ums.ac.id, SURAKARTA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat pembelajaran kewirausahaan melalui implementasi Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Mata Kuliah Kewirausahaan yang dikembangkan Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator (MCEBI). Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen FEB UMS untuk menghubungkan pembelajaran di kelas dengan pengembangan bisnis mahasiswa secara berkelanjutan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam agenda tahunan Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (AFEB PTMA) 2026 di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Rabu (5/8/2026). Dalam agenda tersebut, AFEB PTMA secara resmi meluncurkan Dokumen RPS Mata Kuliah Kewirausahaan PTMA yang menjadi pijakan bersama untuk memperkuat pembelajaran kewirausahaan di lingkungan PTMA se-Indonesia.
Dekan FEB UMS, Prof. Dr. Muzakar Isa, S.E., M.Si., CSBA., CIPE., mengatakan implementasi RPS tersebut menjadi bagian dari transformasi pembelajaran kewirausahaan di FEB UMS. Menurutnya, pembelajaran kewirausahaan perlu diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan tugas akademik, tetapi juga mendorong mahasiswa menghasilkan gagasan bisnis yang dapat dikembangkan menjadi usaha.

“Partisipasi FEB UMS dalam peluncuran RPS Kewirausahaan AFEB PTMA ini merupakan wujud komitmen kami dalam mentransformasi pembelajaran kewirausahaan. Kami ingin luaran dari mata kuliah Kewirausahaan mahasiswa tidak berhenti sebagai penugasan akademik, tetapi dapat langsung terhubung dengan ekosistem inkubasi bisnis yang terstruktur,” jelasnya, Selasa, (11/8/2026).
Ia menambahkan, keberadaan rintisan inkubator bisnis berbasis mata kuliah dapat menjadi jembatan antara proses pembelajaran dan praktik kewirausahaan mahasiswa.
“Mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman untuk mengembangkan ide, melakukan validasi, menguji pasar, dan memperbaiki model bisnisnya. Dengan demikian, proses pembelajaran dapat menghasilkan outcome yang lebih nyata dan memiliki peluang untuk berkembang menjadi unit usaha,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Dekan I FEB UMS Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Aflit Nuryulia Praswati, S.E., M.M., menyampaikan bahwa RPS Kewirausahaan yang dikembangkan AFEB PTMA memberikan kerangka pembelajaran yang lebih terarah dan berbasis praktik.
“RPS ini memberikan kerangka agar pembelajaran kewirausahaan tidak hanya berorientasi pada penguasaan konsep, tetapi juga pada kemampuan mahasiswa menghasilkan dan menguji ide bisnis. Ada proses mini project, validasi ide, hingga market test yang dapat memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa,” ujarnya.
Menurut Aflit, pendekatan tersebut sejalan dengan kebutuhan FEB UMS untuk memperkuat pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE).
“Ketika luaran mata kuliah dapat diarahkan masuk ke proses inkubasi, maka mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan hasil pembelajarannya secara lebih panjang. Produk atau ide bisnis yang potensial dapat memperoleh pendampingan dan dikembangkan menjadi usaha,” tambahnya.
RPS Kewirausahaan PTMA dikembangkan oleh MCEBI di bawah kepemimpinan Dr. Endang Rudiatin, M.Si. Penyusunan dokumen tersebut turut melibatkan Andy Dwi Bayu Bawono, S.E., M.Si., Ph.D., Bendahara Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, sebagai anggota tim perumus.
Berbasis OBE, RPS tersebut dirancang untuk membentuk generasi ‘Muslimtechnopreneur’. Materi pembelajaran tidak hanya mencakup konsep dasar bisnis, tetapi juga mengintegrasikan ‘life skills’, seperti kepemimpinan, kerja sama tim, validasi ide berbasis riset, ‘mini project’, dan ‘market test’.
Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa didorong untuk menghasilkan luaran yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui proses inkubasi bisnis berbasis kelas. Tahapan tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya unit-unit usaha baru sekaligus menciptakan ‘job creator’ dari kalangan mahasiswa.
“Bagi FEB UMS, implementasi RPS tersebut menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan fakultas. Jajaran pimpinan dan pengelola program studi FEB UMS berkomitmen mengimplementasikan RPS Kewirausahaan MCEBI sekaligus menyiapkan penguatan tata kelola rintisan inkubator bisnis mahasiswa berbasis mata kuliah.” tegas Aflit.
Melalui langkah tersebut, FEB UMS turut mengambil bagian dalam agenda AFEB PTMA untuk membangun standar pembelajaran kewirausahaan yang lebih terintegrasi di lingkungan PTMA. Standardisasi RPS diharapkan dapat memperkuat ekosistem kewirausahaan sekaligus mendorong lahirnya wirausahawan muda Islami yang inovatif, mandiri, dan mampu memberikan dampak bagi masyarakat. (Fika/Humas)




