UMS Dorong Kemandirian Masyarakat Kelola Hipertensi melalui Edukasi Fisioterapi

ums.ac.id, SURAKARTAUniversitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat kontribusinya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui kegiatan pengabdian yang berbasis keilmuan. Komitmen tersebut diwujudkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis UMS melalui edukasi hipertensi dan praktik peregangan otot leher secara mandiri bagi masyarakat Desa Bendosari, Sukoharjo.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Bayu Permadi, menjelaskan bahwa keluhan tegang atau nyeri pada otot leher dapat mengganggu kenyamanan penderita tekanan darah tinggi. Karena itu, edukasi mengenai pengelolaan mandiri menjadi penting agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan di rumah.

“Hipertensi bukan hanya tentang mengontrol angka tekanan darah melalui obat, tetapi juga bagaimana mengelola efek samping fisik yang ditimbulkannya, seperti rasa kaku dan tegang pada leher. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan solusi praktis berbasis fisioterapi agar masyarakat bisa melakukan intervensi mandiri yang aman di rumah,” ujar Bayu saat diwawancarai pada Selasa, (18/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus upaya UMS menghadirkan pengetahuan dan keterampilan praktis yang dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan fisioterapi, mahasiswa tidak hanya memberikan pemahaman mengenai hipertensi, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan untuk membantu mengelola ketegangan otot leher secara mandiri dan aman.

Selain memberikan manfaat langsung kepada peserta, kegiatan tersebut turut menjadi sarana bagi mahasiswa UMS untuk mengaplikasikan kompetensi akademik di tengah masyarakat. Interaksi secara langsung dengan kader PKK juga memperkuat peran mahasiswa sebagai agen edukasi kesehatan sekaligus memperkenalkan kontribusi fisioterapi dalam mendukung kualitas hidup masyarakat.

Kegiatan diikuti sekitar 40 kader PKK Desa Bendosari dan turut dihadiri Bidan Desa Bendosari, Nuryati. Pelaksanaan kegiatan mendapatkan pendampingan dari Clinical Educator (CE), Anik Rumini dan Iskandarsyah, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Totok Budi Santoso.

Rangkaian kegiatan diawali dengan presensi dan pemeriksaan tekanan darah seluruh peserta. Selanjutnya, mahasiswa melakukan pre-test dengan pemeriksaan khusus nyeri leher menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) untuk mengetahui kondisi awal peserta sekaligus menjadi salah satu indikator evaluasi kegiatan.

Pada sesi inti, peserta mendapatkan pemaparan mengenai hipertensi. DPL Totok Budi Santoso juga memberikan edukasi mengenai manual therapy atau terapi manual untuk membantu penanganan nyeri leher yang berkaitan dengan kondisi peserta, sekaligus mengenalkan peran fisioterapi dalam upaya promotif dan preventif di masyarakat.

Materi kemudian dilanjutkan dengan praktik yang dipandu langsung oleh mahasiswa. Peserta melakukan breathing exercise untuk membantu relaksasi dan mengurangi ketegangan otot, kemudian mempraktikkan neck stretching berupa fleksi, ekstensi, lateral fleksi kanan dan kiri, serta side bending kanan dan kiri. Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai teknik massage mandiri yang aman untuk membantu merelaksasi otot leher yang kaku.

Bidan Desa Bendosari, Nuryati, mengapresiasi kegiatan yang dinilai memberikan pengetahuan praktis bagi kader PKK. Sementara itu, salah satu peserta, Sri Lestari, mengaku merasakan manfaat setelah mengikuti latihan.

“Setelah mengikuti latihan peregangan dari adik-adik mahasiswa Profesi Fisioterapi UMS, leher saya terasa jauh lebih rileks dan badan jadi lebih enteng,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut telah sukses dilaksanakan di Balai Desa Bendosari, Sukoharjo, pada Senin, (20/7/2026). Melalui kegiatan ini, mahasiswa Profesi Fisioterapi UMS berharap para kader PKK dapat meneruskan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada keluarga serta lingkungan sekitar, sehingga upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya penderita hipertensi, dapat berkelanjutan. (Yusuf/Humas)

Bagikan informasi ini kepada temanmu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta