Tanamkan Karakter Tangguh, Mahasiswa PLP UMS Dampingi Edukasi Kesiapsiagaan Bencana

ums.ac.id, SURAKARTA – Mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) turut mendampingi pelaksanaan edukasi kesiapsiagaan bencana dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Muhammadiyah 16 Karangasem Surakarta, Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat sebagai narasumber utama.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tema besar MPLS, yaitu “Asri” (Aman, Resik, Indah). Melalui tema ini, sekolah berupaya menanamkan sejumlah nilai positif kepada siswa, mulai dari tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, sekolah yang aman, sekolah yang asri, kesopanan dalam bermedia sosial, hingga terciptanya sekolah yang ramah bagi seluruh warganya.

Ketua PLP 2 UMS, Dyas Setyowati, menyampaikan bahwa pendampingan mahasiswa dalam edukasi kesiapsiagaan bencana ini memberikan pengalaman berharga karena mahasiswa dapat belajar secara langsung bagaimana sekolah membangun kesadaran keselamatan pada siswa sejak dini.

“Pendampingan ini menjadi bagian dari pengalaman lapangan mahasiswa dalam memahami bagaimana sekolah membangun budaya aman dan siaga bencana sejak masa orientasi siswa baru,” tuturnya, Sabtu, (15/8/2026)

Dalam pemaparan materi, perwakilan BPBD, Didik, menegaskan pentingnya edukasi bencana diberikan kepada siswa sekolah dasar sejak dini. Menurutnya, hal ini bertujuan melatih kesiapsiagaan anak-anak agar mampu bertindak tepat apabila sewaktu-waktu bencana benar-benar terjadi.

“Edukasi bencana perlu diberikan kepada siswa sekolah dasar sejak dini untuk membangun kesiapsiagaan mereka dalam menghadapi situasi darurat,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, materi yang disampaikan mencakup dua jenis bencana, yaitu banjir dan gempa bumi. Kedua materi tersebut diberikan agar siswa memahami langkah-langkah sederhana yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi, termasuk cara melindungi diri dan evakuasi dengan benar.

Wakil Kepala Kurikulum SD Muhammadiyah 16 Surakarta, Ferry Arsita, mengatakan bahwa aspek “Aman” menjadi salah satu fokus utama dalam pelaksanaan MPLS. Menurutnya, rasa aman berkaitan langsung dengan keselamatan dan kenyamanan seluruh warga sekolah.

“Aman itu tentang edukasi ke anak bagaimana lingkungan sekolahan itu nyaman baik untuk anak dan warga sekolah. Kami membekali siswa dengan mitigasi bencana karena bencana tidak ada yang tahu kapan akan terjadi,” ujarnya.

Ferry turut mengungkapkan bahwa sekolah sebenarnya sudah memiliki prosedur evakuasi, meski masih pada tahap dasar. Salah satu bentuknya dengan edukasi mengenai penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang sebelumnya juga pernah diberikan kepada siswa.

Ia juga mengapresiasi kehadiran dan kontribusi mahasiswa PLP UMS dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa PLP UMS dalam mendampingi kegiatan ini turut membantu kelancaran rangkaian MPLS.

“Keterlibatan mahasiswa PLP UMS dapat memberi pengalaman praktek langsung bagi mereka mengenai pengelolaan kegiatan sekolah,” jelasnya

Melalui kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara sekolah, BPBD, dan mahasiswa PLP UMS dalam membangun budaya sadar bencana sejak usia dini. (Dwi Setiyani/Affiq/Humas)

Bagikan informasi ini kepada temanmu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta