Tingkatkan Literasi Keuangan, Mahasiswa Bisnis Digital UMS Dampingi Masyarakat Gedongjetis Manfaatkan BukuWarung

ums.ac.id, SURAKARTA – Upaya meningkatkan literasi keuangan digital masyarakat terus dilakukan oleh Program Studi Bisnis Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Salah satunya melalui pengabdian masyarakat pemanfaatan aplikasi BukuWarung untuk masyarakat Desa Gedongjetis, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Anggota tim pengabdian sekaligus mahasiswa Prodi Bisnis Digital UMS, Rizal Habibi, mengatakan BukuWarung adalah aplikasi pencatatan keuangan usaha secara digital. Aplikasi ini dipilih untuk memudahkan masyarakat Desa Gedongjetis, khususnya pemilik toko kelontong dan warung makan, untuk melakukan digitalisasi pencatatan transaksi.

“Program ini dirancang untuk membantu masyarakat, khususnya pelaku usaha, dalam meningkatkan kemampuan mengelola keuangan usaha melalui pemanfaatan teknologi digital,” ujarnya saat dihubungi pada Selasa (18/8/2026).

Rizal menuturkan sebanyak 10 peserta warga Desa Gedongjetis antusias mengikuti program ini. Seluruh peserta merupakan pelaku usaha skala rumah tangga.

Ia menjelaskan masyarakat Desa Gedongjetis yang memiliki beragam potensi ekonomi. Seperti budidaya jamur tiram, peternakan, perikanan, pengolahan kayu, dan industri rumahan. Namun, pencatatan keuangan usaha masih dilakukan secara manual.

“Pencatatan transaksi penjualan, pembelian bahan baku, serta pengeluaran operasional masih dilakukan secara manual. Alhasil laporan keuangan menjadi tidak konsisten. Bahkan sebagian pelaku usaha masih mengandalkan ingatan,” beber dia.

Kondisi ini, lanjutnya, membuat pelaku usaha kerap mengalami kesulitan dalam mengetahui keuntungan dan kerugian usaha secara pasti, memisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha, serta menentukan harga pokok produksi dan harga jual.

Tim pengabdian kemudian memberikan pembekalan mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam mengatur sirkulasi keuangan usaha. Selain mempelajari tata cara pemakaian, peserta juga melakukan praktik secara langsung penggunaan aplikasi BukaWarung. Langkah ini dilakukan agar masyarakat tidak hanya memahami konsep, tetapi mampu mengaplikasikannya dalam aktivitas usaha sehari-hari.

“Aplikasi tersebut dipilih karena memiliki fitur yang relevan dengan kebutuhan pelaku usaha, seperti pencatatan transaksi kas masuk dan kas keluar, pencatatan utang-piutang, pengelolaan stok, laporan laba-rugi, serta pembuatan nota atau struk digital,” tambahnya.

Pengabdian ini merupakan program berbasis Pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah (P2M) One Dosen One Tendik One AUM yang melibatkan dosen dan mahasiswa Bisnis Digital UMS, pada 4 Agustus 2026. Digelar di Balai Desa Gedongjetis, pengabdian ini mengusung tajuk “Penguatan Kewirausahaan Muhammadiyah Berbasis Amanah: Digitalisasi Pencatatan Keuangan Jamur Tiram untuk Penguatan Ekonomi Umat Berkelanjutan”.

Adapun anggota tim pengabdian ini, ialah Liana Mangifera, S.E., M.M; Agus Wahyudi, S.H.I., M.H; Dedy Triwijaya, S.Kom; serta dua mahasiswa Bisnis Digital, Alya Zafira Destiany dan Rizal Habibi.

Sekretaris Prodi Bisnis Digital Liana Mangifera, S.E., M.M. menjelaskan pengabdian ini memiliki tujuan penting untuk meningkatkan literasi keuangan digital pada masyarakat desa. Menurutnya, literasi keuangan digital sangat penting dikuasai karena ekosistem perekonomian saat ini telah bergeser menggunakan perangkat digital.

Bagi masyarakat desa, khususnya pengelola warung, urgensi literasi keuangan digital sangat besar. Sebab aktivitas usaha biasanya memiliki transaksi kecil setiap hari. Jika semua hanya dicatat secara manual, kata Liana, kemungkinan terjadinya kesalahan menjadi lebih besar.

“Literasi keuangan digital bukan sekadar kemampuan menggunakan aplikasi, tetapi kemampuan menggunakan teknologi untuk membuat pengelolaan usaha menjadi lebih tertib, transparan, dan berbasis data,” jelas Liana.

Keterlibatan mahasiswa Prodi Bisnis Digital menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Menurut Liana, mahasiswa berperan sebagai pendamping lapangan dalam proses pelatihan aplikasi, sementara dosen berperan dalam aspek keilmuan dan penyusunan materi literasi keuangan. Keterlibatan mahasiswa juga menjadi bagian dari pengalaman pengabdian dan pembelajaran berbasis masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Liana berharap masyarakat semakin memahami pencatatan keuangan merupakan bagian penting dalam pengelolaan dan pengembangan usaha. Dengan pencatatan yang lebih tertib, pelaku usaha dapat mengetahui arus kas, memantau transaksi, melihat perkembangan usaha, serta memperoleh gambaran mengenai laba dan rugi.

“Hal tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengambil keputusan usaha berdasarkan data, bukan sekadar perkiraan,” lanjut Liana.

Kegiatan di Balai Desa Gedongjetis diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan sosialisasi. Program ini dirancang untuk dilanjutkan melalui pendampingan dan pembinaan agar masyarakat dapat menerapkan pencatatan keuangan digital secara konsisten dalam aktivitas usaha mereka.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi, mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, Liana optimis pengabdian ini dapat menjadi langkah nyata dalam meningkatkan literasi keuangan digital, sekaligus mendorong penguatan tata kelola usaha masyarakat Desa Gedongjetis. (Gede/Humas)

Bagikan informasi ini kepada temanmu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta