ums.ac.id, SURAKARTA – Tim Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) II Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Jasmani turut mendampingi siswa SD Muhammadiyah Alam Surya Mentari dalam kegiatan berkemah dan memasak sebagai bagian dari implementasi materi Hizbul Wathan (HW). Kegiatan tersebut menjadi pengalaman belajar berbasis alam yang dirancang untuk menumbuhkan kemandirian sekaligus mengasah keterampilan motorik siswa melalui pengalaman langsung.
Pada kegiatan tersebut mahasiswa PLP II, mengikuti secara langsung kegiatan berkemah dan memasak yang berlangsung di lingkungan SD Muhammadiyah Alam Surya Mentari.
Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 – 09.30 WIB dengan kegiatan berkemah. Siswa mengikuti kegiatan dengan didampingi guru dan mahasiswa PLP II. Melalui kegiatan ini, siswa belajar mengenal lingkungan, bekerja sama, serta melatih kemandirian melalui pengalaman secara langsung. Kegiatan berkemah juga menjadi bagian dari materi survival kids dalam pembelajaran HW.

Selanjutnya, pada pukul 09.30–11.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan memasak. Siswa melakukan praktik secara langsung dengan menggunakan benda-benda konkret dan tetap berada dalam pendampingan guru serta mahasiswa PLP II. Aktivitas tersebut menjadi sarana untuk mengembangkan keterampilan motorik, tanggung jawab, dan kemandirian siswa.
Ketua PLP UMS, Muhammad Abdullah Azzam, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini tentunya akan memberikan pengalaman yang berharga bagi mereka.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman secara langsung dalam proses pendampingan peserta didik. Peran pendampingan ini tentunya dinilai penting agar nantinya siswa merasa didampingi ketika kegiatan berlangsung, meskipun mereka berada jauh dari rumah dan menjalani aktivitas yang menantang bagi mereka,” ujar Azzam, Selasa, (18/8/2026).
Kegiatan berkemah dan memasak dilakukan atas pendampingan Kuncoro Ahsan Prihanto, S.SN., selaku penanggung jawab kegiatan bersama para mahasiswa UMS.

Menurutnya kehadiran mahasiswa PLP diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi siswa, yaitu seperti layaknya kehadiran orang tua mereka sendiri. Peran pendampingan ini dinilai penting agar siswa tetap merasa didampingi meskipun tengah berada jauh dari rumah dan menjalani aktivitas yang menantang.
“Kegiatan berkemah dan memasak termasuk dalam materi HW yang dilakukan di awal ajaran baru, bahkan hal ini dimulai di kelas dua dan menjadi materi awal bagi para siswa. Materi ini juga termasuk ke dalam materi survival kids, yang dimana hal ini dapat melatih kemandirian anak. Pada kegiatan tersebut termasuk materi HW, dan merupakan materi pertama di kelas dua dalam kegiatan HW, tujuannya untuk mempersiapkan atau belajar menjadi pribadi yang mandiri, serta mengasah motorik dengan melakukan kegiatan secara langsung atau menggunakan benda konkret,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan ini juga sejalan dengan konsep besar yang diusung SD Muhammadiyah Alam Surya Mentari sebagai sekolah berbasis alam.
“Sekolah ini memegang beberapa pilar pendidikan, yaitu seperti pilar kejujuran, kesopanan, keberanian, kepedulian dan kemandirian,” ungkapnya.
Ia tegaskan pula bahwa pada kegiatan kali ini berfokus pada pilar kemandirian, yang menjadi landasan utama dalam setiap program pembelajaran yang dirancang, termasuk kegiatan berkemah dan memasak tersebut.
“Proses pembelajaran yang diperoleh siswa di sekolah perlu mendapat dukungan yang sama di lingkungan rumah agar nantinya hasil yang diperoleh optimal. Kegiatan di sekolah dan di rumah tentunya harus berkesinambungan, sehingga nilai-nilai kemandirian yang ditanamkan melalui kegiatan seperti berkemah dan memasak juga dapat berkembang dan dapat diasah terus menerus, dengan begitu siswa tidak berhenti begitu saja ketika mereka kembali ke rumah,” katanya.
(Nabila/Adi/Humas)




