Hadityawarman Foundation x CSR IKA UMS dan Seluruh Pelosok Negeri, Adakan Berbagai Sertifikasi

ums.ac.id, SOLO – Di tengah semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) yang ke-79, Haditya Warman Foundation x CSR IKA UMS dan CSR dari seluruh pelosok negeri mengundang masyarakat umum untuk mengikuti program Indonesia Berbakti Sentul Bercerita.

Berbagai kegiatan dilakukan dalam program tersebut, dari Sertifikasi Beternak Domba, Sertifikasi OB Ibu Paruh Baya, Sertifikasi Janaiz, hingga Gerakan Surau Bersih, yang diikuti dengan semangat kolaborasi yang kuat.

Ketua Ikatan Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (IKA UMS) Dr. Aditya Warman MBA., dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, (17/8) memaparkan mengenai kegiatan yang dilaksanakan.

Dimulai dengan program Smart Village 4.0 Haditya Warman Foundation, CSR IKA UMS dan CSR Partner seluruh pelosok negeri memberikan pelatihan berfokus pada pemberian sertifikasi kepada para peternak dan masyarakat yang berkontribusi dalam upaya peningkatan kualitas hidup.

Kemudian Sertifikasi Beternak Domba, Aditya memandang di balik keramaian desa, di tengah hamparan rumput yang hijau, domba-domba merumput dengan damai. Namun, mereka bukan sekadar hewan ternak, mereka adalah simbol dari ekonomi desa yang kuat, yang tumbuh dari tangan-tangan peternak yang bersemangat.

“Sertifikasi beternak domba bukan hanya tentang keterampilan, tetapi tentang merajut masa depan yang lebih cerah, di mana desa-desa Indonesia menjadi pilar kekuatan ekonomi nasional. Dalam setiap langkah ternak yang digembalakan, terletak harapan untuk swasembada, untuk menjadi bangsa yang berdikari, dengan para peternak unggul yang mengantarkan desa mereka ke puncak kemakmuran harapan negeri,” terang Aditya, Rabu (21/8).

Adapula kegiatan Sertifikasi OB Ibu Paruh Baya, yang memberdayakan perempuan-perempuan dengan memberikan harapan bahwa kerja keras mereka bisa membangun fondasi ekonomi keluarga yang kuat dan adil. Adanya Sertifikasi OB Ibu Paruh Baya akan menambah keterampilan baru dan tidak lagi dipandang sebatas pembersih ruangan, tetapi penjaga kebersihan yang penuh martabat, yang layak mendapatkan hidup yang lebih baik dan masa depan yang cerah.

Selain itu, dilakukan pula kegiatan Sertifikasi Janaiz. Sertifikasi janaiz bukan sekadar pelatihan teknis tapi ini adalah panggilan jiwa untuk melayani yang telah tiada, untuk memberikan penghormatan yang layak diperistirahatan terakhirnya. Ini menjadi standar baru, di mana setiap jenazah dihormati dengan segenap hati, diiringi oleh syariat yang menuntun setiap tindakan.

“Gerakan Surau Bersih bukan hanya membersihkan tempat ibadah, tetapi juga menumbuhkan ekosistem yang berdaya, di mana setiap orang merasa memiliki, merawat, dan menjaga tempat mereka mengadu dan berdoa. Dalam kebersihan surau, ada harapan bahwa iman akan terus tumbuh subur, bahwa doa-doa akan lebih khusyuk, dan bahwa komunitas akan semakin kokoh, terikat dalam nilai-nilai kebaikan yang terjaga dalam kebersihan dan kesucian,” terang Ketua IKA UMS itu mengenai Gerakan Surau Bersih.

Cerita Indonesia Berbakti Sentul Bercerita yang diukir oleh Haditya Warman Foundation x CSR IKA UMS dan CSR dari seluruh pelosok negeri adalah cerminan dari bangsa yang menghargai tradisi, yang mengakui setiap individu dengan potensi dan harapannya, yang melangkah ke masa depan dengan kaki yang kokoh di atas landasan iman dan budaya. (Maysali/Humas)

Bagikan informasi ini kepada temanmu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta