ums.ac.id, SURAKARTA – Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sukoharjo terus diperkuat melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Unit Kegiatan Mahasiswa Pengembangan Prestasi dan Riset Mahasiswa (UKM PRISMA) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo untuk mengembangkan program pencegahan stunting berbasis keluarga di Desa Blimbing, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo.
Program tersebut dilaksanakan melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) dengan pendekatan pendampingan keluarga sejak masa pranikah hingga periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Sasaran program meliputi calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga yang memiliki balita.
Berdasarkan data tahun 2026, sebanyak 37 dari 266 balita di Desa Blimbing mengalami stunting atau mencapai 13,91 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Kecamatan Gatak yang berada pada angka 10,97 persen. Selain itu, persoalan kesehatan lingkungan juga menjadi perhatian setelah UPT Puskesmas Gatak mencatat 175 kasus diare akut sepanjang 2025, yang dipengaruhi oleh sanitasi lingkungan yang belum optimal serta perlunya penguatan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Untuk memperkuat sinergi lintas sektor, Tim PPK Ormawa UKM PRISMA UMS menggelar audiensi bersama Pemkab Sukoharjo, Dinas Kesehatan, serta Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Sukoharjo pada Kamis (23/7/2026). Pertemuan tersebut membahas penyelarasan program mahasiswa dengan kebijakan pemerintah daerah, dukungan data, pelibatan tenaga kesehatan dan kader, hingga strategi keberlanjutan program setelah masa PPK Ormawa berakhir.

Ketua Tim PPK Ormawa UKM PRISMA UMS, Rengga Prayoga, menegaskan bahwa penanganan stunting memerlukan kolaborasi berbagai pihak agar dampaknya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
“Kami berharap kolaborasi dengan Pemkab Sukoharjo, Dinas Kesehatan, dan DPPKBP3A dapat memperkuat dampak dan keberlanjutan program ini,” ujar Rengga, Selasa (4/8/2026).
Ia menjelaskan, program tidak hanya berfokus pada edukasi gizi, tetapi juga mengintegrasikan berbagai intervensi yang menyentuh akar persoalan kesehatan keluarga. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi Kelas Ibu Atasi Diare (KIAD), penyediaan fasilitas cuci tangan pakai sabun melalui program SEKAKI, gerakan gotong royong RINDANG, sosialisasi PHBS, hingga penguatan peran ayah dalam pencegahan stunting dan pemeliharaan kesehatan keluarga.
Dosen pendamping PPK Ormawa UKM PRISMA UMS, Muhammad Al Fatih Hendrawan, S.T., M.T., menilai keterlibatan pemerintah daerah menjadi faktor penting agar program pemberdayaan masyarakat dapat terus berjalan meskipun masa pendanaan telah selesai.
“Sinergi dengan dinas terkait dapat memperkuat mutu pelaksanaan sekaligus membuka peluang agar kegiatan dapat dilanjutkan oleh pemerintah desa, kader kesehatan, dan masyarakat setelah program PPK Ormawa selesai,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi tersebut, lanjutnya, PPK Ormawa UKM PRISMA UMS berharap program ini mampu meningkatkan pengetahuan dan perilaku keluarga dalam menjaga kesehatan, memperkuat praktik hidup bersih dan sehat, menurunkan angka stunting dan kasus diare, sekaligus menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di desa-desa lain di Kabupaten Sukoharjo.
Sementara itu, Kepala DPPKBP3A Kabupaten Sukoharjo, Sumini, menyampaikan bahwa pendampingan keluarga sejak masa calon pengantin hingga anak berusia dua tahun telah dijalankan melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK) di seluruh desa. Menurutnya, program yang diinisiasi mahasiswa UMS selaras dengan upaya pemerintah daerah sehingga berpotensi memperkuat efektivitas intervensi yang telah berjalan.
Ia menjelaskan, Kabupaten Sukoharjo memiliki sekitar 2.100 anggota Tim Pendamping Keluarga. Khusus di Desa Blimbing, pendampingan dilakukan oleh tiga tim yang masing-masing terdiri atas tiga orang, termasuk bidan desa. Selain itu, Kecamatan Gatak juga didukung enam petugas Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) yang membina 14 desa.
Apresiasi juga disampaikan oleh Plt. Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, yang menilai program PPK Ormawa UKM PRISMA UMS sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Pemkab Sukoharjo sendiri siap memfasilitasi koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa, melibatkan tenaga kesehatan, kader PPKBD, serta PKK, menyediakan data pendukung, dan mendampingi implementasi program di lapangan.
Sebagai tindak lanjut, Tim PPK Ormawa bersama bidan desa, PKK, Kelompok Wanita Tani, dan Karang Taruna Desa Blimbing menyepakati penguatan peran ayah dalam pengasuhan serta pembahasan kegiatan keluarga sehat. Forum koordinasi rutin juga akan dibentuk dengan melibatkan PPKBD, tenaga kesehatan, dan perangkat desa guna memastikan program berjalan secara berkelanjutan. (Fika/Humas)




