ums.ac.id, YOGYAKARTA – Perhelatan akbar The First Muhammadiyah Games kini tengah berada dalam hitungan mundur. Sebagai salah satu cabang olahraga (cabor) yang paling dinantikan, bulutangkis melaporkan progres persiapan teknis yang sangat signifikan. Hingga Selasa, 12 Mei 2026, kesiapan panitia tercatat telah menyentuh angka 80 persen. Fokus utama saat ini tinggal menuntaskan tahapan Technical Meeting (TM) sebelum ratusan atlet resmi beradu ketangkasan di lapangan.
Eksistensi bulutangkis dalam ajang perdana ini bukan tanpa alasan kuat. Diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang bersinergi dengan Pengda PBSI DIY, cabor ini diprediksi akan menjadi primadona kompetisi. Pemilihan bulutangkis sebagai cabor unggulan selaras dengan statusnya sebagai prioritas dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Selain itu, bulutangkis tetap kokoh sebagai olahraga terpopuler kedua di Indonesia setelah sepak bola, sehingga menjadi magnet utama bagi penonton.
Antusiasme peserta pun melampaui ekspektasi. Berdasarkan data panitia, sebanyak 130 atlet dari jenjang SMP dan SMA telah terdaftar untuk memperebutkan gelar juara. Sebaran geografis peserta mencakup 10 provinsi di Indonesia. Menariknya, delegasi tidak hanya berasal dari Pulau Jawa, tetapi juga dari wilayah luar pulau seperti Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, hingga Kalimantan Timur.
Kehadiran atlet dari berbagai penjuru nusantara ini menunjukkan skala nasional dari ajang tersebut. Aprida dari bidang Diklat dan Kajian LPO PP Muhammadiyah menegaskan bahwa turnamen ini merupakan langkah nyata Muhammadiyah dalam mendukung inklusivitas olahraga.

“Kehadiran atlet dari berbagai pulau ini membuktikan bahwa The First Muhammadiyah Games memiliki daya tarik nasional dan menjadi wadah pembibitan atlet yang inklusif,” ujar Aprida dalam keterangannya.
Menurutnya, ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang bagi talenta muda untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di level nasional.
Untuk menjamin kualitas pertandingan yang berstandar tinggi, panitia tidak main-main dalam urusan fasilitas. Pertandingan akan digelar di Hyena Sport Arena, sebuah GOR yang sangat representatif untuk kejuaraan skala nasional. Selain lokasi yang mumpuni, dukungan peralatan teknis pun dipercayakan kepada mitra strategis. Fina Sport ditunjuk sebagai penyedia shuttlecock berkualitas tinggi demi menjaga ritme dan sportivitas selama turnamen berlangsung.
Secara tidak langsung, kematangan persiapan ini memberikan sinyal positif bagi perkembangan olahraga di lingkungan persyarikatan. Dengan kolaborasi apik antara LPO PP Muhammadiyah dan PBSI DIY, The First Muhammadiyah Games diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit atlet profesional yang kelak dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Yogyakarta kini bersiap menjadi saksi sejarah lahirnya jawara-jawara baru dari rahim Muhammadiyah.




