Atasi Krisis Pangan, Prodi Arsitektur UMS Gandeng PCIM Jepang Sosialisaikan Gagasan Nusa-Gritecture

ums.ac.id, SURAKARTA – Program Studi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jepang menjalin kolaborasi strategis dalam memperkenalkan dan mensosialisasikan gagasan karya mahasiswa berupa Nusa-Gritecture dalam rangka program pengabdian masyarakat kemitraan internasional.

Ketua tim pengabdian, perwakilan dari Arsitektur UMS, Dr. Nur Rahmawati Syamsiyah, S.T., M.T., mengungkapkan bahwa inovasi ini merupakan pendekatan desain arsitektur yang memadukan konsep keberlanjutan, pemanfaatan lahan terbatas, serta integrasi teknologi pertanian modern untuk memperkuat ketahanan pangan di level internasional.

Penyerahan Cinderamata oleh Kaprodi Arsitektur UMS, Dr. Nur Rahmawati Syamsiyah, ST., MT kepada PCIM Jepang, Sutan M.S.A
Penyerahan Cinderamata oleh Kaprodi Arsitektur UMS, Dr. Nur Rahmawati Syamsiyah, ST., MT kepada PCIM Jepang, Sutan M.S.A

“Kegiatan sosialisasi berlangsung dalam 2 skema, pertama kegiatan secara daring yang akan berlangsung selama 2 bulan hingga Oktober 2025, yang terbagi atas kegiatan sosialisasi dan kegiatan evaluasi, dan kedua kegiatan luring yang telah berlangsung pada tanggal 5-6 Juli 2025 di Tokyo bersamaan dengan acara Japan Design Idea & Invention Expo 2025 lalu,” ungkap Nur Rahmawati yang juga selaku Kaprodi Arsitektur UMS, Senin (1/9).

Kegiatan ini akan melibatkan akademisi, praktisi arsitektur, mahasiswa, serta komunitas diaspora Muhammadiyah di Jepang. Gagasan Nusa-Gritecture diperkenalkan sebagai solusi alternatif bagi kawasan urban yang menghadapi keterbatasan lahan namun tetap membutuhkan kemandirian pangan.

Ia menyampaikan bahwa Nusa-Gritecture hadir sebagai respon atas tantangan global, khususnya isu perubahan iklim, urbanisasi, dan keterbatasan sumber daya alam.

“Kami berharap inovasi ini tidak hanya menjadi wacana akademik, tetapi juga dapat diimplementasikan secara nyata, baik di Indonesia maupun di negara lain yang menghadapi persoalan serupa,” ujarnya.

Sementara itu, PCIM Jepang menegaskan bahwa kerja sama strategis dalam memperkenalkan dan mensosialisasikan gagasan Nusa-Gritecture ini merupakan langkah penting untuk menghadirkan kontribusi nyata komunitas akademik Indonesia di kancah internasional.

“Dengan gagasan Nusa-Gritecture, kita tidak hanya bicara tentang arsitektur, tetapi juga tentang keberlangsungan hidup manusia melalui ketersediaan pangan,” ungkap utusan PCIM Jepang, Sutan M.S.A sebagai tenaga ahli bidang Smart Farming yang sedang menempuh program doktoral di Kyushu University.

Kegiatan ini menjadi tonggak awal dari serangkaian program kolaboratif antara UMS dan PCIM Jepang, termasuk riset bersama, workshop internasional, hingga peluang implementasi nyata di beberapa kota di Jepang yang memiliki keterbatasan lahan pertanian.

Nur Rahmawati menambahkan, Nusa-Gritecture diharapkan dapat menjadi kontribusi arsitektur Indonesia bagi dunia dalam upaya mencapai ketahanan pangan global yang berkelanjutan. (Fika/Humas)

Bagikan informasi ini kepada temanmu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta