencegahan anemia,” ujar Arif.

Sementara itu, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas, Supriyono, S.Kom., memaparkan diversifikasi pangan pekarangan melalui integrasi budidaya anggur dan tanaman katuk.

“Tanaman katuk dikenal kaya akan zat besi, vitamin, dan nutrisi yang bermanfaat dalam pembentukan sel darah merah, sedangkan budidaya anggur memiliki nilai ekonomi yang dapat menjadi peluang usaha masyarakat sekaligus meningkatkan kesehatan,” tutur Supriyono.

Dukungan serupa disampaikan oleh Said dari Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Kebasen. Menurutnya, pemenuhan gizi spesifik dari katuk, anggur, dan ikan nila sangat relevan dengan kebutuhan penanganan isu gizi dan pencegahan anemia yang masih dialami warga lokal.

Tidak berhenti pada penyampaian materi workshop, Ketua Tim PPK Ormawa UMP, Meilani Wiji Astuti, menjelaskan bahwa agenda ini langsung ditindaklanjuti dengan aksi nyata penaburan benih ikan nila ke kolam warga, serta penanaman simbolis bibit anggur dan tanaman katuk di area lingkungan desa.

“Langkah tersebut menjadi simbol dimulainya implementasi Program BUNILA dan BESTITANI yang akan terus didampingi oleh Tim PPK Ormawa BEM Fakultas Farmasi UMP bersama pemerintah desa dan mitra terkait,” tegas Meilani.

Dosen Pendamping PPK Ormawa, Apt. Anjar Mahardia Kusuma, M.Si., menegaskan pentingnya konsistensi warga agar manfaat kesehatan maupun ekonomi dari intervensi program ini dapat dirasakan dalam jangka panjang. Antusiasme masyarakat yang tinggi disambut positif oleh peserta lokal seperti Badrun, yang berharap intervensi pangan kaya zat besi dan protein ini menjadi solusi konkret mengurangi angka anemia pada anak dan remaja di Desa Kalisalak.

Bagikan informasi ini kepada temanmu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta