Perkuat Kesehatan Sekolah, FK UMS Dampingi Pembentukan UKS dan Kader Kesehatan Remaja

Para siswa berlatih pertolongan pertama pada kecelakaan
Para siswa berlatih pertolongan pertama pada kecelakaan

ums.ac.id, SURAKARTA – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong penguatan layanan kesehatan di lingkungan sekolah melalui program penataan layanan kesehatan di SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan Karanganyar.

Program tersebut turut mendorong terbentuknya unit Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sekaligus penguatan kapasitas siswa sebagai Kader Kesehatan Remaja (KKR). Kehadiran UKS dan KKR diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membangun budaya hidup sehat di kalangan siswa.

Sebelum program dilaksanakan, SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan Karanganyar belum memiliki fasilitas UKS maupun tim dokter kecil. Melihat kondisi tersebut, Tim Pengabdian FK UMS yang diketuai dr. Rochmadina Suci Bestari, M.Sc., mengalokasikan bantuan untuk pengadaan sarana prasarana medis dan perabot UKS melalui skema P2AD UMS.

Kini, ruang UKS di sekolah tersebut telah dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, mulai dari tempat tidur pasien, lemari obat, perlengkapan P3K, tandu, tensimeter digital, hingga alat pengukur tinggi dan berat badan.

“Kegiatan ini sangat krusial bagi usia remaja yang sedang berkembang pesat secara fisik dan mental. Kami ingin memastikan sekolah memiliki daya dukung yang kuat untuk menjaga kesehatan fisik dan mental para siswanya secara berkelanjutan,” ujar Rochmadina, Selasa (11/8/2026).

Selain penyediaan fasilitas, Tim PkM FK UMS juga memberikan pelatihan kepada siswa yang tergabung dalam Palang Merah Remaja (PMR). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 2-3 September 2025 dengan melibatkan dokter spesialis serta dosen dan mahasiswa FK UMS.

Dalam pelatihan tersebut, siswa mendapatkan 10 materi esensial kesehatan yang disampaikan secara interaktif. Materi mencakup manajemen organisasi UKS, pola gizi seimbang, kesehatan reproduksi, bahaya NAPZA, simulasi pertolongan pertama (P3K), hingga edukasi kesehatan mental untuk mencegah perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.

Pelatihan menghadirkan sejumlah pakar di bidangnya, yakni Dr. dr. Riandini Aisyah, M.Sc., dr. Sulistyani, Sp.N, dr. Iin Novita Nurhidayati Mahmuda, M.Sc., Sp.PD, dan dr. Busyra, M.Sc., Sp.FM.

Untuk mengukur pemahaman peserta, siswa juga mengikuti pre-test dan post-test selama rangkaian pelatihan. Evaluasi tersebut dilakukan untuk melihat sejauh mana materi yang diberikan dapat dipahami dan diterapkan oleh para siswa.

Bagi tim pengabdian, keberadaan UKS dan KKR diharapkan dapat menjadi modal bagi sekolah untuk membangun lingkungan pendidikan yang lebih sehat sekaligus mendorong siswa agar mampu berperan aktif dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan sekitarnya. (Maysali/Humas)

Bagikan informasi ini kepada temanmu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta