ums.ac.id, SURAKARTA – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Muhammad Abduh Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta (FAI UMS) menggelar kegiatan Grebek Monumen Pers sebagai bentuk ekspedisi literasi dan apresiasi terhadap sejarah pers nasional, Sabtu (18/10).
Sebanyak 23 kader turut serta dengan penuh antusias dalam kunjungan edukatif ini. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Bidang Riset, Pengembangan, dan Keilmuan (RPK) dengan Bidang Seni, Budaya, dan Olahraga (SBO) IMM Abduh.

Koordinator kegiatan, Atha, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program literasi yang sebelumnya telah dilaksanakan.
“Kita berkolaborasi dengan bidang RPK dan SBO untuk menyukseskan Grebek Monumen Pers di Surakarta. Sebelumnya kami juga sudah menggelar Grebek Book Store, dan kali ini kami ingin menggabungkan segmentasi budaya dan literasi. Harapannya, kegiatan ini menambah wawasan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal,” ujarnya, Kamis, (23/10).
Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB di Monumen Pers Nasional yang terletak di Jl. Gajahmada No.59, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Setibanya di lokasi, peserta disambut oleh pemandu wisata yang memaparkan berbagai koleksi bersejarah di monumen tersebut.

Di dalam Monumen Pers Nasional, para kader dapat melihat secara langsung sejumlah artefak penting dalam perjalanan sejarah pers Indonesia. Di antaranya surat kabar dan majalah dari era kolonial hingga masa kini, pemancar radio RRI, mesin ketik klasik, kamera, hingga alat persenjataan yang pernah digunakan pada masa perjuangan.
Melansir situs resmi Monumen Pers Nasional, pengunjung juga dapat menikmati berbagai layanan, seperti:
1. Perpustakaan Pers Nasional, dengan lebih dari 15.000 judul bacaan yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat umum.
2. Arsip Media Cetak, yang menyimpan ribuan koran dan majalah dari seluruh penjuru nusantara, sejak sebelum hingga sesudah kemerdekaan.
3. Museum Pers Nasional, yang menghadirkan koleksi sejarah dan biografi pahlawan pers nasional beserta alat-alat jurnalistik tempo dulu.
Ketua PK IMM Muhammad Abduh FAI UMS, Naura Zukhrufana Muttatiar, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya kecil namun bermakna dalam menumbuhkan kembali kesadaran literasi di kalangan mahasiswa.
“Grebek Monumen Pers ini kami hadirkan sebagai ikhtiar kecil untuk membaca kembali jejak sejarah pers yang menjadi pilar akal sehat bangsa. Kami berharap kader tidak sekadar melihat bangunan, tetapi menyerap ruh perjuangan literasi yang pernah menyalakan cahaya pengetahuan di negeri ini, khususnya di Kota Surakarta,” ujar Naura.
Ia juga berpesan agar agenda ini bisa diwariskan dengan baik untuk menumbuhkan semangat literasi para kader-kader IMM.
“Semoga agenda ini dapat diwariskan dengan baik, serta menumbuhkan kesadaran literasi, kritisisme intelektual, dan tanggung jawab moral kita sebagai generasi penerus untuk menjaga marwah pers sebagai pengawal kebenaran dan kemanusiaan,” imbuhnya.
Kegiatan Grebek Monumen Pers ini menjadi wujud nyata sinergi antara dunia akademik, kebudayaan, dan literasi. IMM Abduh berharap kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan oleh kader berikutnya, sebagai bagian dari upaya meneguhkan jati diri mahasiswa Muhammadiyah yang unggul dalam intelektualitas, religiusitas, dan humanitas, serta berakar kuat pada budaya nasional. (Ryan/Adi/Humas).




